Peran Pakan untuk Menjaga Kondisi Burung Perkici Dora (Trichoglossus ornatus Linnaeus, 1758) di Penangkaran

Indra A.S.L.P. Putri, Fajri Ansari

Abstract


Perkici dora merupakan salah satu jenis burung yang digemari oleh masyarakat untuk dipelihara.  Namun, seringkali penangkar salah dalam memelihara terutama dalam hal menyediakan pakan.  Hal ini dapat menyebabkan Perkici dora menjadi sakit, tidak dapat berkembangbiak bahkan mati. Di alam, Perkici dora mempunyai range habitat yang cukup luas dan mengkonsumsi jenis pakan tertentu seperti berbagai jenis buah, bunga, pollen, nektar maupun biji-bijian lunak. Oleh karena itu, penangkar harus mengetahui jenis-jenis pakan yang disukai, cocok, sesuai, berkualitas dan aman untuk diberikan kepada Perkici dora.  Penangkar juga sebaiknya mampu menyusun atau mengkombinasikan sendiri menu pakan yang akan disajikan. Pakan yang disajikan sebaiknya mengandung zat makanan seperti protein, karbohidrat, lemak, vitamin, mineral dan air dalam jumlah yang cukup dan seimbang. Selain jumlah, faktor lain yang perlu diperhatikan adalah kandungan energi dalam pakan, penampilan bentuk dan bau pakan, aktivitas burung, tingkat pertumbuhan burung, tahap reproduksi, ukuran tubuh burung, kondisi kesehatan burung serta kebersihan kandang. Bila penangkar dapat menyusun menu pakan, maka Perkici dora yang dipelihara akan sehat, berumur panjang dan berkembangbiak dengan baik.

Keywords


Burung Perkici dora (Trichoglossus ornatus L); peran pakan

Full Text:

PDF

References


Clark, P. tanpa tahun. Feeding the Companion Parrot. http://www.parrothouse.com/pamelaclarck/feedingcompanion.html. diakses tanggal 2012.

Coates, B.J. dan D.K Bishop. 2000. Panduan Lapangan Burung-Burung di Kawasan Wallacea. Birdlife International Indonesia Programme-LIPI. Jakarta.

Herbert, E.W., H Shimanuki. (1978). Chemical Composition and Nutritive Value of Bee-Collected and Bee-Stored Pollen. Apidologie, (1978). Hal. 33-40.

Holmes, D. dan K Phillips. 1999. Burung-Burung di Sulawesi. Birdlife International Indonesia Programme-LIPI. Jakarta.

Kinnaird, M.F. 2002. Sulawesi Utara : Sebuah Panduan Sejarah Alam. Yayasan Pengembangan Wallacea. Jakarta.

Komara, Toni. 2012. Fungsi Selenium. http://toni-komara. blogspot.com/2012/02/fungsi-selenium.html. Diakses tanggal 09 Juni 2012.

Prijono, S.N. dan S Handini. 1999. Memelihara, Menangkar dan Melatih Nuri. Penebar Swadaya. Jakarta.

Putri, I.A.S.L.P.P. 2006. Preferensi dan konsumsi pakan berprotein tinggi pada burung Perkici dora (Trichoglossus ornatus Linn). Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam, 3 (3) : 259 -270. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan dan Konservasi Alam. Bogor.

Shivanna, K.R. 2003. Pollen Biology and Biotechnology. Science Publisher. Enfield. New Hampshire.

Wahju, J. 1997. Ilmu Nutrisi Unggas. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.

Wahju. 2012. Unsur unsur penting dalam pakan burung. http://hobby.ghiboo.com/unsur-unsur-penting-dalam-pakan-burung.htm. Di akses tanggal 09 Juni 2012




DOI: https://doi.org/10.20886/buleboni.5033

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Buletin Eboni

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Indexed by: