Pengawetan Bambu untuk Barang Kerajinan dan Mebel dengan Metode Tangki Terbuka

Mody Lempang

Abstract


Bambu merupakan salah satu jenis hasil hutan bukan kayu (HHBK) yang memiliki manfaat sebagai bahan bangunan, kerajinan dan mebel serta bahan baku industri. Di Indonesia tercatat sebanyak 160 jenis bambu yang tumbuh tersebar di seluruh daerah, 65 jenis di antaranya dinilai potensial untuk dikembangkan dan digunakan. Barang kerajinan dan mebel yang dibuat dari bahan bambu sering kali mengalami kerusakan biologis sehingga menyebabkan kualitas dan umur pakai barang yang dihasilkan berkurang. Kerusakan biologis tersebut dapat berupa pewarnaan yang kotor, berlubang-lubang dan lapuk. Organisme perusak bambu tersebut antara lain  jamur biru, kumbang ambrosia, rayap kayu kering dan bubuk kayu kering. Serangan organisme perusak bambu dapat dicegah dengan menggunakan bahan pengawet kimia melalui proses perendaman dengan metode tangki terbuka. Bahan pengawet yang pada umumnya digunakan untuk mengawetkan kayu seperti borax+asam borat, boron+flour, coper-8, TCMTB, MBT, TCMTB+borax, TCMTB+decametrin, CCA dan CCB dapat juga digunakan untuk mengawetkan bambu.  Pengawetan bambu untuk barang kerajinan dan mebel melalui proses perendaman dengan metode tangki terbuka dinilai sederhana dan mudah dilakukan serta kapasitas volume pengawetan tinggi. Efektivitas pencegahan pada organisme perusak bambu bervariasi menurut jenis bahan pengawet, konsentrasi larutan pengawet dan waktu perendaman bambu dalam proses pengawetan. Pengawetan bambu untuk barang kerajinan dan mebel dengan metode tangki terbuka menggunakan bahan pengawet Copper-Chrrome-Arsenic (CCA) relatif mudah dan efektif serta selain dapat memperpanjang umur pakai juga warna kulit bambu tetap tampak hijau.


Keywords


Bambu; pengawetan; metode tangki terbuka

Full Text:

PDF

References


Barly dan Susilawati, 2012. Pengaruh perendaman menggunakan larutan campuran tembaga sulfat dan nikel nitrat terhadap warna permukaan bambu Gigantochloa apus Kurz. Jurnal Penelitian Hasil Hutan 30 (2): 87-93. Pusat Penelitian dan Pengembangan Keteknikan Kehutanan dan Pengolahan Hasil Hutan, Bogor.

FAO and INBAR. 2005. Global Forest Resources Assessement Update 2005. Indonesia Country Report on Bamboo Recources. Forest Resources Assessment Programme Working Paper (Bamboo). Food and Agriculture Organization of United Nation (FAO), Fores Department and International Network for Bamboo and Rattan (INBAR), Jakarta, May, 2005.

Krisdianto, 2012. Pengujian ketahanan bilah bambu petung (Dendrocalamus asper (Schults f.) Backer ex Heyne) terhadap jamur dengan cara hamparan tanah. Jurnal Penelitian Hasil Hutan 30 (3): 207-216. Pusat Penelitian dan Pengembangan Keteknikan Kehutanan dan Pengolahan Hasil Hutan, Bogor.

Martawijaya, A., Barly, Permadi, P. 1994. Pedoman Teknis Pengawetan Kayu Untuk Barang Kerajinan. Pusat Litbang Hasil Hutan dan Sosial Ekonomi Kehutanan, Bogor.

Morisco, 1999. Rekayasa Bambu. Nafiri Offset, Yogyakarta.

Muslich, M. 1998. Organisme perusak dan teknologi pengawetan bambu. Eboni 3 (2): 46-56. Balai Penelitian Kehutanan Ujung Pandang.

Novrianti, E. 2007. Pengaruh morfologi batang bambu terhadap efisiensi penebangan. Info Hasil Hutan 30 (1): 1-16. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan, Bogor.

Peeters, M. 2010. Menyusuri Ladang Ilmiah Bambu http://bamboeindonesia.wordpress.com/marc-peeters/, Diakses tanggal 24 Juni 2014.

Soedjono dan Hartanto, H. 1994. Budidaya Bambu. Dahara Prize, Semarang.

Suwarni, E. 2001. Kegunaan bambu. Duta Rimba, edisi 258/XXV-Desember 2001.

Sulastiningsih, I.M. dan A. Santoso, 2012. Pengaruh jenis bambu, waktu kempa dan perlakuan pendahuluan bilah bambu terhadap sifat papan bambu lamina. Jurnal Penelitian Hasil Hutan 30 (3): 198-206. Pusat Penelitian dan Pengembangan Keteknikan Kehutanan dan Pengolahan Hasil Hutan, Bogor.

Widjaja, E.A. 2001. Identifikasi jenis-jenis bambu di Jawa. Pusat Penelitian dan Pengembangan Biologi LIPI, Balai Penelitian Botani, Herbarium Bogoriense, Bogor, Indonesia.

Widjaja, E.A. 2011. The utilization of bamboo: At present and for future. Botani Division Research centre for Biology-LIPI, Cibinong.

Winarno, F.G. 1992. Rebung: Teknologi Produksi dan Pengolahan. Pustaka Sinar Harapan, Jakarta.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Buletin Eboni

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Indexed by: