Potensi KHDTK Malili Sebagai Rosot Karbondioksida dalam Rangka Mitigasi Terhadap Perubahan Iklim

Heru Setiawan

Abstract


Konsentrasi gas karbondioksida (CO2) di atmosfer yang semakin meningkat menyebabkan terjadinya pemanasan global yang berdampak pada terjadinya perubahan iklim. Keadaan ini dapat mengancam kehidupan di muka bumi karena dapat memicu terjadinya perubahan kondisi ekologi yang menyebabkan punahnya spesies flora dan fauna tertentu. Usaha untuk mengurangi emisi gas CO2 di atmosfer dapat dilakukan dengan menjaga hutan agar tidak rusak. Hutan menjadi salah satu ekosistem yang paling dominan dalam mengkonsumsi CO2 sehingga hutan mempunyai kontribusi penting sebagai penyerap CO2 atau dikenal sebagai rosot karbondioksida. Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Malili merupakan tipe hutan hujan tropis dataran rendah yang mempunyai kemampuan rosot karbon yang tinggi. Potensi gas CO2 yang mampu diserap oleh tegakan hutan di KHDTK Malili adalah 1.046,23 ton/ha. Potensi serapan karbondioksida tersebut berasal dari biomassa maupun nekromasa. Potensi serapan CO2 yang berasal dari biomassa diantaranya berasal dari tegakan pohon sebesar 824,53 ton/ha, tiang 171,96 ton/ha, pancang 38,28 ton/ha, dari semai dan tumbuhan bawah sebesar 1,08 ton/ha. Potensi serapan karbondioksida dari nekromassa berasal dari pohon mati 4,45 ton/ha, serasah 4,11 ton/ha, dan kayu mati sebesar 1,84 ton/ha.

Keywords


Perubahan iklim; rosot karbondioksida (CO2); KHDTK Malili

Full Text:

PDF

References


BSN (Badan Standardisasi Nasional). 2011. SNI 7724 : Pengukuran dan penghitungan cadangan karbon–Pengukuran lapangan untuk penaksiran cadangan karbon hutan (Ground Based Forest Carbon Accounting). BSN. Jakarta.

BSN (Badan Standardisasi Nasional). 2011. SNI 7725 : Penyusunan persamaan alometrik untuk penaksiran cadangan karbon hutan berdasar pengukuran lapangan (Ground Based Forest Carbon Accounting). BSN. Jakarta.

Brown, S. 1997. Estimating biomass and biomass change of tropical forest. A Primer, FAO Forestry paper No. 134. Food and Agriculture Organization of United Nations. Rome.

Chave, J. Andalo, C. Brown, S. Cairns, M.A. Chambers, J.Q. Eamus, D. Folster, H. Fromard, F. Higuchi, N. Kira, T. Lescure, J.P. Nelson, B.W. Ogawa, H. Puig, H. Riera, B. and Yamakura, T. 2005. Tree allometry and improved estimation of carbon stocks and balance in tropical forests. Oecologia 145 : 87-99.

Diposaptono S. 2011. Sebuah Kumpulan Pemikiran : Mitigasi Bencana dan Adaptasi Perubahan Iklim (Gempa Bumi, Tsunami, Banjir, Abrasi, Pemanasan Global, dan Semburan Lumpur Lapindo). Jakarta [ID]: Kementrian Kelautan dan Perikanan. 192 hal.

Gibbs, H and Brown, S. 2007. Geographical distribution of biomass carbon in tropical southeast Asian forests: an updated database for 2000. Available at http://cdiac.ornl.gov/epubs/ndp/ndp068/ndp068b.html from the Carbon Dioxide Information Center. Oak Ridge National Laboratory. Oak Ridge, TN.

Hairiah, K. dan Rahayu S. 2007. Pengukuran karbon tersimpan di berbagai macam penggunaan lahan. World Agroforestry Centre - ICRAF, SEA Regional Office, University of Brawijaya. Malang.

Hairiah, K. Ekadinata, A. Sari, R.R. dan Rahayu, S. 2011. Pengukuran cadangan karbon: dari tingkat lahan ke bentang lahan. Petunjuk praktis. Edisi kedua. Bogor, World Agroforestry Centre, ICRAF SEA Regional Office, University of Brawijaya. Malang.

IPCC (Intergovernmental Panel on Climate Change). 2006. Guidelines for national greenhouse gas inventories. Prepared by the National Greenhouse Gas Inventories Programme ed H S Eggleston, L Buendia, K Miwa, T Ngara and K Tanabe (Japan: Institute For Global Environmental Strategies).

IPCC (Intergovernmental Panel on Climate Change). 2007. Climate change 2007: mitigation. Contribution of Working Group III to the Fourth Assessment Report of the Intergovernmental Panel on Climate Change [B. Metz, O.R. Davidson, P.R. Bosch, R. Dave, L.A. Meyer (eds)], Cambridge University Press, Cambridge, United Kingdom and New York, NY, USA., XXX pp.

Kementerian Kehutanan. 2014. Statistik kawasan hutan 2013. Direktorat Perencanaan Kawasan Hutan. Direktorat Jenderal Planologi Kehutanan. Jakarta.

Lugina, M. Ginoga, K.L. Wibowo, A. Bainnaura, A. Partiani, T. 2011. Prosedur Operasi Standar (SOP) untuk Pengukuran Stok Karbon di Kawasan Konservasi. Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan dan International Tropical Timber Organization (ITTO). Bogor.

Margono, B.A. Potapov, P.V. Turubanova, S. Stolle, F and Hansen, M.C. 2014. Primary forest cover loss in Indonesia over 2000-2012. Nature climate change 4: 730-735.

Nasution, A.Z. Mubarak. Zulkifli. 2013. Studi emisi CO2 akibat kebakaran hutan di provinsi riau : studi kasus di Kabupaten Siak. Jurnal Bumi Lestari 13 (1) : 27 – 36.

Peraturan Presiden No 61 Tahun 2011 tentang Rencana Aksi Nasional Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca.

Rahayu, S. Lusiana, B. dan Van Noordwijk, M. 2005. Pendugaan cadangan karbon di atas permukaan tanah pada berbagai sistem penggunaan lahan di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Timur. World Agroforestry Centre (ICRAF) Southeast Asia Regional Office. Bogor.

Salisbury, F.B. dan Cleon, W.R. 1995. Fisiologi Tumbuhan Jilid 2. Penerbit Institut Teknologi Bandung. Bandung.

Tacconi, L. 2003 Fires in Indonesia: causes, costs and policy implications. CIFOR Occasional Paper No. 38. CIFOR. Bogor.

Tasirin, C. Langi, M. Walangitan, H dan Kalangi, J. 2013. Analisis potensi penyerapan karbon atmosferik di Stasiun Penelitian Hutan Bron, Desa Warembungan, Kabupaten Minahasa. Jurnal Cocos 3 (6): 1-8.

Undang-Undang No 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan.

Wagner, F. Rossi, V. Stah, C. Bonal, D. and Herault, B. 2013. Asynchronism in leaf and wood production in tropical forests : a study combining satellite and ground based measurements. Biogeosciences 10 : 7307-7321.

Yudhistira. 2006. Potensi dan keragaman cadangan karbon hutan rakyat dengan pola agroforestri : Kasus di Desa Kertayasa Kecamatan Panawangan Kabupaten Ciamis Propinsi Jawa Barat. Skripsi. Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor. Bogor. (Tidak diterbitkan).


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Buletin Eboni

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Indexed by: