ANALISIS SISTEM PERKAWINAN MERBAU (Intsia bijuga O. Ktze) DI PAPUA BERDASARKAN PENANDA ISOENZIM

Mahfudz Mahfudz, Mohammad Na'iem, Sumardi Sumardi, E B Hardiyanto

Abstract


Merbau (Intsia bijuga O. Ktze) is an important species to supply wood in Indonesia. Mating system on natural population of merbau can influence genetic diversity of merbau. The objectives of this study were to investigate mating system on natural forest of merbau in Papua. The research used 200 samples of merbau from 10 mother trees in Gunung Meja Forest Research Manokwari-Papua. Isoenzyme analysis was done using four enzyme systems i. e. Peroxidase (POD), Esterase (EST), Glutamate Oxaloacetate Transaminase (GOT) dan Diaphorase (DIA). Data were analysed using MLTR program. The result showed that average genetic diversity (He) 0.463 and total heterozygosity (HT) 0.496. The multilocus population outcrossing rate (tm) and singlelocus population outcrossing rate (ts) were tm = 1.00 and ts = 0.992. Probability of inbreeding rate (tm  - ts) = 0.008.


Keywords


Intsia bijuga, mating system, isoenzyme, genetic variation

Full Text:

PDF

References


Finkeldey, R. 2005. An Introduction to Tropical Forest Genetics, Institute of Forest Genetics dan Forest Tress Breeding, Georgia-August-University Gotinggen, Busgenweg 2, D 37077 Gottingen, Germany.

Halim, R. M. AE. L,. 2008. Variasi genetic dalam dan antar populasi merbau dengan analisis isozim. Skripsi Mahasiswa S1 Fakultas Kehutanan UGM. Yogyakarta.

Hamrick, J.L. 1989. Isozyme and the analysis of genetic structure in plant population. In: Soltis, D.E. and Soilt P.S (Eds) Isozyme in Plant Biology. Dioscoridos Press. Oregon. pp 87-105.

Hedegart, T. 1973. Pollination of teak (Tectona grandis). Silvae Genetica 22 : 124-128.

James, T., Vege, S., Aldrich, O., dan Hamrich, J. L. 2006. Mating system of three tropical dry forest tree species. Biotropica, 30: 587-594.

Kertadikara, A. W. S., dan D. Prat. 1995. Genetic Structure and mating system in teak (Tectona grandis L.f.) provenances. Silva Genetica 44, 2-3.

Lee, S.L., Kevin, K.S., Leng-Guan Saw, Adnan Norwati, M. H Siti Salwana, Chai-Ting Lee dan M. Norwati. 2002. Population genetic of Instia palembanica (Leguminosae) and genetic conservation of virgin jungles reserve in Peninsular Malaysia, American Journal of Botany 89 (3): 447-459.

Lekitoo, K., Matani, O. P. M., Remetwa, H., dan Hatuban, C.D. 2008. Keanekaragaman flora Taman Wisata Alam Gunung Meja-Papua Barat. Balai Penelitian Kehutanan Manokwari.

Nurtjahjaningsih, ILG. 2010. Sistem perkawinan dikebun benih Pinus merkusii di Jember. Makalah dalam Prosiding Ekspose Hasil-Hasil Penelitian Balai Besar Penelitian Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan. Yogyakarta.

Nei, M. 1972. Moleculer Evolutionary Genetics. Columbia University Press, New York.

Ningsih, A. N. 2008. Sistem perkawinan pada sebaran alam: Kajian potensi dan eksploitasi kayu merbau di hutan alam produksi. Dalam Prosiding Lokakarya Ekspose Hasil- Hasil Penelitian Balai Penelitian Kehutanan Manokwari Tahun 2003. BPK Manokawari. Pp : 110 -122.

Rimbawanto, A. dan AYPBC Wisyatmoko. 2006. Keragaman genetic empat populasi Intsia bijuga berdasarkan penanda RAPD dan implikasinya bagi program konservasi genetic. Jurnal Penelitian Hutan Tanaman. 3 (3): 149-154.

Ritland. 2004. Multilocus Mating System Program. http://genetic.forestry.ubc.ca/ritland/program

Tokede, M.J., B. V. Mambai, L. B. Pangkali dan Z. Mardiyadi. 2006. Persediaan Merbau di Papua. Laporan WWF Region Sahul papua. Jayapura.

Tripamungkas, Y. 2008a. Studi variasi genetik beberapa populasi merbau menggunakan penanda isoenzim dan pemanfaatannya dalam program konservasi genetic. Tesis S2 Universitas Gadjah Mada . Yogyakarta

Tripamungkas, Y. 2008b. Variasi genetic beberapa populasi merbau (Intsia bijuga O.Ktze) berdasrakan penanda isoenzim. Jurnal Pemuliaan Tanaman Hutan 2 (3): 243-251.

Untarto, T.M. 1998. Merbau (Intsia bijuga) jenis andalan yang unggul Irian jaya ; Gambaran umum dan prospek pengembangannya. Matoa: Visi & Misi BPK Manokwari. Informasi Teknis 5(1). Balai Penelitian Kehutanan Manokwari. Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanandan Perkebunan. Departemen Kehutanan dan Perkebunan.

Wendel, J.F. dan Weeden, N.F. 1989. Visualization and interpretation of plant Biology’. (eds P. Soltis and D. Soltis) Vol. 4, chapter 1, pages 5-45 (Dioscorides Press: Portland).

Widiyatmoko, R.D Afritanti, Taryono dan A. Rimbawanto. 2009. Keragaman genetic lima populasi Gyrinops verstegii di Lombok menggunakan penanda RAPD. Jurnal Pemuliaan Tanaman Hutan 3 (1): 1-10.

Yeh, F. C. 2000. Population genetics. In A Young, D. Boshier dan T. Boyle (Eds), Forest Conservation Genetics, Principles and Practice. CABI Publishing.

Zakaria, E., A. Widodo., A. Subyanto dan Y. W. N. Ratnaningrum. 2005. Aplikasi manajemen penyerbukan untuk optimalisasi produk benih jati. Seminar Nasional Peningkatan Produktivitas Hutan Peran Konservasi Sumberdaya Genetik, Pemuliaan dan Silvikultur dalam Mendukung Rehabilitasi Hutan. Yogyakarta 26-27 Mei 2005.




DOI: https://doi.org/10.20886/jpth.2010.4.2.109-116

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2016 Jurnal Pemuliaan Tanaman Hutan

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

Jurnal Pemuliaan Tanaman Hutan Indexed By:

 

Copyright of Jurnal Pemuliaan Tanaman Hutan (JPTH)

eISSN : 2527-8665   pISSN : 1693-7147