Ekologi, Pemanfaatan, dan Sosial Budaya Lontar (Borassus flabellifer Linn.) Sebagai Flora Identitas Sulawesi Selatan

Nasri Nasri, Rahma Suryaningsih, Edi Kurniawan

Abstract


Lontar atau Borassus flabellifer Linn. merupakan jenis palma yang termasuk tumbuhan Gymnospermae, berkeping biji tunggal (Monocotiledoneae) dari ordo Arecales, keluarga Palmae (Arecaceae), dan genus Borassus. Spesies ini merupakan flora identitas atau simbol flora Provinsi Sulawesi Selatan  yang ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 48 Tahun 1989 tanggal 1 September 1989 tentang Pedoman Penetapan Identitas Flora. Hal-hal yang melatarbelakangi penetapan lontar menjadi flora identitas di Sulawesi Selatan belum diketahui. Suatu kajian literatur perlu dilakukan untuk mengetahui dasar penunjukkannya, baik dari segi ekologi, ekonomi, dan sejarah sosial budaya. Hasil studi menunjukkan bahwa lontar yang terdapat di Indonesia adalah Borassus sundaicus, sedangkan Borassus flabellifer sebagai tumbuhan introduksi dari India. Spesies lontar Borassus flabellifer sebagai flora identitas Provinsi Sulawesi Selatan adalah spesies yang diintroduksi masuk ke Sulawesi, yang berarti bahwa secara ekologi spesies lontar yang terdapat di Sulawesi Selatan tersebut bukanlah spesies asli (native) melainkan spesies yang diintroduksi. Tidak hanya di Sulawesi Selatan, pada beberapa daerah di Indonesia maupun di dunia dimana ditemukan dan ditumbuhi oleh lontar, pemanfaatan dari bagian-bagian lontar (daun, malai bunga, buah, batang) hampir sama. Jenis lontar dijadikan sebagai flora identitas Sulawesi Selatan, dikarenakan dari segi sosial budaya keaksarahannya sebagai huruf penulisan lontaraq yang dipergunakan di dalam bahasa sehari-hari di Sulawesi Selatan. Namun dikarenakan jenis lontar Borassus flabellifer tersebut merupakan spesies tumbuhan yang diintroduksi dan bukan sebagai spesies flora nusantara, sehingga spesies tersebut harusnya tidak dijadikan sebagai flora identitas.

Keywords


Lontar; flora; identitas; ekologi; pemanfaatan

Full Text:

PDF

References


Arunachalam, K., Sarayanan, S., and Parimelazhagan, T. 2011. Nutritional analysis and antioxidant activity of Palmyrah (Borassus flabellifer L.) seed embryo for potential use as food source. Food Science and Biotechnology, 20: 143-149.

Backer, C.A. dan R.C. Bakhuizen van den Brink Jr. 1968. Flora of Java. WoltersNoordhoff N.V-Groningen The Netherlands.

Barfod, A.S. & Dransfield, J. 2013. Flora of Thailand 11(3): 323-498. The Forest Herbarium, National Park, Wildlife and Plant Conservation Department, Bangkok.

Barry, J. P. & Celles, J.S. 1991. Flore de Mauritanie 2: 360-550. Centre Regional de Documentation Pedagogique, Nice.

Bayton, R.P. 2007. A revision of Borassus L. (Arecaceae). Kew Bulletin, 62: 561-586.

Beccari, O. 1913. Distribution, origin and cultivation of the Coconut Palm. Webbia 4: 143-240.

BPTH. 2012. Borassus flabellifer L. Informasi Singkat Benih, No. 136, November 2012.

Davis, A. and Johnson, D. V. 1987. Current utilization and further development of the Palmyra Palm (Borassus flabellifer L., Arecaceae) in Tamil Nadu State, India. Economic Botany, 41(2): 247–266.

Fox, J. J. (1996). Panen Lontar: Perubahan Ekologi dalam Kehidupan Masyarakat Pulau Rote dan Sawu. Pustaka Sinar Harapan, Jakarta. 351 hlm.

Hai, H. D. 2016. Toddy Palm (Borassus flabellifer). Diakses di worldwidefruits pada tanggal 22 April 2017.

Haisya, N.B.S., Utama B.D., Edy R.C. dan Aprilia H.M. 2011. The Potential of Developing Siwalan Palm Sugar (Borassus flabellifer Linn.) as One of the Bioethanol Sources to Overcome Energy Crisis Problem in Indonesia. 2nd International Conference on Environmental Engineering and Applications IPCBEE Vol.17 (2011): IACSIT Press, Singapore.

Johnson, D.V., 1985. Present and potential economic usages of palms in arid and semi-arid areas. In Plants for arid lands (pp. 189-202). Springer Netherlands.

Lim, T.K., 2012. Borassus flabellifer. In Edible Medicinal and Non-Medicinal Plants (pp. 293-300). Springer Netherlands.

Mason, D. and Henry, C.J.K. (1994). Chemical composition of palmyrah (Borassus flabellifer L.) seed shoots. International Journal of Food Sciences and Nutrition, 45: 287-290.

Morton, J.F. (1988). Notes on distribution, propagation, and products of Borassus palms (Arecaceae). Economic Botany, 42: 420-441.

Nuroniah, H.S., Roswati, T., Bustomi, S., Kosasih, A.S., Syamsuwida, D., Mahfudz, Irawanti, S., dan Pari, G. 2010. Lontar (Borassus flabellifer L.) sebagai Sumber Energi Bioetanol Potensial. Pusat Penelitian dan Pengembangan Peningkatan Produktivitas Hutan, Kementerian Kehutanan.

Palmweb 2017. Palmweb: Palms of the World Online. Diakses di http://www.palmweb.org. pada tanggal 3 Mei 2017.

Rahman, N. (2014, February). Sejarah dan dinamika perkembangan huruf lontaraq di Sulawesi selatan. In International Workshop on Endangered Scripts of Island Southeast Asia, Tokyo University of Foreign Studies.).

Sasongko, D.A. 2008. Sekilas Lontar. Kabe. Edisi 04/II/2008. Hal 29-30.

Sukamaluddin, Mulyadi, Dirawan, G. D., Amir F., Pertiwi N. 2016. Conservation Status of Lontar Palm Trees (Borassus flabellifer Linn) In Jeneponto District, South Sulawesi, Indonesia. Journal of Tropical Crop Science, 3 (1): 28-33.

Tambunan, P. 2010. Potensi dan kebijakan pengembangan lontar untuk menambah pendapatan penduduk. Jurnal Analisis Kebijakan Kehutanan, 7 (1): 27-45.

Tjitrosoepomo dan Pudjoarianto. 1982. A Research Project Report. Foof and Agriculture Organization of the United Nation. Rome.

Widjanarko, S. 2008. Siwalan dan Kandungan Niranya. Diakses di http://simonbwidjanarko.wordpress.com pada tanggal 22 April 2017.

Wikipedia. 2017a. Borassus flabellifer. Diakses di https://id.wikipedia.org/ pada tanggal 3 Mei 2017.

Wikipedia. 2017b. Lontar. Diakses di https://id.wikipedia.org/ pada tanggal 12 Mei 2017.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Buletin Eboni

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Indexed by: