SUATU TINJAUAN PEMANFAATAN KAYU HUTAN TANAMAN UNTUK GLULAM

Yusuf Sudo Hadi, Andi Sri Rahayu Diza Lestari

Sari


Hutan tanaman umumnya dipanen pada umur kurang dari 10 tahun, sehingga kayu berdiameter kecil, inferior sifat fisis-mekanisnya, serta rentan terhadap bio-deteriorasi. Agar kayu ini dapat dimanfaatkan lebih berdaya-guna, maka rekayasa pembuatan glued-laminated timber (glulam) dapat diaplikasikan, sehingga diperoleh batang kayu berukuran lebih besar dan ketahanannya terhadap serangan organisme perusak kayu dapat ditingkatkan. Saat ini, jenis kayu hutan tanaman yang telah dipelajari untuk dibuat menjadi adalah jabon (Anthocephalus cadamba), karet (Hevea brasiliensis), mahoni (Swietenia sp.), mangium (Acacia mangium), manii (Maesopsis eminii), mindi (Melia azedarach), pinus (Pinus merkusii), sengon (Falcataria moluccana), dan sungkai (Peronema canescens), sedangkan kayu dari hutan alam untuk kombinasinya yaitu kayu kempas (Koompassia malaccensis) dan merbau (Instia sp.). Sementara perekat yang digunakan dalam pembuatan glulam yaitu perekat nabati tanin mangium, tanin mahoni, dan tanin merbau, serta perekat sintetis yaitu isosianat dan phenol resorcinol formaldehyde (PRF). Hasilnya menunjukkan bahwa glulam yang dibuat dengan perekat berbasis tanin mempunyai sifat fisis dan mekanis sebanding dengan kayu solidnya maupun dengan menggunakan perekat PRF. Demikian pula sifat fisis-mekanis glulam dengan perekat isosianat tidak berbeda dengan kayu solidnya, kecuali keteguhan geser glulam lebih rendah dari kayu solidnya, selain itu glulam tersebut tahan terhadap delaminasi baik pada perendaman air dingin maupun air mendidih, serta berhasil memenuhi standar JAS 1152-2007. Pada pembuatan glulam dengan impregnasi polistirena pada kayu sengon dan mindi menunjukkan bahwa impregnasi polistirena tersebut memberikan pengaruh perubahan warna yang sangat kecil, keteguhan rekatnya sebanding dengan kayu solidnya, dan ketahanan terhadap serangan rayap tanah (Coptotermes curvignathus Holmgren) meningkat.


Kata Kunci


Glued laminated timber; perekat nabati; perekat sintetis; polistirena

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Faherty, K.F., & Williamson, T.G. (1999). Wood engineering and construction handbook. New York: McGraw-Hill Inc.

Fajriani, E., Ruelle, J., Dlouha, J., Fournier, M., Hadi, Y.S., & Darmawan, W. (2013). Radial variation of wood properties of sengon (Paraserianthes falcataria) and jabon (Anthocephalus cadamba). Journal of the Indian Academy of Wood Science 10(2): 110-117.

Hadi, Y.S., Nawawi, D.S., Herliyana, E.N., & Lawniczak, M. (1998). Termite attack resistance of four polystyrene impregnated woods from poland. Forest Products Journal, 48(9), 60-62.

Hadi, Y.S., Rahayu, I.S., & Danu, S. (2015). Termite resistance of jabon wood impregnated with methyl methacrylate. Journal of Tropical Forest Science, 27(1), 25-29

Hadi, Y.S., Efendi, M., Massijaya, M.Y., Arinana, & Pari, G. (2016). Technical note: Subterranean termite resistance of smoked glued laminated lumber made from fast-growing tree species in Indonesia. Wood Fiber Science. 48(3), 211-216.

Hendrik, J., Hadi, Y.S., Massijaya, M.Y., Santoso, A., & Pizzi, A. 2019. Properties of glued laminated timber made from fast-growing species with mangium tannin and phenol resorcinol formaldehyde adhesives. Journal Korean Wood Science and Technology, 47(3), 253-264.

The International Tropical Timber Organization (ITTO). (2009). Standar prosedur pengolahan kayu yang efisien. Technical Report No.2. Jakarta.

Japan Agricultural Standard (JAS). (2007). Glued laminated timber. (JAS 1152). Ministry of Agriculture, Forestry, and Fisheries, Tokyo, Japan.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. (2020). Statistik 2019 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Jakarta (ID): Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Jakarta.

Komariah, R.N., Hadi, Y.S., Massijaya, Y.M., & Suryana, J. (2015). Physical-mechanical properties of glued laminated timber made from tropical small-diameter logs grown in Indonesia. Journal Korean Wood Science Technology, 43(2), 156-167.

Lestari, A.S.R.D., Hadi, Y.S., Hermawan D., & Santoso A. (2015). Glulam properties of fast-growing species using mahogany tannin adhesive. BioResources, 10(4), 7419-7433.

Lestari, A.S.R.D., Hadi, Y.S., Hermawan, D., & Santoso, A. (2018). Physical and mechanical properties of glued laminated lumber of pine (Pinus merkusii) and jabon (Anthocephalus cadamba). Journal Korean Wood Science Technology, 46(2), 143-148.

Lestari, A.S.R.D., Hadi, Y.S., Hermawan, D., Santoso, A., & Pizzi, A. (2019). Physical and mechanical properties of glued–laminated lumber from fast-growing tree species using mahogany tannin adhesive. Wood and Fiber Science, 51(2), 132–143.

Moody, R.C., Hernandez, R., Liu, J.Y. (1999). Glued structural members. Di dalam: Wood handbook-wood as an engineering material. General Technical Report FPLGTR-113. Department of Agriculture, Forest Service, Forest Product Laboratory, Wisconsin, USA.

Nandika, D., Darmawan, W., & Arinana. (2015). Peningkatan kualitas kayu sengon (Paraserianthes falcataria (l) Nielsen) melalui teknik kompregnasi. Jurnal Teknologi Industri Pertanian, 25(2), 125–135.

Nurhanifah, Hermawan, D., Hadi, Y.S., Arsyad, W.O.M., & Abdillah, I.B. (2020). Shear strength and subterranean termite resistance of polystyrene impregnated sengon (Falcataria moluccana) glulam. ICFP 2020: 12th International Symposium of IWoRS, Bogor, 1 September 2020, p.B02

Santoso, A., Hadi, Y.S., Malik, J. (2014). Composite flooring quality of combined wood species using adhesive from merbau wood extract. Forest Product Journal., 64(5/6), 179-186.

Shepard, R.K. 1982. Fertilization effect on specific gravity and diameter growth of red spruce. Wood Science., 14(3), 138 -144.

Serrano, E. (2002). Mechanical performance and modelling of glulam. Dalam: S. Thelandersson, H.J. Larsen (Editor). Timber engineering. New York: John Willey & Sons.

Standar Nasional Indonesia (SNI). (2006). Pengujian ketahanan kayu dan produk kayu terhadap organisme perusak kayu. SNI 01.7207-2006. Badan Standarisasi Nasional Indonesia, Jakarta, Indonesia.

Sulistyawati, I., Nugroho, N., Surjokusumo, S., & Hadi Y.S. (2008). Kekakuan dan kekuatan lentur maksimum balok glulam dan utuh kayu mangium. Jurnal Teknik Sipil, 15(3), 113-119.

Sulistyawati, I. (2009). Karakteristik glued laminated timber dari tiga jenis kayu berdiameter kecil dengan dua ketebalan lamina. (Disertasi). Institut Pertanian Bogor.

Wijayanto, N., & Hartoyo, A.P.P. (2013). Teknik dan biaya budidaya jabon (Anthocephalus cadamba Miq.) oleh petani kayu rakyat. Jurnal Silvikultur Tropika, 4(3), 178–182.




DOI: https://doi.org/10.20886/jphh.2022.40.1.31-36

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


JURNAL PENELITIAN HASIL HUTAN TERINDEKS DI:

Lebih banyak...


Copyright © 2015 | Jurnal Penelitian Hasil Hutan (JPHH, Journal of Forest Products Research)

eISSN : 2442-8957        pISSN : 0216-4329

       

JPHH is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.