PENYEMPURNAAN SIFAT PAPAN SERAT BERKERAPATAN TINGGI DARI CAMPURAN RUMPUT GELAGAH, TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT, DAN BAMBU

Dian Anggraini Indrawan, Han Roliadi, Rossi Margareth Tampubolon, Gustan Pari, Adi Santoso, Mohamad Iqbal

Sari


Papan serat hardboard (HB) dari campuran Rumput Gelagah (RG), Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) dan bambu andong berpotensi untuk dikembangkan. Namun, percobaan pendahuluan menunjukkan HB tersebut tidak memenuhi persyaratan produk HB dari Japanese Industrial Standard (JIS) dan International Standard Organization (ISO). Tulisan ini mempelajari modifikasi pembuatan HB agar memenuhi standar produk tersebut. Modifikasi yang dilakukan meliputi penambahan konsentrasi alkali dalam pemasakan pulp dan merubah komposisi perekat. Hasil penelitian menunjukkan kualitas HB modifikasi meningkat dan mampu memenuhi persyaratan standar JIS dan ISO. Campuran serat pulp RG dan bambu andong/betung dimasak dengan konsentrasi alkali 10,5% dan 12% untuk serat dari TKKS. Campuran perekat yang digunakan adalah tannin-resorsinol-formaldehida (TRF), alum (tawas) dan emulsi lilin. Campuran serat yang paling banyak memenuhi standar adalah RG pulp (50%) + TKKS pulp (50%), diikuti RG pulp (100%), TKKS pulp (50%) + pulp bambu andong (50%), RG pulp (50%) + pulp bambu betung (50%). Serat yang masih kurang prospektif (bambu betung) diharapkan dapat diperbaiki melalui penggunaan perekat TRF dalam jumlah lebih banyak, arang aktif berukuran nano dan cross-linking agent.    


Kata Kunci


Hardboard; Rumput Glagah (RG); Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS); bambu; modifikasi

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Anggraini, D., H. Roliadi, R.M. Tampubolon, Gustan Pari, & A. Santoso. (2013). Pembuatan papan serat tipe hardboard dan MDF dari campuran rumput gelagah, tandan kosong kelapa sawit, serat bambu andong, pelepah nipah, dan sabut kelapa. Laporan Hasil Penelitian. Bogor: Pusat Litbang Keteknikan Kehutanan dan Pengolahan Hasil Hutan.

Anggraini, D., H. Roliadi, R.M. Tampubolon, Gustan Pari, & A. Santoso. (2014). Teknologi Penyempurnaan sifat hardboard dan campuran rumput gelagah, tandan kosong kelapa sawit, dan serat bambu (andong/betung). Laporan Hasil Penelitian. Bogor: Pusat Litbang Keteknikan Kehutanan dan Pengolahan Hasil Hutan.

Apriani, Y. (2010). Kemungkinan pemanfaatan kayu mahang sebagai bahan baku alternatif untuk pulp yertas. Buletin Hasil Hutan, 16 (2), 141-149.

BPS. (2013). Statistik Indonesia. Badan Pusat Statistik Jakarta.

Departemen Kehutanan. (2013). Statistik Kehutanan Indonesia. Departemen Kehutanan. Jakarta.

Dransfield, S. & E.A. Widjaja. (1995). Bamboo: Plant Resources of South East Asia No. 7. Bogor: Prosea.

Hussein, A.S., K.I. Ibrahim, & K.M. Abdullah. (2011). Tannin-phenol Formaldehyde Resins as Binders for Cellulosic Fibers: Mechanical Properties. Natural Resources, (2), 98-101. Polymer Research Center, University of Basrah; State Company for Petrochemical Industries, Basrah, Iraq, www.scirp.org/ journal/paperdownload.aspx?paperid=5262, diakses 12 Oktober 2012.

ISO. (2013). ISO/DIS 27769-2, Wood-based panels – Wet process fiberboard, part 1: Specification; and ISO/DIS 16895-2 and 27769-1, Wood based panels – Dry process fiberboard and wet process fiberboard: Requirements. SC/TC 89/SC1. Geneva, Switzerland.

JIS A 5905. (2003). Japanese Industrial Standard (JIS): Fiberboard. Tokyo, Japan.

SAS. (2007). SAS (Statistical Analysis System) Guide for Personal Computers, Version 6 Edition. SAS Institute Inc. Cary, NC. 27512-8000.

TAPPI. (2010). Technical Association of the Pulp and Paper Industry (TAPPI)'s Test Methods. TAPPI Press. Atlanta, Georgia.

KOMPAS. (2014). Produsen sawit dorong percepatan CPO. Harian Kompas, tanggal 15 November 2014, hal 13. Kompas. Jakarta.

KOMPAS. (2013). Menjaga hutan bambu demi mata air. Harian Kompas, tanggal 9 Mei 2013, hal 16. Jakarta.

KOMPAS. (2013). CPO kian sulit bersaing: Bea keluar 9% untuk bulan Februari. Harian Kompas, tanggal 1 Februari 2013. Jakarta

KOMPAS. (2012). Data hutan: Laju deforestasi hutan 0,5 juta hektar. Lingkungan. Harian Kompas, tanggal 9 Mei 2012. Jakarta.

Madsen, B. & E.K. Gamstedt. (2013). Wood versus Plant Fibers: Similarities and Differences in Composite Applications. Advances in Materials Science and Engineering. Volume 2013 (2013), Article ID 564346, 14 pages http://dx.doi.org/10.1155/2013/564346. Morrison, D.F. (2003). Multivariate Statistical Methods. Second ed. New York – London – Tokyo – Toronto: McGraw-Hill Book Co.

Ott, R.L. (1994). An Introduction to Statistical Methods and Data Analysis. Belmont, CA. USA: Duxbury Press.

Pari, G., T. Widywati, & M. Yoshida. (2009). Mutu arang aktif dan serbuk gergaji kayu. Jurnal Penelitian Hasil Hutan, 27 (4), 381-398.

Saptadi, D. (2009). Kualitas papan isolasi dari campuran kayu amngium dan arang. Jurnal Penelitian Hasil Hutan, 27 (4), 291-302.

Silitonga, T., R.M. Siagian, & A. Nurachman. (1972). Cara pengukuran dimensi serat kayu dan bahan berligno-selulosa lain di Lembaga Penelitian Hasil Hutan (LPHH). Publikasi khusus No. 12. LPHH. Bogor.




DOI: https://doi.org/10.20886/jphh.2015.33.3.193-214

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


JURNAL PENELITIAN HASIL HUTAN TERINDEKS DI:

Lebih banyak...


Copyright © 2015 | Jurnal Penelitian Hasil Hutan (JPHH, Journal of Forest Products Research)
eISSN : 2442-8957, pISSN : 0216-4329
JPHH is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.