MEMBANGUN PROSES PERENCANAAN PENGELOLAAN DAERAH ALIRAN SUNGAI MIKRO SECARA PARTISIPATIF: SEBUAH PEMBELAJARAN (Developing a participatory planning process of micro-watershed management: a lesson learned)

Agung Budi Supangat, Dewi Retna Indrawati, Nining Wahyuningrum, Purwanto Purwanto, Syahrul Donie

Abstract


Tahapan perencanaan merupakan bagian yang sangat penting dalam rangkaian kegiatan pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) skala operasional (DAS mikro). Kesulitan dan kegagalan pengelolaan DAS mikro seringkali bermula dari kegagalan dalam membangun proses perencanaan partisipatif bersama masyarakat dan kolaboratif dengan para pihak terkait. Kegiatan penelitian tindakan (action research) ini bertujuan untuk menemukan proses/tahapan perencanaan partisipatif yang lebih aplikatif berdasarkan pengalaman dan evaluasi proses yang sudah ada. Penelitian dilaksanakan di DAS Mikro Naruan, Sub DAS Keduang, DAS Bengawan Solo Hulu. Pelajaran yang dapat diambil dari kegiatan adalah sebagai berikut: 1) Basis data dasar (baseline data) detil terkait karakteristik potensi dan kerentanan wilayah DAS mikro sangat penting diketahui sebelum proses perencanaan; 2) Proses perencanaan pengelolaan DAS mikro tidak dapat sepenuhnya mengandalkan partisipasi masyarakat, tetapi perlu kombinasi antara sistem top down dan partisipatif; 3) Perencanaan yang sifatnya top down menyangkut pemberian rambu-rambu pengelolaan lahan yang benar di wilayah hulu DAS; 4) Perencanaan partisipatif dilakukan pada saat penyusunan rencana penggunaan/ pemanfaatan lahan, jenis kegiatan konservasi yang sesuai serta andil sumber daya dari masyarakat sebagai bentuk partisipasi; 5) Rencana kolaboratif perlu dibangun dengan para pihak terkait dalam rangka keterpaduan dan keberlanjutan kegiatan pengelolaan DAS mikro.


Keywords


Kolaborasi; DAS mikro; partisipasi; perencanaan

References


Achouri, M. (2005). Preparing the Next Generation of Watershed Management Programmes. In M. Achouri, L. Tennyson, K. Upadhyay, & R. White (Eds.), Proceedings of The Asian Regional Workshop “Preparing For the Next Generation of Watershed Management Programmes and Projects (ASIA)” (pp. 11–18). Kathmandu, Nepat: Food and Agriculture Organization of the United Nations.

Adi, S. (2013). Karakteristik Bencana Banjir Bandang di Indonesia. Jurnal Sains Dan Teknologi Indonesia, 15(1 A), 32–45.

Alemu, M. M. (2016). Integrated Watershed Management and Sedimentation. Journal of Environmental Protection, 07(04), 490–494. https://doi.org/10.4236/jep.2016.74043

Alviya, I., Suryandari, E. Y., Maryani, R., & M.Z. Muttaqin, M. Z. (2016). Meningkatkan Peran Pemangku Kepentingan dalam Pengelolaan Wilayah Hulu Daerah Aliran Sungai Ciliwung. Jurnal Penelitian Sosial Dan Ekonomi Kehutanan, 13, 121–134.

Anwar, S. (2005). Watershed Management in Indonesia. In M. Achouri, L. Tennyson, K. Upadhyay, & R. White (Eds.), Proceedings of The Asian Regional Workshop “Preparing For the Next Generation of Watershed Management Programmes and Projects (ASIA)” (pp. 93–103). Kathmandu, Nepat: Food and Agriculture Organization of the United Nations.

Asdak, C. (2014). Hidrologi dan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai. Gajah Mada University Press. Yogyakarta.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana. (2017). Data Bencana Indonesia 2017. Pusat Data, Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana, BNPB. Jakarta.

Dodds, R. (2019). Using a participatory integrated watershed management approach for Tourism. Tourism Planning & Development. https://doi.org/10.1080/21568316.2018.1556327

Indrawati, D. R., Awang, S. A., Faida, L. R. W., & Maryudi, A. (2016). Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengelolaan DAS Mikro: Konsep dan Implementasi. Jurnal Kawistara, 6(2), 113–224.

Jayawardena, A. W. (2015). Hydro-meteorological Disasters: Causes, Effects and Mitigation Measures with Special Reference to Early Warning with Data Driven Approaches of Forecasting. Procedia IUTAM, 17, 3–12. https://doi.org/10.1016/j.piutam.2015.06.003

Junaidi, E. (2013). Peranan Penerapan Agroforestry terhadap Hasil Air Daerah Aliran Sungai (DAS) Cisadane. Jurnal Penelitian Agroforestry, 1(1), 41–53.

Mayrowani, H., & Ashari. (2011). Pengembangan Agroforestry untuk Mendukung Ketahanan Pangan dan Pemberdayaan Petani Sekitar Hutan. Forum Penelitian Agro Ekonomi, 29(2), 83–98.

Mika, M. L., Dymond, R. L., Aguilar, M. F., & Hodges, C. C. (2019). Evolution and application of urban watershed management planning. Journal of the American Water Resources Association, July 2019, 1–19. https://doi.org/10.1111/1752-1688.12765

Nourani, V., & Kalantari, O. (2010). Integrated Artificial Neural Network for Spatiotemporal Modeling of Rainfall–Runoff–Sediment Processes. Environtmental Engineering Science, 27(6), 411–422.

