POTENSI PENGEMBANGAN TANAMAN ASLI SETEMPAT DALAM SISTEM AGROFORESTRI: STUDI KASUS DI DESA T’EBA KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA, PROVINSI NTT

Hery Kurniawan, Eko Pujiono

Abstract


Cendana (Santalum album Linn.), gaharu (Gyrinops veerstegii (gilg.) Domke) dan kayu papi (Exocarpus latifolia R.Br.) merupakan tanaman asli Nusa Tenggara Timur yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Desa T’eba merupakan salah satu desa di Kabupaten TTU yang memiliki sejarah potensi jenis cendana dan kayu papi. Sementara jenis gaharu merupakan jenis introduksi yang menunjukkan pertumbuhan cukup bagus di Desa T’eba. Sayangnya, potensi pengembangan ketiga jenis ini di Desa T’eba belum banyak diungkap dalam bentuk laporan penelitian atau publikasi lainnya. Melalui metode wawancara terstruktur dan survei lapangan,penelitian ini mencoba menganalisa potensi pengembangan tanaman asli tersebut dalam system agroforestri. Hasil kajian menunjukkan bahwa secara umum potensi pengembangan untuk ketiga jenis ini dengan pola agroforestri adalah tinggi, terutama dilihat dari aspek kesesuaian lahan dan tingkat penerimaan sosial masyarakat, serta manfaat ekonomi yang akan diperoleh. Hasil ini dapat dimanfaatkan oleh pihak terkait dalam merumuskan rencana atau strategi pengembangan system agroforestry, terutama terkait dengan kebijakan pemilihan jenis tanaman.


Keywords


tanaman asli NTT, cendana, gaharu, kayu papi, system agroforestry, tingkat penerimaan masyarakat

Full Text:

PDF

References


Anonim. 2014. Profil Desa T’eba tahun 2014. Pemerintah Desa T’eba, Kecamatan Biboki Tanpah, Kabupaten TTU.

Asian Regional Workshop (Conservation & Sustainable Management of Trees, Viet Nam, August 1996).(1998). Santalum album. In: IUCN 2013. IUCN Red List of Threatened Species. Version 2013.2. . Downloaded on 08 May 2014.

Banjarnahor, D., 2016. TIPOLOGI RUMAH TANGGA TANI SEBAGAI TITIK MASUK PERTANIAN KONSERVASI: STUDI KASUS DI SEMI-RINGKAI TANZANIA. Jurnal Pertanian Tropik, 3(2), pp.100–108.

Bano Et, H.H., 2001. Makalah kajian. Berita Biologi, Volume 5,(Masalah Cendana NTT), pp.469–475.

Elizabeth, R., 2007. FENOMENA SOSIOLOGIS METAMORPHOSIS PETANI : KE ARAH KEBERPIHAKAN PADA MASYARAKAT PETANI DI PEDESAAN YANG TERPINGGIRKAN TERKAIT KONSEP EKONOMI KERAKYATAN Socio-Metamorphosis Phenomenon of Farmers : Towards the Favor of Disadvantage Farmer ’ s Community in R. Forum Penelitian Agro Ekonomi, 25(1), pp.29–42.

Hendrisman, M., Sosiawan, H. & Irianto, G., 2001. KAJIAN EVALUASI LAHAN UNTUK PENGEMBANGAN CENDANA DINUSA TENGGARA TIMUR. Berita, Volume 5,(Nomor 5), pp.599–603.

Kurniawan, H., 2012. STRATA TAJUK DAN KOMPETISI PERTUMBUHAN CENDANA ( Santalum album Linn .) DI PULAU TIMOR ( Crown Stratum and Growth Competition of Cendana ( Santalum album Linn .) in Timor Island ) Plan Pengembangan dan Pelestarian Cendana Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahu. Jurnal Penelitian Kehutanan Wallacea, Vol.1 No.2, pp.103–115.

Kurniawan, H., Soenarno & Prasetyo, N.A., 2013. KAJIAN BEBERAPA ASPEK EKOLOGI CENDANA ( Santalum album Linn.) PADA LAHAN MASYARAKAT DI PULAU TIMOR ( Some Aspects of Ecology of Cendana ( Santalum album Linn.) on Private Lands in Timor Island ) * Hery Kurniawan 1 , Soenarno 2 , dan/ and Nurhuda Adi Prase. Penelitian Hutan dan Konservasi Alam, Vo. 10 No., pp.33–49.

Lassa, J.A., 2009. Memahami Kebijakan Pangan dan Nutrisi Indonesia : Studi Kasus Nusa Tenggara Timur 1958-2008. Journal of NTT Studies, 1((1)), pp.28–45.

Leakey, R.R.B. et al., 2012. Tree Domestication in Agrofrestry: Progress in The Second Decade (2003-2012). In D. Nair, P.K., Garrity, ed. Agroforestry – The Future of Global Land Use. USA: Springer, pp. 145–173.

