PENCEGAHAN PERUBAHAN WARNA PADA KAYU JAMUJU (Podocarpus imbricatus) DAN KISAMPANG (Evodia aromatica BL.) DENGAN BAHAN DASAR DESINFEKTAN

Agus Ismanto, Mohamad Iqbal

Sari


Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari perubahan warna alami kayu jamuju (Podocarpus imbricatus) dan kisampang (Evodia aromatica BL.) sebelum dan sesudah perlakuan karena pengaruh suhu, kelembaban, dan panas. Pencegahan perubahan warna dilakukan secara kimia dengan menggunakan antiseptik yang mengandung bahan aktif benzalkonium klorida (formula C), kresol atau asam kresilat (formula D) dan metilena bis tiosianat (MBT sebagai pembanding) baik pada dolok yang dikuliti maupun tidak dikuliti serta pada kayu gergajian. Hasil pengujian efikasi MBT pada kayu gergajian jamuju dan kisampang, serta formula C pada kayu kisampang mampu mencegah jamur biru dengan masa proteksi empat minggu. Hasil pengukuran kecerahan warna kayu jamuju pada bagian yang diserut berkisar antara 35,22 (MBT Bawah atap)-45,22 (C AC) dan pada bagian yang tidak diserut berkisar antara 10,62 (C Luar)-37,14 (K AC). Sedangkan pengukuran kecerahan warna pada kayu kisampang yang diserut berkisar antara 45,04 (C AC)-53,42 (K Luar) dan yang tidak diserut berkisar antara 8,24 (MBT Luar)-46,66 (K AC) dari nilai kecerahan standar 73,5. Hasil pengukuran total variasi warna E* kayu kisampang pada bagian diserut berkisar antara 8,80 (K Luar)-22,56 (K Bawah atap) dan pada bagian tidak diserut berkisar antara 21,57 (D AC)-40,19 (C Luar). Sementara E* pada kayu jamuju pada bagian diserut antara 20,49 (MBT Luar)-25,65 (D AC) dan pada bagian tidak diserut antara 23 (C AC)-41,02 (C Luar).


Kata Kunci


Jenis kayu, kecerahan, warna

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Balfas. 1998. Penanggulangan Warna pada Kayu (Tusam, Karet, dan Ramin) untuk Furniture dan Bangunan. Di dalam: Prosiding Ekspose Hasil-hasil Penelitian, AEK Nauli: BPK Pematang Siantar, 1998. hlm 75-81.

Barly; A. Ismanto; D. Martono & Abdurachman. 2012. Pengawetan Warna Kayu Tusam (Pinus merkusii) dan Pulai (Alstonia sp.) dengan Menggunakan Bahan Dasar Disinfektan. Jurnal Penelitian Hasil Hutan, 30 (2) : 156.

Boyce JS. 1961. Forest Pathology. 3rd Ed. McGraw-Hill Book Company. New York.

Darma, I.G.K. Tapa. 2004. Blue Stain, Perusak Warna Kayu. Makalah Pribadi Falsafah Sains (PPS 702) Institut Pertanian Bogor.

Dubey, M. K., S. Pang & J.Walker 2010. Color and dimensional stability of oil heat-treated Radiata Pinewood after accelerated UV weathering. Forest Prod. J. 60(5): 453-459.

Ginanjar, R. R. 2011. Sifat dan Jadwal Pengeringan Tiga Jenis Kayu Rakyat (Altingia excelsa, Quercus spp, dan Podocarpus imbricatus). [skripsi]. Bogor: Fakultas Kehutanan. Institut Pertanian Bogor.

Gunter, K. 1986. Experimental Techniques and Practical Application. Hauser Publishers, Munich, Vienna New York.

Herawati, E. 2005. Warna alami kayu. E-USU Repository @ 2005. Universitas Sumatera Utara. [Diakses pada Tanggal 4 April 2013].

Martawijaya, A dan D. Martono. 1983. Dichlofluanid sebagai Pestisida untuk Proteksi Papan Ramin teRhadap Jamur Biru. Prosiding Pertemuan Ilmiah Pengawetan Kayu. Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan Jakarta.

Martono. 2005. Pola serangan dan cara pencegahan jamur biru Prosiding Seminar Hasil Penelitian Hasil Hutan, Puslitbang Teknologi Hasil Hutan, Bogor 30 Nopember 2005.

Smith, R. 1977. Wood Decayed Fungi and It’s Prevention. Risborough Research Laboratory. Princetown, London.

Snedecor, G.W. and W.G. Cochran. 1980. Statistical Methods. Fifth edition. Iowa State Univ. Press. Ames, Iowa.

UNEP. 1994. Environment aspect of Industrial Wood Preservation. A technical Guide. Technical Report Series No.20 UNEP IE/PAS. Paris.




DOI: https://doi.org/10.20886/jphh.2013.31.3.213-220

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


JURNAL PENELITIAN HASIL HUTAN TERINDEKS DI:

Lebih banyak...


Copyright © 2015 | Jurnal Penelitian Hasil Hutan (JPHH, Journal of Forest Products Research)
eISSN : 2442-8957, pISSN : 0216-4329
JPHH is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.