POLA HUJAN DI BAGIAN HULU DAERAH ALIRAN SUNGAI BENGAWAN SOLO DALAM PERENCANAAN PEMANFAATAN SUMBER DAYA AIR (Rainfall pattern for water resources utilization planning in the upperstream of Bengawan Solo Watershed)

Diah Auliyani, Nining Wahyuningrum

Abstract


Informasi mengenai fluktuasi hujan sangat penting terutama bagi masyarakat lokal yang masih bergantung pada sumberdaya alam. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pola hujan di bagian hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Solo. Informasi ini dapat digunakan sebagai dasar dalam perencanaan pemanfaatan sumberdaya air. Data curah hujan tahun 1990-2016 dari 14 stasiun penakar hujan dianalisis secara deskriptif untuk mengetahui fluktuasi hujan dan pergeseran musim. Curah hujan tahunan di hulu DAS Bengawan Solo bervariasi antara 1.433,5 mm hingga 3.231,2 mm dengan rerata mencapai 2.224,6 mm. Tidak terjadi perubahan awal musim hujan maupun musim kemarau, namun demikian durasi musim hujan mengalami peningkatan dari 7 bulan (Oktober-April) pada periode 1990-1998 dan 1999-2007, bertambah menjadi 8 bulan (Oktober-Mei) pada periode 2008-2016. Sebesar 90% curah hujan terkonsentrasi pada musim hujan. Pemanenan air hujan dapat dilakukan untuk mengurangi runoff di musim hujan sekaligus sebagai upaya penyediaan sumberdaya air di musim kemarau.


Keywords


Curah hujan; Pergeseran musim; Sumberdaya air; Bengawan Solo

References


Adger, W. N., Huq, S., Brown, K., Conwaya, D., & Hulmea, M. (2003). Adaptation to climate change in the developing world. Progress in Development Studies, 3(3), 179–195. https://doi.org/10.1191/1464993403ps060oa

Adi, R. N. (2009). Pembuatan peta tingkat kerawanan banjir sebagai salah satu upaya mengurangi tingkat kerugian akibat bencana banjir. Ekspose Hasil Litbang Teknologi Pengelolaan DAS Dalam Upaya Pengendalian Banjir Dan Erosi-Sedimentasi, 283–291.

Alam, M. M., Toriman, M. E., Siwar, C., & Talib, B. (2011). Rainfall variation and changing pattern of agricultural cycle. American Journal of Environmental Sciences, 7(1), 82–89. https://doi.org/10.3844/ajessp.2011.82.89

Aldrian, E., & Djamil, Y. S. (2008). Spatio-temporal climatic change of rainfall in East Java. International Journal of Climatology, 28, 435–448. https://doi.org/10.1002/joc.1543

Aldrian, E., & Susanto, R. D. (2003). Identification of three dominant rainfall regions within Indonesia and their relationship to sea surface temperature. International Journal of Climatology, 23(12), 1435–1452. https://doi.org/10.1002/joc.950

Amri, M. R., Yulianti, G., Yunus, R., Wiguna, S., Adi, A. ., Ichwana, A. ., Randongkir, R. ., & Septian, R. . (2016). Risiko bencana Indonesia (R. Jati & M. . Amri (eds.)). Badan Nasional Penanggulangan Bencana.

Arnaud, P., Bouvier, C., Cisneros, L., & Dominguez, R. (2002). Influence of rainfall spatial variability on flood prediction. Journal of Hydrology, 260, 216–230. https://doi.org/10.1016/S0022-1694(01)00611-4

Auliyani, D., & Wijaya, W. W. (2017). Perbandingan prediksi hasil sedimen menggunakan pendekatan model universal soil loss equation dengan pengukuran langsung. Jurnal Penelitian Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (Journal of Watershed Management Research), 1(1), 61–71. https://doi.org/10.20886/jppdas.2017.1.1.61-71

Boissière, M., Locatelli, B., Sheil, D., Padmanaba, M., & Sadjudin, E. (2013). Local perceptions of climate variability and change in tropical forests of Papua, Indonesia. Ecology and Society, 18(4). https://doi.org/10.5751/ES-05822-180413

Chang, J., Guo, A., Wang, Y., Ha, Y., Zhang, R., Xue, L., & Tu, Z. (2019). Reservoir operations to mitigate drought effects with a hedging policy triggered by the drought prevention limiting water level. Water Resources Research. https://doi.org/10.1029/2017WR022090

Fachruddin, Setiawan, B. I., Prastowo, & Mustafril. (2015). Pemanenan air hujan mengunakan konsep Zero Runoff System (ZROS) dalam pengelolaan lahan pala berkelanjutan. Jurnal Teknik Sipil, 22(2), 127–136. https://doi.org/10.5614%2Fjts.2015.22.2.6

Febrianti, N., & Sulma, S. (2013). Analisis kejadian banjir di DAS Bengawan Solo. INDERAJA, IV(6), 38–45. https://www.researchgate.net/publication/323800043_Analisis_kejadian_banjir_di_DAS_Bengawan_Solo

Hermawan, E. (2010). Pengelompokan pola curah hujan yang terjadi di beberapa kawasan Pulau Sumatera berbasis hasil analisis teknik spektral. Jurnal Meteorologi Dan Geofisika, 11(2), 75–85. https://doi.org/10.31172/jmg.v11i2.67

Kementerian PUPR. (2010). Pola pengelolaan sumber daya air di wilayah Sungai Bengawan Solo. Kementerian Pekerjaan Umum dan Permukiman Rakyat. http://sda.pu.go.id/