Paimin, Purwanto, & Sukresno. (2010). 2010. Sidik Cepat Degrasi Sub Daerah Aliran Sungai (Edisi Revisi). Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan dan Konservasi Alam. Bogor.

Pravongviengkham, P., Khamhung, A., Sysanhouth, K., & Qwist-Hoffmann, P. (2005). Integrated Watershed Management for Sustainable Upland Development and Poverty Alleviation in LAO People’s Democratic Republic. In M. Achouri, L. Tennyson, K. Upadhyay, & R. White (Eds.), Proceedings of The Asian Regional Workshop “Preparing For the Next Generation of Watershed Management Programmes and Projects (ASIA)” (pp. 105–118). Kathmandu, Nepat: Food and Agriculture Organization of the United Nations.

Purwanto, & Supangat, A. B. (2017). Perilaku Konsumsi Air Pada Musim Kemarau Di Dusun Pamor, Kabupaten Grobogan. Jurnal Penelitian Sosial Dan Ekonomi Kehutanan, 14(3), 157–169. https://doi.org/10.20886/jpsek.2017.14.3.157-169

Rodríguez-Blanco, M. L., Taboada-Castro, M. M., & Taboada-Castro, M. T. (2013). Linking the Field to the Stream: Soil Erosion and Sediment Yield in a Rural Catchment, NW Spain. Catena, 102, 74–81.

Shi, Z. H., Ai, L., Li, X., Huang, X. D., Wu, G. L., & Liao, W. (2013). Partial Least-squares Regression for Linking Land-cover Patterns to Soil Erosion and Sediment Yield in Watersheds. Journal of Hydrology, 498, 165–176.

Stålnacke, P., Nagothu, U. S., Deelstra, J., Thaulow, H., Barkved, L. J., Berge, D., … Portugués. (2014). Integrated Water Resources Management: STRIVER Efforts to Assess the Current Status and Future Possibilities in Four River Basins. European Research on Sustainable Development. https://doi.org/10.1007/978-3-642-19202-9_11

Strahler, A. N. (1983). Element of Physical Geography. New York: John Willey and Sons.

Supangat, A. B., Donie, S., Purwanto, Wahyuningrum, N., Cahyono, S. A., Sulasmiko, E., … Putro. (2015). Pengelolaan DAS Mikro di Daerah Tangkapan Air Waduk Gajah Mungkur, DAS Bengawan Solo. Surakarta.

Supangat, A. B., Donie, S., Purwanto, Wahyuningrum, N., Indrawati, D. R., Sulasmiko, E., … Ardianto, W. (2018). Development participatory management of micro catchment at the Bengawan Solo Upper Watershed. Laporan Hasil Penelitian. Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Pengelolaan DAS. Surakarta (tidak dipublikasikan).

Suryanto, P., & Putra, E. T. S. (2012). Traditional Enrichment Planting in Agroforestry Marginal Land Gunung Kidul, Java, Indonesia. Joumal of Sustainable Development, 5(2).

Vigiak, O., Malagó, A., Bouraoui, F., Grizzetti, B., Weissteiner, C. J., & Pastori, M. (2016). Impact of Current Riparian Land on Sediment Retention in the Danube River Basin. Sustainability of Water Quality and Ecology. https://doi.org/10.1016/j.swaqe.2016.08.001

Wahyuningrum, N., & Supangat, A. B. (2016). Analisis Spasial Kemampuan Lahan dalam Perencanaan Pengelolaan DAS Mikro: Kasus di DAS Mikro Naruwan, Sub DAS Keduang, DAS Solo. Majalah Ilmiah Globe, 18(1), 43–52.

Wahyuningrum, N., & Supangat, A. B. (2016). Identifikasi tingkat bahaya longsor dengan skala data berbeda untuk perencanaan DAS Mikro Naruan, Sub DAS Keduang. Majalah Ilmiah Globe, 18(1), Oktober 2016, 53–60.

Warren, P. (1998). Developing Participatory and Integrated Watershed Management, A case

study of the FAO/Italy inter-regional. Project for Participatory Upland Conservation and Development (PUCD). Community Forestry Case Study Series. Food and Agriculture Organization of The United Nations. Rome.

Wolfgramm, B. (2015). Pathways to Effective Integrated Watershed Management (IWSM policy brief No2). Bern, Switzerland.




DOI: https://doi.org/10.20886/jppdas.2020.4.1.17-36

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Jurnal Penelitian Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (Journal of Watershed Management Research)

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 

 

 

Published by:

Cooperation Watershed Management Technology Center (WMTC) with Soil & Water Conservation Society of Indonesia (Masyarakat Konservasi Tanah dan Air Indonesia) or MKTI.

eISSN : 2579-5511,  pISSN : 2579-6097

Secretary:

Watershed Management Technology Center (WMTC)
Jl. Jend A. Yani-Pabelan, Kartasura Po.BOX 295 Surakarta 57102
Phone.(0271) 716709 ; Fax(0271) 716959;
Email : sekred.jppdas@gmail.com

Website : http://dassolo.litbang.menlhk.go.id/

Copyright : Jurnal Penelitian Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (Journal of Watershed Management Research)