Daya dan Kecepatan Berkecambah Benih Pulai (Alstonia scholaris (L.) R. Br. ) yang Disimpan Selama Enam Tahun pada Ruang Simpan Dingin

Edi Kurniawan

Abstract


Ketersediaan benih yang bermutu dalam jumlah yang banyak sangat dibutuhkan dalam pembangunan hutan tanaman dan rehabilitasi lahan. Benih sebaiknya dipersiapkan sesuai kebutuhan kegiatan penanaman. Dalam persiapan benih dengan jumlah banyak dan sesuai kebutuhan diperlukan cara penyimpanan yang tepat, terutama untuk benih yang sifatnya ortodok seperti jenis pulai. Penelitian terdahulu yang terkait dengan waktu penyimpanan benih pulai, masih relatif singkat sehingga perlu uji coba waktu penyimpanan yang lebih lama. Pengujian penyimpanan benih pulai dilakukan pada ruang simpan dingin menggunakan lemari es pada suhu 10°C, kelembaban 50% dan wadah simpan menggunakan plastik klip selama enam tahun. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui daya dan kecepatan berkecambah benih pulai setelah disimpan selama enam tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa benih pulai masih memiliki daya kecambah yang tinggi berkisar 90,85%-99,20% dan kecepatan berkecambah 10-13 hari.

Keywords


Benih; daya kecambah; kecepatan berkecambah; pulai

Full Text:

PDF

References


Efendi, R dan A. Syaffari, K. 2010. Teknik Budidaya Jenis-jenis Pohon Kayu Pertukangan. Sintesa Hasil Penelitian. Silvikultur Hutan Tanaman Penghasil Kayu Pertukangan. Kementerian Kehutanan. Bogor.

Hardi, T, TW. 2005. Daya Kecambah Dan Daya Tumbuh Biji Sengon Yang Disimpan Selama Tiga Belas Tahun Dalam Tempat Penyimpanan Dingin Kering. Wana Benih, 6 (1) : 82-125. Pusat Penelitian Dan Pengembangan Hutan Tanaman, Yogyakarta.

Indartik. 2009. Potensi Pasar Pulai (Alstonia scholaris) Sebagai Sumber Bahan Baku Industri Obat Herbal : Studi Kasus Jawa Barat dan Jawa Tengah. Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan, 6 (2) : 159-175.

Joker, D, DFSC. 2001. Alstonia scholaris (L.) R. Br. Informasi Singkat Benih, No. 2, Maret 2001. Direktorat Perbenihan Tanaman Hutan.

Martawijaya, A., L. Kartasujana, S.A. Prawira, dan K. Kadir. 1981. Atlas Kayu Indonesia. Jilid 1. Departemen Kehutanan.

Mashudi., Hamdan A.A dan Vivi Y. 2014. Budidaya Pulai (Alstonia spp.) Untuk Bahan Barang Kerajinan. Kementerian Kehutanan. Jakarta.

Mashudi., Dedi S dan Surip. 2005. Aplikasi Variasi Media Perkecambahan Pada Persemaian Pulai. Jurnal Penelitian Hutan Tanaman, 2 (1) : 1-59. Pusat Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan, Yogyakarta.

Meliala, J. 2008. Pengaruh Ruang, Media, Wadah dan Periode Penyimpanan Terhadap Viabilitas Benih Manglid (Manglietia glauca Blume.). Skripsi. Institut Pertanian Bogor.

Sadjad. 1980. Panduan Pembinaan Mutu Benih Tanaman Kehutanan di Indonesia Kerjasama Ditjen Reboisasi dan Rehabilitasi Lahan Departemen Kehutanan dan Institut Pertanian Bogor.

Suita, E dan Nurhasby. 2009. Metode Pengujian Mutu Fisik dan Fisiologis Benih Pulai (Alstonia scholaris). Jurnal Penelitian Hutan Tanaman, 6 (2) : 55-123. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan Tanaman, Bogor.

Schmidt, L. 2000. Pedoman Penanganan Benih Tanaman Hutan Tropis dan Sub Tropis. Direktorat Jenderal Rehabilitasi Lahan dan Perhutanan Sosial. Departemen Kehutanan, Jakarta.

Zanzibar, M. 2014. Pulai (Alstonia scholaris (L) R Br). Atlas Benih Tanaman Hutan Indonesia Jilid V. Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan, Balai Teknologi Perbenihan Bogor.




DOI: https://doi.org/10.20886/buleboni.5103

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Buletin Eboni

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Indexed by: