KUALITAS ARANG 6 JENIS KAYU ASAL JAWA BARAT SEBAGAI PRODUK DESTILASI KERING

Novitri Hastuti, Gustan Pari, Dadang Setiawan, Mahpudin Mahpudin, Saepuloh Saepuloh

Abstract


Enam jenis kayu asal Jawa Barat yaitu ki hiur (Castanopsis acuminatissima A.DC.), tunggeureuk (Castanopsis tunggurut), huru pedes (Cinnamomum iners Reinw.Ex Bl.), huru koja (Litsea angulata Bl.), ki kanteh (Ficus nervosa Heyne)  dan kelapa ciung(Horsfieldia glabra Warb) di destilasi kering pada suhu 450°C -500°C selama 5 jam di retort destilasi. Destilat dari destilasi kering berupa arang, ter dan asap cair dihitung rendemennya. Hasil penelitian menunjukkan kualitas arang dari 6 jenis kayu memenuhi standar Indonesia tentang arang kayu dan briket arang kayu dengan nilai kalor berkisar 6743-6795 kal/g, kadar karbon terikat berkisar 79,42%-82,37%. Rendemen arang berkisar 27,43%-33.55%.  Hasil analisis korelasi Pearson atas kadar lignin dan berat jenis kayu terhadap nilai kalor arang menunjukkan bahwa kadar lignin memiliki korelasi yang signifikan terhadap nilai kalor arang. 


Keywords


Kayu; destilat; destilasi kering; arang

References


Alpian, T. A., Prayitno, J.P.G., Sutapa&Budiadi. (2011). Kualitas arang kayu gelam (Melaleuca cajuputi) (Quality of charcoal made from gelam wood (Melaleuca cajuputi)). Jurnal Ilmu dan Teknologi Kayu Tropis,9(2),141-152.

[ASTM]. American Standard for Testing Material. (1998). Standard Test Method for Gross Calorific Value of Coal andCoke by the Adiabatic Bomb Calorimeter. In: Annual Book of ASTMStandards, Section 5, Vol. 05.05. West Conshohocken: ASTM

Bowyer, J.L., R. Shmulsky & J.G., Haygreen. (2007). Forest Products & Wood Science: An Introduction. Iowa State Press. Ames. (5th Edition).

Braadbaart, F & I. Poole. (2008). Morphological, chemical and physical changes during charcoalification of wood and its relevance to archeological contexts. Journal of Archeological Science,35 (9), 2434-2445. Elsevier

____________________, Huisman, D.J.H., van Os, B. (2012). Fuel, Fire and Heat: an experimental approach to highlight the potential of studying ash and char remains from archaeological contexts. Journal of Archeological Science, 39 (4),836-847

Cahyono, T.D., Z. Coto & F. Febrianto. (2008). Analisis nilai kalor dan kelayakan ekonomis kayu sebagai bahan bakar substitusi batu bara di pabrik semen. Forum Pascasarjana,31(2),105-116.

Dwiprabowo, H. (2010). Kajian kebijakan kayu bakar sebagai sumber energi di pedesaan pulau jawa. Jurnal Analisis Kebijakan Kehutanan, 7(1),1-11.

[FAO]. (2014). Chapter 2. Wood carbonisation and the products it yields. FAO Corporate Document Repository. [terhubung berkala]. http://www.fao.org/docrep/X5555E/x5555e03.htm

Hendra, D. (2007). Pembuatan arang aktif dari limbah pembalakan kayu puspa dengan teknologi produksi semi pilot. Jurnal Penelitian Hasil Hutan,25(2), 93-107.

Irianto, A. (2009). Statistik Konsep Dasar dan Aplikasinya. Jakarta: Prenada media group.

Jamilatun, S. (2008). Sifat-sifat penyalaan dan pembakaran briket biomassa, briket batu bara dan arang kayu. Jurnal Rekayasa Proses,2 (2),37-40.

Komarayati, S., Gusmailina &G.Pari. (2011). Produksi cuka kayu hasil modifikasi tungku arang terpadu. Jurnal Penelitian Hasil Hutan,29 (3),234-247.

Lewandowski, M., & E., Milchert. (2011). Modern technology of dry distillation of wood. Chemik,65 (12),1301-1308.

Maciulaitis, R., A. Jefimovas & P. Zdanevicius. (2012). Research on natural wood combustion and charring processes. Journal of Civil Engineering and Management,18 (5), 631-641.

Pari, G., D., Setiawan & Mahpudin. (1996). Hasil destilasi kering 10 jenis kayu dari nusa tenggara barat. Buletin Penelitian Hasil Hutan, 14 (8), 12-18.

Pereira, B.L.C., A.C. Oleivera, A.M.M.L Carvalho, A.C.O. Carneiro, L.C. Santos, B.R. Vital. (2012). Research Article: Quality of wood and charcoal from eucalyptus clones for ironmaster use. International Journal of Forestry Research,Vol 2012, Article ID 523025, 1-8.

[PTPSE]. Pusat Teknologi Pengembangan Sumberdaya Energi. (2013). Outlook Energi Indonesia 2013: Pengembangan Energi dalam Mendukung Sektor Transportasi dan Industri Pengolahan Mineral. Jakarta: Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi.

Santos, R.C.D.,Carneiro, A.D.C.O, Castro, A.F.M. (2011). Correlation of quality parameters of wood and charcoal of clones of eucalyptus. Forest Sciences 90, 221-230.

Seng, O.J. (1990). Berat Jenis dari Jenis-Jenis Kayu Indonesia dan Pengertian Beratnya Kayu untuk Keperluan Praktek: 12-18. Bogor: Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan.

Sjostrom, E. (1993). Kimia kayu, dasar-dasar dan penggunaannya edisi kedua. Hardjono Sastrohamidjojo, penerjemah. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Terjemahan dari: Wood chemistry, basics and its uses.

[SNI] Standar Nasional Indonesia.(1989). SNI 01-1303-1989 : Cara uji kadar holoselulosa kayu. Jakarta: Dewan Standardisasi Nasional.

[SNI] Standar Nasional Indonesia.(1989). SNI 01-1683-1989: Arang kayu. Jakarta: Dewan Standardisasi Nasional.

[SNI] Standar Nasional Indonesia. (1989). SNI 01-1506-1989: Arang kayu peleburan logam. Jakarta: Dewan Standardisasi Nasional.

[SNI] Standar Nasional Indonesia. (1989). SNI 14-0492-1989 : Cara uji kadar lignin pulp dan kayu (Metoda Klason). Jakarta :Dewan Standardisasi Nasional.

[SNI]. Standar Nasional Indonesia. (1996). SNI 06-4369-1996: Bubuk arang tempurung kelapa. Jakarta: Dewan Standardisasi Nasional.

[SNI]Standar Nasional Indonesia.(2000).SNI 01-6235-2000: Briket arang kayu. Jakarta: Badan Standardisasi Nasional.

Wise, L.E. (1994). Wood Chemistry. New York: Reinhold Publisher Corporation

Zheng, J.L., Zhu, X.F., Guo, Q.X., Zhu,Q.S. (2006). Thermal conversion of rice husks and sawdust to liquid fuel. Waste Management (26), 1430-1435




DOI: https://doi.org/10.20886/jphh.2015.33.4.337-346

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


JURNAL PENELITIAN HASIL HUTAN INDEXED BY:

More...


Copyright © 2015 | Jurnal Penelitian Hasil Hutan (JPHH, Journal of Forest Products Research)
eISSN : 2442-8957, pISSN : 0216-4329
JPHH is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.