Leki, S., 2010. Kajian Kebijakan Pertanian dalam Memenuhi Kebutuhan Dasar Penduduk di NTT W. Adiningtyas, ed., Kupang. Available at: www.perkumpulanpikul.or.id.

Maguantara, Y.N., 2005. PEMBENAHAN TATA PRODUKSI PERTANIAN PANGAN: STRATEGI DAN PRAKTIK MENUJU KEDAULATAN PETANI. Jurnal Analisis Sosial, 10(1), pp.43–66.

McWilliam, A., 2005. Haumeni , Not Many : Renewed Plunder and Mismanagement in the Timorese Sandalwood Industry. Modern Asian Studies, 39(2), pp.285–320.

Ngongo, Y. & Marawali, H.H., 2016. SISTEM PERTANIAN LAHAN PEKARAGAN MENDUKUNG KETAHANAN PANGAN DAERAH SEMI-ARID : Kasus Kawasan Rumah Pangan Lestari di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Jurnal Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian, 18, No.3, pp.291–302.

Njurumana, G.N., Hidayatullah, M. & Tigor Butarbutar Balai Penelitian Kehutanan Kupang, A., 2008. KONDISI TANAH PADA SISTEM KALIWU DAN MAMAR DI TIMOR DAN SUMBA (Condition of Soil at Mamar and Kaliwu System In Timor and Sumba). Info Hutan, V No.1, pp.45–51.

Priyanto, D. & Diwyanto, K., 2014. Pengembangan pertanian wilayah perbatasan Nusa Tenggara Timur dan Republik Demokrasi Timor Leste. Pengembangan Inovasi Pertanian, 7(4), pp.207–220.

Rajati, T. et al., 2006. OPTIMALISASI PEMANFAATAN LAHAN KEHUTANAN DALAM KESEJAHTERAAN SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT DESA SEKITAR HUTAN : Studi Kasus di Kabupaten Sumedang ( The Optimization of Forest Land Utilization to Improve Environment Quality and People Welfare Surrounding The F. Jurnal Manajemen Hutan Tropika, XII(1), pp.38–50.

Saparita, R., 2005. PERKEMBANGAN KOMERSIALISASI PERTANIAN DI INDONESIA DAN PROYEKSINYA 2005-2050. AGRISEP, Vol.4 No., pp.1–16.

Sumanto, S.E., Sutrisno, E. & Kurniawan, H., 2011. ANALISIS KEBIJAKAN DAN STRATEGI LITBANG KEHUTANAN DALAM PENGEMBANGAN CENDANA DI NUSA TENGGARA TIMUR (Policy Analysis and Forestry Research Strategy on Sandalwood Development in East Nusa Tenggara). Jurnal Analisis Kebijakan Kehutanan, Vol. 8(No. 3), pp.189–209.

Sutoro, 2015. Determinan Agronomis Produktivitas Jagung ( The Agronomic Factors Determining Maize Productivity ). Iptek Tanaman Pangan, 10(1), pp.39–46.

Wawo, A.H., Syarif, F. & Budiardjo, 2008. PERANAN POHON INDUK DAN PENGARUH PEMUPUKAN DAUN TERHADAP POLA PERTUMBUHAN SEMAI CENDANA (Santalum album L.). Penelitian Hayati, 14, pp.55–61.

Widiyanti, M.P. et al., 2013. Pengelolaan Cendana di Desa Asumanu, Kecamatan Raihat, Kabupaten Belu, Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). In Pengelolaan Cendana di Desa Asumanu, Kecamatan Raihat, Kabupaten Belu, Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Semarang: Program Studi Lingkungan UNDIP, pp. 13–18.

Wijayanto, N. & De Araujo, J., 2011. Pertumbuhan Tanaman Pokok Cendana (Santalum album Linn.) pada Sistem Agroforestri di Desa Sanirin, Kecamatan Balibo, Kabupaten Bobonaro, Timor Leste Growth. Jurnal Silvikultur Tropika, 3(1), pp.119–123.

Yanti, R., 2012. Pendekatan Ekosistem Wanatani Semi Arid Khatulistiwa dalam Pengelolaan Pertanian Berkelanjutan (di Kecamatan Amarasi, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur). Universitas Indonesia.

Zypchyn, K., 2012. Getting Back to the Garden: Reflections on gendered behaviours in home gardening. Earth Common Journal, 2(1), p.19. Available at: https://journals.macewan.ca/index.php/earthcommon/article/view/60.




DOI: https://doi.org/10.20886/jpkf.2018.2.2.71-88

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright©2018 | Jurnal Penelitian Kehutanan Faloak (JPKF)

eISSN : 2579-5805, pISSN : 2620-617X
JPKF is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 

Jurnal Penelitian Kehutanan FALOAK indexed By: