KUALITAS PAPAN LAMINA DENGAN PEREKAT RESORSINOL DARI EKSTRAK LIMBAH KAYU MERBAU

Adi Santoso, Gustan Pari, Jasni Jasni

Abstract


Komponen kimia polifenol yang diekstrak dari kayu merbau (Intsia spp.) memiliki afinitas yang kuat terhadap resorsinol dan formaldehida dalam kondisi basa, membentuk suatu kopolimer yang dapat digunakan sebagai perekat. Tulisan ini menyajikan penggunaan perekat resorsinol dan ekstrak cair kayu merbau yang mengandung senyawa polifenol yang dikopolimerisasi dengan formaldehida sebagai perekat kayu lamina. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kopolimerisasi ekstrak cair limbah kayu merbau menghasilkan resin berbobot molekul 49.658, yang dapat digunakan sebagai perekat dalam pembuatan papan lamina untuk lantai berupa 3 ply-1strip flooring parquet dengan 7 (tujuh) jenis kayu, yaitu: sungkai, karet, kempas, merbau, mangium, mahoni dan sengon. Kualitas perekatan dan sifat mekanik produk tersebut sebanding dengan produk sejenis berperekat impor serta tergolong tipe eksterior sangat rendah emisi formaldehida katagori E0 atau F****.


Keywords


Perekat; ekstrak kayu merbau; resorsinol; kopolimer; papan lamina

References


Akzonobel. (2001). Synteko Phenol-resorcinol Adhesive 1711 with Hardeners 2620, 2622, 2623. Jakarta: Casco Adhesive (Asia).

Badan Standardisasi Nasional (BSN). (1998). Kumpulan SNI Perekat. Jakarta: Badan Standardisasi Nasional.

Badan Standardisasi Nasional (BSN). (2000). Standar Nasional Indonesia: Venir Lamina. SNI-5008.9-2000. Jakarta: Badan Standardisasi Nasional.

Brandt, T.B. (1953). Mangrove Tannin-Formaldehyde Resins as Hot-Press Plywood Adhesive. Pengumuman No. 37. Bogor: Balai Penyelidikan Kehutanan.

Donegan, V., Fantozzi J., Jourdain C., Kersell K., Migdal A., Springate R. & Tooley J. (2007). Understanding extractive bleeding. Diakses dari http://www.calredwood.org/ref/pdf/extract.pdf.

Fengel, D dan G. Wegener. (1995). Kayu: Kimia, Ultrastruktur dan Reaksi-reaksi. Terjemahan oleh H. Sastrohamidjojo. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Field LD, S Sternhell and J R Kalman. (2008). Organic Structures from Spectra. Fourth Edition. West Sussex, England: John Wiley & Sons Ltd.

Japanese Agricultural Standard [JAS]. (2003). Japanese Agricultural Standard for Structural Glued Laminated Timber. Tokyo: Japanese Plywood Inspection Corporation (JPIC).

Muthmainnah. (2011). Pembuatan Cross Laminated Timber (CLT) dari Kayu Sengon dan Kecapi. (Master Thesis). Sekolah Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Sadiyo, S. (1989). Pengaruh kombinasi jenis kayu dan jenis perekat terhadap sifat fisis dan mekanis panel diagonal lambung kapal. (Master Thesis). Sekolah Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Santoso, A. (2003). Sintesis dan pencirian resin lignin resorsinol formaldehida untuk perekat kayu lamina. (Disertasi). Sekolah Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Santoso, A. (2011). Tanin dan lignin dari Acacia mangium Willd. sebagai bahan perekat kayu majemuk masa depan. Orasi pengukuhan profesor riset bidang pengolahan hasil hutan, 25 Oktober 2011 Jakarta: Badan Litbang Kehutanan, Kementerian Kehutanan.

Santoso A, Hadi YS & Malik J. (2012). Tannin Resorcinol Formaldehyde as Potential Glue for Manufacturing Plybamboo. Journal of Forestry Research, 9 (1), 1-6.

Sudjana. (2002). Desain dan Analisis Eksperimen. Bandung: Tarsito.

Supartini. (2012). Karakteristik Cross Laminated Timber dari Kayu Cepat Tumbuh dengan Jumlah Lapisan yang Berbeda. (Master Thesis). Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor, Bogor.




DOI: https://doi.org/10.20886/jphh.2015.33.3.253-260

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


JURNAL PENELITIAN HASIL HUTAN INDEXED BY:

More...


Copyright © 2015 | Jurnal Penelitian Hasil Hutan (JPHH, Journal of Forest Products Research)
eISSN : 2442-8957, pISSN : 0216-4329
JPHH is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.