Pinus (Pinus merkusii Jungh et de Vriese) dan Keberadaannya di Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan

M. Kudeng Sallata

Abstract


Pinus merkusii Jungh et de Vriese adalah satu-satunya jenis pinus  tumbuh secara alam di Indonesia yang selama ini dikenal pada tiga tempat yaitu : di Aceh, Tapanuli dan Kerinci, semuanya berlokasi di Pulau Sumatera; namun saat ini jenis pinus tersebut dapat juga berkembang secara alami di wilayah Kabupaten Tana Toraja dengan baik. Keberadaan pinus di Toraja sangat berkaitan faktor lingkungan tempat tumbuh yang memengaruhi fungsi fisiologis dan morfologisnya. Dukungan faktor lingkungan sangat optimum misalnya : temperatur udara, intensitas cahaya matahari, kelembaban udara yang cukup untuk berlangsungnya proses fotosintesis secara optimum. Proses fotosintesis tersebut memproduksi karbohidrat yang cukup bagi perkembangan tanaman pinus. Secara geografis, Kabupaten Tana Toraja terletak pada 2o-3o LS dan 119o-120oBT, pada dataran tinggi bagian utara semenanjung Sulawesi Selatan. Terletak pada ketinggian dari 500 – 2.500 m dpl menyebabkan temperatur/suhu udara secara reguler setiap hari berkisar antara 15o-32oC. Kelembaban udara berkisar 82-86% dan rata-rata curah hujan antara 1.500-3.500 mm setiap tahun. Keberadaan tegakan pinus pada lahan milik di beberapa tempat, telah membawa banyak keuntungan bagi para pemiliknya terutama untuk perbaikan kondisi ekonomi keluarga. Sangat diharapkan terbentuknya kelembagaan yang memadai antara masyarakat dan pemerintah untuk mengatur pemanfaatan tegakan pinus secara holistik (bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat namun tidak merusak lingkungan).


Keywords


Menyebar secara alami; faktor lingkungan; letak geografis; meningkatkan ekonomi petani

Full Text:

PDF

References


Anonim, 2000. Analisis keanekaragaman flora di bawah tegakan Pinus merkusii dan Pengaruhnya Terhadap Kondisi Hidrologis. U.Pandang: Balai Teknologi Pengelolaan DAS Ujung Pandang.

Alrasjid H; D.Natawiria dan A.Ng. Gintings. 1983. Pembinaan Hutan Pinus Khususnya Pinus merkusii Untuk Penghara Industri. Pusat Litbang Hasil Hutan dan Perum Perhutani 27-28 Juli 1983. Simpo Pinus’83 Proceeding. Jakarta.

Badan Pusat Statistik Kab.Tana Toraja, 2011. Tana Toraja dalam Angka. Makale: BPS Kabupaten Tana Toraja.

Daniel. T.W; J.A.Helms Dan F.S.Baker, 1992. Prinsip-Prinsip Silvikultur (Terjemahan). Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Harahap.R. dan Aswandi. 2006. Pengembangan dan Konservasi Tusam (Pinus merkusii Junget de Vriese). Bogor: Pusat Litbang Hutan dan Konservasi Alam.

Indrajaya. Y dan W.Handayani. 2008. Potensi hutan Pinus merkusii Jungh et de Virese sebagai pengendali tanah longsor di Jawa. Info Hutan, 5 (3) 2008. Bogor: Pusat Litbang Hutan dan Konservasi Alam.

Jumin, H. B., 2002. Agroekologi, Suatu Pendekatan Fisiologis. Jakarta: Rajawali pers.

Kalima T, U. Sutisna dan R. Harahap, 2005. Studi sebaran alam Pinus merkusii Jungh et de Vriese Tapanuli, Sumatera Utara dengan metode cluster dan pemetaan digital. Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam, 2 (5) Tahun 2005 (497-505). Bogor: Pusat Litbang Hutan dan Konservasi Alam.

Octavia. D dan A.B.Supangkat, 2007. Kapasitas Infiltrasi Tanah Pada Berbagai Kelas Umur Pinus. Info Hutan, 4 (4) Tahun 2007. Bogor: Pusat Litbang Hutan dan Konservasi Alam.

Pathibang, M.R dan M.S. Rompon. 2010. Hubungan Beberapa Sifat Fisik Tanah Dan Faktor Topografi Dengan Pertumbuhan Tegakan Pinus (Pinus merkusii Jungh. Et De Vriese) Di Kabupaten Tana Toraja, edisi Desember 2010, No. 2. Jakarta: ADIWIDIA-Press

Priyono. C.N.S. 2003. Pengaruh hutan pinus terhadap erosi dan tata air. Prosiding Seminar Hasil-Hasil Penelitian dan Pengembangan Pengelolaan Hutan Pinus. Solo: Balai Litbang Pengelolaan DAS Indonesia Bagian Barat.

Pudjiharta. A,. 1986. Respon dari beberapa jenis pohon dalam pengawetan air di Ciwidey, Bandung Selatan. Buletin Penelitian Hutan. 472, 41-57.

Manan, S., 1976. Diktat Silvikultur. Bogor : Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor.

Mangundikoro A. 1983. Pola dan Strategi Pengembangan Hutan Tanaman Pinus merkusii. Pusat Litbang Hasil Hutan dan Perum Perhutani 27-28 Juli 1983. Simpo Pinus’83 Proceeding. Jakarta.

Sugiarti, Darwo, dan Dimpu J. Panjaitan. 2007. Efektivitas bentuk inokulum cendawan Scleroderma citrinum Persoon dalam meningkatkan perumbuhan semai Pinus merkusii Jungh et de Vriese. Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam 4, (1), 63-74.

Sudarsono dan Purwanto, 2009. Pengelolaan hutan pinus untuk konservasi sumberdaya air. Prosiding Workshop, Peran Hutan dan Kehutanan Dalam Meningkatkan Daya Dukung DAS. Surakarta, 22 Nopember 2007. Bogor : Pusat Litbang Hutan dan Konservasi Alam.

Soenardi, 1983. Pemasaran Kayu Pinus dan Hasil Ikutannya. Proceeding Simpo Pinus’83. Jakarta, 27-28 Juli 1983.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Buletin Eboni

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Indexed by: