Perubahan Fisiologis dan Biokimia Benih Tengkawang Selama Penyimpanan

Asep Rohandi, Nurin Widyani

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aspek fisiologi dan biokimia perubahan fisik dan fisiologis benih tengkawang (Shorea stenoptera) selama proses penyimpanan. Percobaan penyimpanan dilakukan dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) faktorial 2 x 5 dengan 3 kali ulangan. Faktor-faktor tersebut meliputi suhu ruang simpan dan lama penyimpanan. Suhu ruang simpan terdiri dari ruang kamar (28-290C) dan  ruang AC (18-20 0C), sedangkan lama penyimpanan terdiri dari 0, 1, 2, 3 dan 4 minggu. Parameter fisiologis yang diamati meliputi daya berkecambah, kecepatan berkecambah dan nilai perkecambahan, sedangkan parameter biokimia meliputi kandungan pati, lemak, protein dan daya hantar listrik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan lama penyimpanan memberikan pengaruh sangat nyata terhadap perubahan fisiologis (daya berkecambah, kecepatan berkecambah dan nilai perkecambahan) benih S. Stenoptera, yang dapat menyebabkan viabilitas benih terus menurun dengan semakin lamanya periode penyimpanan. Perbedaan suhu ruang simpan pada penyimpanan benih tengkawang (KA awal 46,06%) tidak  menunjukkan perbedaan nyata. Sampai minggu ke 4 daya berkecambah benih di ruang kamar mampu dipertahankan sebesar 44% dan di ruang AC sebesar 49,33%. Kandungan lemak dan nilai daya hantar listrik cenderung mengalami peningkatan, sedangkan kandungan pati dan protein pada benih tengkawang cenderung mengalami penurunan selama penyimpanan. 


Keywords


biokimia; fisiologis; perubahan; penyimpanan; tengkawang

References


Adimargono, S. (1997). Recalcitrant seeds, identification and storage. Thesis. Larenstein International Agriculture College, Deventer.

AOSA. (1983). Seed Vigor Testing Handbook Prepared By Seed Vigor Test Committee of The Association of Official Seed Analysis. Contribution No 32 .88p

Asomaning, J.M., N. S. Olympio & M. Sacande. (2011). Desiccation Sensitivity and Germination of Recalcitrant Garcinia kola Heckel Seeds. Research Journal of Seed Science : 1-13.

Bonner (1991). