Produktivitas Tegakan Tanaman Meranti Tembaga (Shorea leprosula Miq.) dari Cabutan Alam dan Stek Pucuk

Asef Kurniyawan Hardjana, Lydia Suastati

Abstract


Produktivitas tanaman merupakan salah satu indikator yang dapat menentukan keberhasilan suatu penanaman. Salah satu jenis penting dalam famili Dipterocarpaceae yang informasi mengenai produktivitas tanamannya yang ditanam dalam kawasan hutan tanaman belum banyak diketahui adalah meranti tembaga (S. leprosula Miq.). Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui produktivitas pertumbuhan tanaman meranti tembaga (S. leprosula Miq.) yang berasal dari cabutan dan stek dari umur 9 - 15 tahun yang diukur secara periodik (2 tahun sekali) pada areal hutan tanaman. Percobaan penanaman dilakukan pada lahan belukar muda bekas kebakaran dengan perlakuan jarak tanam 5 m x 4 m. Ukuran plot pengamatan dibuat persegi dengan luas 0,25 ha, jumlah plot keseluruhan adalah 12 plot yang terdiri dari 9 plot untuk tanaman asal cabutan alam dan 3 plot untuk tanaman asal stek pucuk. Hasil penelitian menunjukan bahwa tanaman meranti tembaga yang berasal dari bibit cabutan dan stek memiliki pertumbuhan yang pesat, hingga umur 15 tahun riap diameter rata-rata tahunan (MAI) untuk tanaman yang berasal dari cabutan sebesar 1,55 cm/tahun dan 1,78 cm/tahun untuk tanaman yang berasal dari stek.

Keywords


cabutan; meranti tembaga; produktivitas; stek pucuk; tegakan

References


Abdurachman, dan A. Suyana. 2007. Kondisi Tegakan Shorea leprosula pada Areal Tegakan Campuran di PT. Inhutani I Long Nah, Kalimantan Timur. Prosiding Seminar Pengembangan Hutan Tanaman Dipterokarpa dan Ekspose TPTII/SILIN. Balai Besar Penelitian Dipterokarpa. 4 – 5 September 2007. Samarinda. Makalah Penunjang hal. 239.

Daniel TW, Helms JA and Baker F. 1987. Prinsip-prinsip Silvikultur. Djoko Marsono, penerjemah; Oemi HS, editor. Terjemahan dari: Principles of Silviculture. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.

Davis, L.S and K. N. Jhonson. 1987. Forest Management. Mc Graw-Hill Book Company. New York.

Hardjana, A. K. 2013. Keragaman Pertumbuhan Tanaman Meranti Merah (Shorea leprosula Miq.) Pada Berbagai Tapak. Prosiding “ Restorasi Ekosistem Dipterokarpa Dalam Rangka Peningkatan Produktivitas Hutan”. 22 Oktober 2013. Balai Besar Penelitian Dipterokarpa. Samarinda.

Hendromono, & Hajib, N. 2001. Prospek Pembangunan Hutan dan Pemanfaatan Kayu Jenis Khaya, Mahoni dan Meranti. Prosiding Ekspose Hasil-hasil Penelitian: Pengembangan Jenis Tanaman Petensial (Khaya, Mahoni, dan Meranti) untuk Pembangunan Hutan Tanaman, Hal.29-40. Bogor: Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan dan Konservasi Alam.

Joker, D. 2002. Informasi Singkat Benih: Shorea leprosula Miq. Direktorat Perbenihan Tanaman Kehutanan. Jakarta: Departemen Kehutanan Republik Indonesia.

Kramer, P.J. and Kozlowski, Th.T. 1960. Physiology of Trees. McGraw-Hill Book Company, New York.

Leppe, D dan M. Noor,. 1992. Uji Coba Jenis dan Jarak Tanam Tiga Jenis Meranti. Jurnal Penelitian Hutan Tropika. Wanatrop Vol.6 No.1. Balai Penelitian Kehutanan. Samarinda.

Mawazin dan Suhaendi, H. 2012. Pengaruh Jarak Tanam Terhadap Diameter Shorea leprosula Miq. Umur Lima Tahun. Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol. 9 No. 2. Hal.189-197, 2012. Pusat Litbang Konservasi dan Rehabilitasi. Bogor.

Mindawati N, Tiryana T. 2002. Pertumbuhan Jenis Pohon Khaya anthotheca di Jawa Barat. Buletin Penelitian Hutan No. 632. Hal.47-58.

Pamoengkas, P. 2006. Kajian Aspek Vegetasi dan Kualitas Tanah Sistem Silvikultur Tebang Pilih Tanam Jalur (Studi Kasus di Areal HPH PT. Sari bumi Kusuma, Kalimantan Tengah). [disertasi]. Bogor: Sekolah Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor. Tidak dipublikasikan.

Pamoengkas, P., dan Juniar P. 2011. Pertumbuhan Meranti Merah (Shorea leprosula Miq.) Dalam Sistem Silvikultur Tebang Pilih Tanam Jalur (Studi Kasus di Areal IUPHHK-HA PT. Sari Bumi Kusuma, Kalimantan Tengah). Jurnal Silvikultur Tropika Vol.2 No.1 April 2011, Hal. 913.

Prodan, M. 1968. Forest Biometrcs. Translated in English by S. H. Garner . Pergamon Press, Oxford.

Sitompul MS dan Guritno B. 1995. Analisis Pertumbuhan Tanaman. Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya. UGM Press.

Suyana A., dan Abdurachman. 2006. Kondisi Tegakan Shorea leprosula Miq. Umur 13 Tahun pada Berbagai Jarak Tanam di KHDTK Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Prosiding Seminar bersama Hasil-hasil Penelitian. Balai Litbang Kehutanan Kalimantan, Balitbang Hutan Tanaman, dan Loka Litbang Satwa Primata. Samarinda.

Suyana A., dan Abdurachman. 2011. Kondisi Tegakan Meranti Tembaga (Shorea leprosula) di Kawasan Bekas Kebakaran Samboja, Kalimantan Timur. Jurnal Penelitian Dipterokarpa. Vol. 5 No. 1, Juni 2011. Balai Besar Penelitian Dipterokarpa. Samarinda.

Wahyudi, dan S. Panjaitan. 2011. Model Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Shorea leprosula pada Sistem Tebang Pilih Tanam Jalur Teknik SILIN. Jurnal Penelitian Dipterokarpa. Vol. 5 No. 2, Desember 2011. Balai Besar Penelitian Dipterokarpa. Samarinda.




DOI: https://doi.org/10.20886/jped.2014.8.1.47-58

Copyright (c) 2016 Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Published by: Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Ekosistem Hutan Dipterokarpa

Address: Street A. Wahab Syahrani No.68, Sempaja, Samarinda, East Kalimantan, Indonesian

Phone: 0541-206364 | Faximile: 0541-742298

Website: http://www.diptero.or.id

Email: publikasidiptero@gmail.com

 

 

Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa Indexed By:

      

   

 

 

Copyright © 2018 | Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa.

Creative Commons License
The JPED is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.