Penggunaan Kombinasi Auksin dan Sitokinin untuk Menginduksi Tunas pada Kultur Jaringan Sengon (Falcataria moluccana)menggunakan bagian Kotiledon

Toni Herawan, Burhan Ismail

Abstract


The purpose of this research is to examine the effect of auxin (NAA) and cytokinin (BAP) on shoot initiation in tissue culture of sengon (Falcataria moluccana)using cotyledon segment. Cotyledon segments were colleect from aseptic seedlings. Cotyledon segments were aseptically cultured on a murashige and  Shoog’s (MS) medium containing different concentrations of Benzyl-amino-purine (BAP) ranging from 1 to 3 mg/l and Naphtalene-acetic-acid (NAA) ranging from0,01 to 0,03 mg/l. Result of analysis of variance inicates that plant groeth regulator of BAP and NAA had significant effect on shoot formation up to 4 months age. The subsequent Duncan Multiple Range Test indicates that concentration of 0,001, 0,02 and 0,03 mg/l gave no significant effect on shoot formation and shoot growth


Keywords


Shoot initation; cotyledon; growth regulator

Full Text:

PDF

References


Anonim, 1992. Rancana Kerja Pembiakan Vegetatif Jenis Shorea spp., Paraseriathes falcataria, Pinus merkusii, Eucalyptus deglupta, E. urophylla, santalum album, Departemen Kehutanan Dirjen Reboisasi lahan, Proyek Pusat Pemuliaan Pohon Prop. DIY, Yogyakarta.

Anonim, 1995. Laporan Uji Coba Kultur Jaringan. Departemen Kehutanan Dirjen Reboisasi dan Rehabilitasi Lahan, Proyek Pusat Pemuliaan Pohon Prop. DIY, Yogyakarta.

Anonim, 2009a. Teknik Pencegahan dan Pengendalian Hama, Penyakit, dan Gulma Tanaman Hutan. Balai Besar Penelitian Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan. Yogyakarta.

Anonim, 2009b. Pemuliaan Untuk Ketahanan Penyakit pada Sengon (Paraserianthes falcataria). Balai Besar Penelitian Bioteknologi dan Pemuliaan tanaman Hutan.Yogyakarta

Anonim, 2009c. Pengembangan Teknologi Perbanyakan Vegetatif Makro Sengon (Paraserianthes falcataria). Balai Besar Penelitian Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan. Yogyakarta.

Avivi, S., dan P. Dewanti. 2005. Teknologi Produksi Bibit Melon (Cucumis melo L.) dengan teknik In Vitro. Jurnal Ilmu dasar Vol. 6 No. 1, 2005: 33-40. Fakultas Pertanian Universitas jember.

Herawan. T., dan Hendrati R.L. 1996. Petunjuk Teknik Kegiatan Kultur Jaringan, badan Litbang Kehutanan. Balai Penelitian dan Pengembangan Pemuliaan tanaman Hutan, Yogyakarta.

Hidayat. 2007. Induksi Pertumbuhan Eksplan Endosperm Ulin dengan IAA dan Kinetin. AGRITROP, 26 (4): 147-152. Fakultas Pertanian Universitas Udayana, Denpasar.

Hoesen D. S. H. 2001. Perbanyakan dan Penyimpanan Kultur Sambung Nyawa (Gynura procurabes (leur.) Merr.) Dengan teknik In-Vitro. Berita Biologi. 5 (4): 379 – 385.

Pierik, R. L. M. 1987. In vitro Culture of Higher Plant, Martinus Nijhoff Publisher, Netherland.

Seido,K., Widyatmoko,, and G. Nursinggih. 1993. Preliminary Analysis of Isozyme variation of paraserianthes falcataria in Indonesia. Proceed. BIO_REFOR, Yogyakarta. P. 122-124.

Sriyanti, K. dan Wijayanti, A. 1994. Teknik Kultur Jaringan. Kanisius, Yogyakarta

Suhardi, M. Na’iem, B. Radjagukguk, Widaryanti W.W., E. Faridah., T. Herawan., dan O. karyanto. 2000. Pengembangan Aspek Teknologi Penambatan Nitrogen dan Mikoriza dalam Kegiatan penelitian Paraseianthes falcataria Pada tanah Ultiso. Kantor Menteri Negara Riset dan Teknologi. Dewan Riset Nasional, Jakarta.




DOI: https://doi.org/10.20886/jpth.2009.3.1.23-32

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2019 Jurnal Pemuliaan Tanaman Hutan

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Jurnal Pemuliaan Tanaman Hutan Indexed By:

 

Copyright of Jurnal Pemuliaan Tanaman Hutan (JPTH)

eISSN : 2527-8665   pISSN : 1693-7147