Lintner, B. R., Biasutti, M., Diffenbaugh, N. S., Lee, J. E., Niznik, M. J., & Findell, K. L. (2012). Amplification of wet and dry month occurrence over tropical land regions in response to global warming. Journal of Geophysical Research Atmospheres, 117(11). https://doi.org/10.1029/2012JD017499

Maarif, S. (2011). Meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengatasi resiko bencana kekeringan. Jurnal Sains Dan Teknologi Indonesia, 13(2), 65–73. https://doi.org/10.29122/jsti.v13i2.886

Mamenun, Pawitan, H., & Sophaheluwakan, A. (2014). Validasi dan koreksi data satelit TRMM pada tiga pola hujan di Indonesia (Validation and correction of TRMM satellite data on three rainfall patterns in Indonesia). Jurnal Meteorologi Dan Geofisika, 15(1), 13–23. https://doi.org/10.31172/jmg.v15i1.169

Mawardi, I. (2010). Kerusakan daerah aliran sungai dan penurunan daya dukung sumberdaya air di Pulau Jawa serta upaya penanganannya. Jurnal Hidrosfir Indonesia, 5(2), 1–11.

Narulita, I., Maria, R., & Djuwansah, R. (2010). Karakteristik curah hujan di Wilayah Pengaliran Sungai (WPS) Ciliwung Cisadane. Riset Geologi Dan Pertambangan, 20(2), 95–110. https://doi.org/10.14203/risetgeotam2010.v20.37

Nugroho, S. P. (2000). Minimalisasi lahan kritis melalui pengelolaan sumberdaya lahan dan konservasi tanah dan air secara terpadu. Jurnal Teknologi Lingkungan, 1(1), 73–82. https://doi.org/10.29122/jtl.v1i1.165

Nuryanto, D. E. (2013). Karakteristik curah hujan abad 20 di Jakarta berdasarkan kejadian iklim global (20th century rainfall characteristic in Jakarta based on global climate events). Jurnal Meteorologi Dan Geofisika, 14(3), 139–147. https://doi.org/10.31172/jmg.v14i3.165

Okpara, J. N., Afiesimama, E. A., Anuforom, A. C., Owino, A., & Ogunjobi, K. O. (2017). The applicability of standardized precipitation index: Drought characterization for early warning system and weather index insurance in West Africa. Natural Hazards, 89(2), 555–583. https://doi.org/10.1007/s11069-017-2980-6

Olanrewaju, R., Ekiotuasinghan, B., & Akpan, G. (2017). Analysis of rainfall pattern and flood incidences in Warri Metropolis, Nigeria. Geography, Environment, Sustainability, 10(4), 83–97. https://doi.org/10.24057/2071-9388-2017-10-4-83-97

Pramono, I. B., & Savitri, E. (2019). Modification method of drought vulnerability at Wonogiri District, Central Java, Indonesia. International Journal of Innovative Technology and Exploring Engineering (IJITEE), 8(6S3), 551–555. https://www.ijitee.org/wp-content/uploads/papers/v8i6s3/F11080486S319.pdf

Setiawan, O. (2012). Analisis variabilitas curah hujan dan suhu di Bali. Jurnal Analisis Kebijakan Kehutanan, 9(1), 66–79.

Spinoni, J., Naumann, G., Carrao, H., Barbosa, P., & Vogt, J. (2014). World drought frequency, duration, and severity for 1951-2010. International Journal of Climatology, 34, 2792–2804. https://doi.org/10.1002/joc.3875

Vernimmen, R. R. E., Hooijer, A., Mamenun, Aldrian, E., & Van Dijk, A. I. J. M. (2012). Evaluation and bias correction of satellite rainfall data for drought monitoring in Indonesia. Hydrology and Earth System Sciences, 16(1), 133–146. https://doi.org/10.5194/hess-16-133-2012

Wahyuningrum, N. (2016). Pengembangan model pendugaan aliran permukaan dan sedimen pada beberapa skenario penggunaan lahan pada Sub DAS Wuryantoro. http://etd.repository.ugm.ac.id/

Wahyuningrum, N., & Basuki, T. M. (2019). Analisis kekritisan lahan untuk perencanaan rehabilitasi lahan DAS Solo bagian hulu. Jurnal Penelitian Pengelolaan Daerah Aliran Sungai, 3(1), 27–44. https://doi.org/10.20886/jppdas.2019.3.1.27-44

Yulistyorini, A. (2011). Pemanfaatan air hujan sebagai alternatif pengelolaan sumberdaya air di perkotaan. Teknologi Dan Kejuruan, 34(1), 105–114. http://journal.um.ac.id/index.php/teknologi-kejuruan/article/view/3024




DOI: https://doi.org/10.20886/jppdas.2020.4.1.53-62

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Jurnal Penelitian Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (Journal of Watershed Management Research)

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 

 

 

Published by:

Cooperation Watershed Management Technology Center (WMTC) with Soil & Water Conservation Society of Indonesia (Masyarakat Konservasi Tanah dan Air Indonesia) or MKTI.

eISSN : 2579-5511,  pISSN : 2579-6097

Secretary:

Watershed Management Technology Center (WMTC)
Jl. Jend A. Yani-Pabelan, Kartasura Po.BOX 295 Surakarta 57102
Phone.(0271) 716709 ; Fax(0271) 716959;
Email : sekred.jppdas@gmail.com

Website : http://dassolo.litbang.menlhk.go.id/

Copyright : Jurnal Penelitian Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (Journal of Watershed Management Research)