KEAWETAN LIMA PULUH JENIS KAYU TERHADAP UJI KUBURAN DAN UJI DI LAUT

Mohammad Muslich, Sri Rulliaty

Sari


Lima puluh jenis kayu yang berasal dari beberapa daerah di Indonesia untuk diuji sifat ketahanannya terhadap uji kuburan dan di laut. Contoh uji kayu berukuran 60x5x5 cm dipasang di digunakan dalam uji kuburan. Contoh uji lain berukuran 30x5x2,5 cm dipasang di perairan Pulau Rambut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketahanan alami kayu pada uji kuburan berbeda dengan ketahanan kayu yang diuji di laut. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa dari 50 jenis kayu tersebut tidak ada satupun yang tahan terhadap serangan rayap. Empat puluh tujuh jenis kayu (94%) mendapat serangan rayap. Sementara, satu jenis yaitu Blumeodendron tundifoliu diserang oleh jamur dan lima jenis lainnya yaitu Erythrina fusca, Litsea roxburghii, Myristica subaculata, Stercularia oblongatadan Trichodenia philippinensis diserang oleh kombinasi rayap dan jamur. Keenam jenis kayu tersebut termasuk dalam kategori kelas awet V. Hasil pengujian kuburan menunjukkan bahwa 28 jenis (56%) termasuk kelas awet V, 15 jenis (30%) kelas awet IV, dan 7 jenis (14%) kelas III. Sedangkan hasil pengujian di laut menunjukkan bahwa sebagian besar contoh uji diserang oleh penggerek kayu di laut. Tiga puluh dua jenis kayu (64%) termasuk kelas awet V, 12 jenis (24%) kelas awet IV, 4 jenis (8%) kelas awet III. Sisanya dua jenis (4%) termasuk kelas awet II, yaitu Azadirachta indica dan Parinari corymbosa. Penggerek yang menyerang contoh uji yaitu Martesia striata dari famili Pholadidae; Teredo bartschi, Dicyathifer manni, dan Bankia ceba dari famili Teredinidae.


Kata Kunci


Ketahanan, jenis kayu, uji kuburan, penggerek kayu di laut

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan. 1991. Arboretum Pusat dan Pengembangan Hutan. Badan Litbang Kehutanan, Bogor.

________, 1994. Kebun Percobaan Cikampek. Badan Litbang Kehutanan, Bogor.

Bianchi, A.T.J. 1932. The resistance of some Netherlands East Indian Timbers against the attack of shipworms (Teredo). Fith Pacific Congress, Canada.

Chiu, S.F. 1988. Recent advances in research on botanical insecticides in China. South China Agricultural University. Guangzhou. pp. 69-77.

Findlay, W.P.K. 1985. Timber pests and diseases. Pergamon press. Ltd. First edition, Italy-SAIPEM Cassino Rome. Pp. 106-127.

Martawijaya, A.1996. Petunjuk teknis keawetan kayu dan faktor yang mempengaruhinya. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan dan Sosial Ekonomi Kehutanan. Bogor.

________. 1994. Keawetan beberapa jenis kayu daun jarum Indonesia. Laporan No. 7. Lembaga Penelitian Hasil Hutan Bogor.

Muslich, M dan G. Sumarni. 1987. Pengaruh salinitas terhadap serangan penggerek kayu di laut pada beberapa jenis kayu. Jurnal Penelitian Hasil Hutan Bogor, 4(2): 46-49.

_______.2005. Keawetan 200 jenis kayu Indonesia terhadap penggerek di laut. Jurnal Penelitian Hasil Hutan (23)3: 163-176. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan, Bogor.

_______. 2006. Keawetan 25 jenis kayu Dipterocarpaceae terhadap penggerek kayu di laut. Jurnal Penelitian Hasil Hutan (24)3: 191-200 Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan, Bogor.

_______. 2008. Kelas awet 25 jenis kayu andalan setempat Jawa Barat dan Jawa Timur terhadap penggerek kayu di laut. Jurnal Penelitian Hasil Hutan (26)1: 70-80 Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan, Bogor.

Muslich, M dan Rulliaty, S. 2011. Kelas awet 15 jenis kayu andalan setempat terhadap rayap kayu kering, rayap tanah dan penggerek di laut. Jurnal Penelitian Hasil Hutan (29)1: 70-80 Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan, Bogor.

Oey D. S.. 1990. Berat jenis dari jenis-jenis kayu Indonesia dan Pengertian beratnya kayu untuk keperluan praktek. Pengumuman No. 13. Pusat Penelitian dan pengembangan Hasil Hutan, Bogor.

Ruskin, F.R. 1993. Neem: a tree for solving global problems. National Academy Press. Washington, D.C.

Senrayan, R. 1997. Prospects and challenges in production and use of neem pesticides. Proc. National conference on pesticides with emphasis on neem, 24-25 November 1997. Surabaya Indonesia.

Standar Nasional Indonesia. 2006. SNI 01-7207-2006. Uji ketahanan kayu dan produk kayu terhadap organisme perusak kayu. Badan Standardisasi Nasional (BSN). Jakarta.

Sudarmadji, D. 1999. Mimba, insektisida alami. Trubus. Thn IV, no.44, hal 20-21.

Supriana, N. 1999. Rayap dan kayu. Orasi Pengukuhan Ahli Peneliti Utama. Badan Litbang Kehutanan dan Perkebunan, Jakarta.

______, dan P.E. Howse. 1982. Termite Resistance of twenty eight Indonesian timbers. The 13¬ th Anual Meeting of the International Research Group on Wood Preservation, Izmir, Turkey.

Sumarni, G. dan A. Ismanto. 1988. Intensitas serangan dan komunitas rayap tanah di kecamatan Cikampek. Jurnal Penelitian Hasil Hutan 5(4): 211-215. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan, Bogor.

_______ dan H. Roliadi. 2002. Daya tahan 109 jenis kayu Indonesia terhadap rayap tanah (Coptotermes curvignathus Holmgreen). Buletin Penelitian Hasil Hutan (20)3: 177-185. Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Hasil Hutan, Bogor.

Turner, R.D. 1966. A survey and illustrated catalogue of the teredinidae. Harvard University. Cambridge, Mass.

______. 1971. Identification of marine wood-boring mollusks. Marine borers, fungi and fouling organisms of wood. Organisation for Economics Co-operation and Development, Paris.




DOI: https://doi.org/10.20886/jphh.2013.31.4.250-257

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


JURNAL PENELITIAN HASIL HUTAN TERINDEKS DI:

Lebih banyak...


Copyright © 2015 | Jurnal Penelitian Hasil Hutan (JPHH, Journal of Forest Products Research)
eISSN : 2442-8957, pISSN : 0216-4329
JPHH is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.