Kearifan Lokal Masyarakat Pulau Tanakeke dalam Mengelola Ekosistem Mangrove

Arman Hermawan, Heru Setiawan

Abstract


Kawasan hutan mangrove di Pulau Tanakeke merupakan kawasan mangrove yang terluas di Provinsi Sulawesi Selatan dengan luasan 951,11 ha. Kesadaran masyarakat akan pentingnya hutan mangrove dan pengalaman buruk akibat degradasi mangrove di masa lampau, membuat masyarakat termotivasi untuk mengelola mangrove dengan kearifan trandisional. Tulisan ini bertujuan untuk memaparkan kearifan lokal masyarakat Pulau Tanakeke dalam mengelola ekosistem mangrove. Pengambilan data dilakukan dengan metode observasi lapangan dan wawancara langsung dengan responden kunci. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 899,56 ha hutan mangrove di Pulau Tanakeke dikelola secara individu dan telah dianggap sebagai aset ekonomi keluarga. Dari keseluruhan mangrove yang ada di Pulau Tanakeke, terdapat satu kawasan hutan mangrove yang ditetapkan sebagai kawasan konservasi oleh masyarakat, yaitu “Bangko Tappampang”. Terbentuknya kawasan konservasi Bangko Tappampang ini berawal dari dibentuknya Forum Pemerintah Desa di Pulau Tanakeke. Forum Pemerintah Desa bersama masyarakat telah menyusun rencana pengelolaan kawasan Bangko Tappampang. Harapan masyarakat ke depan, kawasan Konservasi Mangrove Bangko Tappampang dapat dijadikan sebagai objek ekowisata dan kawasan pendidikan serta penelitian yang dapat menjadi alternatif sumber pendapatan masyarakat.


Keywords


Kearifan lokal; Hutan Mangrove; Bangko Tappampang; Pulau Tanakeke

Full Text:

PDF

References


Akbar, M. (2014). Geospatial Modeling of Vegetation Cover Changes on A Small Island - Case Study: Tanakeke Island, Takalar District, South Sulawesi. Bogor Agricultural University.

Alho, C.J.R., Schneider, M., & Vasconcellos, L. A. (2002). Degree of Threat to the Biological Diversity in the Ilha Grande State Park (RJ) and Guidelines for Conservation. Brazilian Journal of Biology, 62 (3), 375–385.

Ghazali, I. (2015). Pemanfaatan mangrove berbasis kearifan lokal di Pantai Timur Surabaya. Institut Pertanian Bogor.

Giri, C., Ochieng, E., Tieszen, L. L., Zhu, Z., Singh, A., Loveland, T., … Duke, N. (2011). Status and distribution of mangrove forests of the world using earth. Global Ecology and Biogeography, 20, 154–159. http://doi.org/10.1111/j.1466-8238.2010.00584.x

Mutmainnah. (2005). Pengembangan pemanfaatan sumberdaya kepulauan Pulau Tanakeke Kabupaten Takalar Provinsi Sulawesi Selatan. Jurnal Bisnis Perikanan, 1 (1), 29–38.

Setiawan, H. (2015). Studi pengelolaan hutan mangrove sebagai bahan baku industri arang di Pulau Tanakeke Kabupaten Takalar Sulawesi Selatan. In Seminar Nasional Sewindu BPTHHBK Mataram: Pengarusutamaan Hasil Litbang Lingkungan Hidup dan Kehutanan sebagai Lokomotif Pembangunan Berkelanjutan (pp. 597–605). Mataram: Balai Penelitian Teknologi Hasil Hutan Bukan Kayu.

Setiawan, H. (2016). Kajian etnobotani mangrove masyarakat adat Makassar di Pulau Tanakeke Kabupaten Takalar Provinsi Sulawesi Selatan. In Prosiding Seminar Nasional Perhutanan Sosial Tahun 2016 (pp. 106–113). Banjarbaru: Lambung Mangkurat University Press.

Setiawan, H., & Larasati, D. A. (2016). Kontribusi ekosistem mangrove dalam mendukung pembangunan wilayah pesisir dan pulau kecil; Studi kasus di Pulau Tanakeke Kabupaten Takalar Sulawesi Selatan. In Prosiding Seminar Nasional Mengawal Pelaksanaan SDGs (pp. 153–162). Surabaya: Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum, Universitas Negeri Surabaya.

Setiawan, H., Purwanti, R., & Garsetiasih, R. (2017). Persepsi dan sikap masyarakat terhadap konservasi ekosistem mangrove di pulau tanakeke sulawesi selatan. Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan, 14 (1), 57–70.

Suharti, S., Darusman, D., Nugroho, B., & Sundawati, L. (2016). Kelembagaan dan perubahan hak akses masyarakat dalam pengelolaan hutan mangrove di Sinjai Timur, Sulawesi Selatan. Jurnal Sosiologi Pedesaan Solidity, 4(2), 167–175.

Syafi’i, M. A. (2010). Revitalisasi kearifan lokal dalam pemberdayaan masyarakat. Jurnal Multikultural & Multireligius, 9 (34), 83–92.

Uddin, M. S., de Ruyter van Steveninck, E., Stuip, M., & Shah, M. A. R. (2013). Economic valuation of provisioning and cultural services of a protected mangrove ecosystem: A case study on Sundarbans Reserve Forest, Bangladesh. Ecosystem Services, 5 (October 2014), 88–93. http://doi.org/10.1016/j.ecoser.2013.07.002

Wagiran. (2012). Pengembangan karakter berbasis kearifan lokal Hamemayu Hayuning Bawana. Jurnal Pendidikan Karakter, 2 (3), 329–339.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Buletin Eboni

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Indexed by: