Parapihak dalam Pengembangan Persuteraan Alam

Nurhaedah Muin

Abstract


Persuteraan alam merupakan rangkaian kegiatan yang meliputi sektor hulu (budidaya murbei dan ulat sutera) serta sektor hilir (industri dan pemasaran). Dalam  pengembangannya persuteraan alam melibatkan parapihak yang terkait baik sektor hulu maupun sektor hilir, lembaga pemerintah maupun non pemerintah. Namun, keberadaan parapihak sampai saat ini belum banyak memberikan kontribusi bagi pengembangan usaha ini, sehingga masih diperlukan komunikasi dan koordinasi yang terpadu. Kontribusi parapihak dapat dilakukan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-mPasing.

Keywords


Parapihak; peran; pengembangan; persuteraan alam

Full Text:

PDF

References


Agribisnis Sutera Alam. 2012. Kebijakan Pengembangan Persuteraan Alam. Archive.html. Diakses tgl 22 April 2013.

Balai Persuteraan Alam. 2010. Balai Persuteraan Alam Sulawesi Selatan. http://www.dephut.go.id/INFORMASI/PROPINSI/SULSEL/sulsel_1.html. Diakses tanggal 2 September 2010.

Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulawesi Selatan. 2007. Peranan Kementerian Negara Koperasi dan UKM dalam pengembangan persuteraan alam. Makalah yang disampaikan pada Temu Usaha Sutera di Hotel Mercure, 8 April 2008. (Tidak dipublikasikan).

Hasnawir, Nurhaedah dan W. Isnan. 2004. Kinerja persuteraan alam di Sulawesi Selatan. Laporan hasil penelitian. Makassar: Balai Penelitian dan Pengembangan Kehutanan Sulawesi. (Tidak dipublikasikan).

Kundoro. 2008. Balai Besar Karantina Pertanian Makassar dalam mendukung peredaran telur ulat sutera. Departemen Pertanian. Makalah yang disampaikan pada Temu Usaha Sutera di Hotel Mercure, 8 April 2008. (Tidak dipublikasikan).

Pemerintah Daerah Sulawesi Selatan. 2010. Peranan pemerintah daerah dalam pengembangan persuteraan alam di Provinsi Sulawesi Selatan. Makalah yang disampaikan pada rapat koordinasi teknis persuteraan alam di Makassar, 12 Mei 2010 (Tidak dipublikasikan).

PT. Telkom. 2007. Peranan Badan Usaha Milik Negara terhadap pengembangan UKM. Makalah yang disampaikan pada Temu Usaha Sutera di Hotel Mercure, 8 April 2008. (Tidak dipublikasikan).

Reed, M.S., Graver, A., Dandy, N., Posthumus, H., Hubacek, K., Morris, J., Prell, C., Quinn, C.H., and Stringer L.C. 2009. “Who’s in and Why? A typology of stakeholder analysis method of natural resources management. Journal of Enviromental Management. 90, 1933-1949.

Sadapotto, A. 2004. Kerjasama dalam pengembangan sutera di Sulawesi Selatan (Makalah Falsafah Sains). Bogor: Sekolah Pasca Sarjana Institut Pertanian Bogor.

Tadjudin, J. 2000. Manajemen Kolaboratif. Bogor: Pustaka Latin.

Tarigan. 2008. Peranan Departemen Perindustrian dalam pengembangan IKM sutera alam. Departemen Perindustrian. Makalah yang disampaikan pada Temu Usaha Sutera di Hotel Mercure 8 April 2008. (Tidak dipublikasikan).


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Buletin Eboni

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Indexed by: