Persepsi dan Harapan Masyarakat Terhadap REDD di Hutan Desa Kabupaten Bantaeng Sulawesi Selatan

Achmad Rizal H. Bisjoe, Nurhaedah Muin

Abstract


Reducing Emission from Deforestation and Degradation (REDD) merupakan  program untuk mengatasi pengaruh perubahan iklim. Hal tersebut terjadi karena  meningkatnya emisi gas rumah kaca di atmosfir yang menyebabkan terjadinya pemanasan global. Upaya mengatasi perubahan iklim seringkali berbenturan dengan berbagai kepentingan terkait pengelolaan hutan, terutama masyarakat yang kehidupannya terkait langsung dengan hutan. Untuk itu, perlu diketahui bagaimana persepsi dan harapan masyarakat terhadap hutan, terutama yang bermukim di sekitar hutan, termasuk hutan desa. Kajian dimaksud dilakukan di Kabupaten Bantaeng dengan pertimbangan adanya program hutan desa. Hasil kajian menunjukkan bahwa masyarakat di lokasi kajian memiliki persepsi yang positif terhadap hutan. Namun, pengetahuan masyarakat tentang REDD masih kurang disebabkan belum disosialisasikan. Masyarakat memiliki harapan agar keberadaan hutan tetap lestari yang sejalan dengan program  REDD.


Keywords


Persepsi; harapan; REDD; hutan desa; Kabupaten Bantaeng

Full Text:

PDF

References


Angelsen, A. 2011. Pilihan kebijakan untuk menurunkan deforestasi dalam Mewujudkan REDD + “Staregi Nasional dan Berbagai Pilihan Kebijakan”. Center for International Forestry Research. Bogor.

Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Jeneberang Walanae. 2010 Laporan hasil kegiatan fasilitasi penyusunan rencana kerja hutan desa. Direktorat Jenderal Rehabilitasi Lahan dan Perhutanan Sosial. Jakarta

Ginoga, K.L. 2009. Rencana Penelitian Integratif 2010-2014 Ekonomi dan Kebijakan Pengurangan Emisi dari Deforestasi dan Degradasi. Naskah tidak diterbitkan. Pusat Penelitian Sosial Ekonomi dan Kebijakan Kehutanan. Bogor.

Jagger P., Atmaja S.,Subhrendu et al,. 2011 Mengevaluasi Dampak Berbagai Proyek REDD + dalam Mewujudkan REDD + “Staregi Nasional dan Berbagai Pilihan Kebijakan”. Center for International Forestry Research. Bogor.

Kementerian Kehutanan. 2010. Strategi REDD-Indonesia: Fase Readiness 2009 - 2012 dan progress implementasinya. Jakarta.

Leavitt, HJ. 1978. Psikologi Manajemen. Penerbit Erlangga. Jakarta.

Nurhaedah, Bisjoe, ARH., Hasnawir dan Hapsari, E. 2012. Analisis Sosial Budaya REDD. Laporan Hasil Penelitian. Balai Penelitian Kehutanan Makassar. Tidak Dipubllikasi.

Peraturan Menteri Kehutanan Nomor: P.49/Menhut-II/2008 tentang Hutan Desa.

Pusat madia, 2009. REDD. redd-Indonesia.org.Di akses 2 November 2010.

Rakhmat, J. 2005. Psikologi Komunikasi. PT. Remaja Rosdakarya. Bandung.

Ridha, DM. 2013. Kebijakan mitigasi perubahan iklim. Materi pembekalan dalam rangka penyiapan implementasi dan peningkatan kapasitas negosiasi internasional bagi SDM Perguruan Tinggi dan lembaga penelitian kehutanan Indonesia Bagian Timur di Makassar. Kementerian Lingkungan Hidup. Jakarta.

Samsudi, Wiyanto A, Duryat K, Setiawan I, Siregar P.G, dan Arihadi,Y. 2013. Perubahan iklim dan REDD+. Modul pelatihan untuk pelatih. Penerbit RECOFTC - The Center for People and Forests. Kasetsart University, Bangkok Thailand.

Sneyder, 1994. Snyder, C.R. (194). The Psychology of Hope: you can get from there from here. New York: The Free Press.

Supratman dan Alif KS., 2010. Pembangunan hutan desa di Kabupaten Bantaeng: Konsep, Proses dan Refleksi. Regional Community Forestry Training Center for Asia and Pacific. Penerbit C.V. Bumi Bulat Bundar.Makassar.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Buletin Eboni

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Indexed by: