PEMETAAN PERMASALAHAN KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN : KASUS DI PROPINSI RIAU

andhika silva yunianto

Sari


Kebakaran hutan dan lahan di Riau selalu berulang setiap memasuki musim kemarau. Kejadian kebakaran hutan dan lahan memiliki hubungan yang sangat erat dengan konflik pemanfaatan sumberdaya hutan, baik legal maupun ilegal, antara masyarakat, perusahaan dan pemerintah. Bila dihubungkan dengan kondisi hutan, kejadian kebakaran hutan dan lahan memiliki hubungan yang erat dengan konversi hutan menjadi perkebunan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memetakan kejadian kebakaran hutan dan lahan tahun 2010-2015 berdasarkan fungsi kawasan, kondisi sosial-ekonomi masyarakat, pembangunan wilayah dan politik lokal, serta menganalisis faktor pemicu yang menjadi penyebab kebakaran hutan dan lahan di Riau. Analisis dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif verifikatif berdasarkan hasil wawancara mendalam untuk mengetahui aktivitas/perilaku masyarakat yang mempengaruhi terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Untuk menghasilkan peta dan mengetahui persebaran kebakaran hutan dan lahan dilakukan dengan menggunakan  GIS  (Geographic  Information  System).  Analisis  peta  menunjukkan  titik  panas  (hotspot)  banyak ditemukan pada kawasan konsesi IUPHHK-HTI (Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu – Hutan Tanaman Industri) dan Areal Penggunaan Lain (APL) Temuan tersebut menunjukkan adanya keterkaitan antara kebakaran hutan dan lahan dengan  konflik  antara  masyarakat  dengan  perusahaan  dilihat  dari  fungsi  kawasan,  kondisi  sosial  ekonomi, pembangunan  wilayah  dan  politik  lokal.  Pada  akhirnya,  pemerintah  perlu  meningkatkan  kewaspadaan  tinggi terulangnya kejadian kebakaran hutan dan lahan ketika musim kemarau terutama di areal yang berpotensi terjadi konflik pemanfaatan kawasan hutan antara masyarakat dengan perusahaan seperti di areal izin konsesi IUPHHK-HTI dan areal penggunaan lain (APL). Kewaspadaan perlu dilakukan dengan memperjelas status kawasan di areal konflik serta memberikan penyuluhan dan sosialisasi ke masyarakat secara intensif


Kata Kunci


Pemetaan, kebakaran hutan dan lahan, konflik, politik, okupansi

Referensi


BBC. 2015. Kebakaran Hutan dan Lahan Indonesia Bisa Samai Insiden 1997. https://www.bbc.com/indonesia/beritaindonesia/2015/10/151002indonesiaasaprekor. Diakses 17 Agustus 2018.

Lawalata J, Sizer N, Leach A, Minnemeyer S, Higgins M, Stolle F dan Anderson J. 2014. Mencegah Kebakaran Hutan di Indonesia: Fokus Pada Provinsi Riau, Lahan Gambut, Serta Pembakaran Ilegal. WRI Indonesia. https://wri-indonesia.org/id/blog/preventing-forest-fires-indonesia-focus-riau-province-peatlandand-illegal-burning. Diakses pada 17 Agustus 2018.

Ostrom, E., 2008. Decentralization and Community-based Forestry: Learning from Experience, in: Webb, E.L., Shivakoti, G.P. (Eds.), Decentralization, Forest and Rural Communities: Policy Outcomes in South and Southeast Asia. Sage Publication, New Delhi, India.

Prayoto. 2014. Analisis Kebakaran Hutan dan Lahan Gambut Provinsi Riau Tahun 2014.https://www.researchgate.net/publication/322641278_Forest_and_peatland_fire_in_Riau_in_2014. Diakses pada 17 Agustus 2018.

Purbowaseso, B. 2004. Pengendalian Kebakaran Hutan. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Purnomo H, Beni O, Bayuni S, Ramadhani A, Hariadi K dan Ade AD. 2015. Kabut Asap, Penggunaan Lahan dan Politik Lokal. https://www.researchgate.net/publication/294721462_Kabut_Asap_Penggunaan_Lahan_dan_Politik_Lokal. Diakses pada 17 Agustus 2018.

Purnomo H, Bayuni S, Haris G, Soaduon S, M Agus S dan Ramadhani A. 2015b. Ekonomi Politik Kebakaran Hutan dan Lahan: Sebuah Pendekatan Analitis. https://www.researchgate.net/publication/294721273_Ekonomi_Politik_Kebakaran_Hutan_dan_Lahan_Sebuah_pendekatan_analitis. Diakses pada 17 Agustus 2018.

Republik Indonesia. 2009. Peraturan Menteri Kehutanan Nomor: P.12/Menhut-II/2009 tentang Pengendalian Kebakaran Hutan. Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2009, No.28. Menteri Hukum dan HAM. Jakarta.

Sheil, D., et.all. 2009. The Impacts and Opportunities of Oil Palm in Southeast Asia Africa. http://doi.org/10.17528/cifor/002792

Tribun Pekanbaru. 2017. Kejati Lakukan Tahap II Terhadap Tersangka Tipikor Penerbitan Sertifikat di TNTN. http://pekanbaru.tribunnews.com/2017/09/19/kejati-lakukan-tahap-ii-terhadap-tersangka-tipikor-penerbitan-sertifikat-di-tntn. Diakses pada 22 Agustus 2018.

Wulan YC, Yasmi Y, Purba C, dan Wollenberg E. 2004. Analisa Konflik Sektor Kehutanan di Indonesia 1997-2003. Bogor (ID): CIFOR.




DOI: https://doi.org/10.20886/jpks.2021.2.1.25-37

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Jurnal Penelitian Kehutanan Sumatrana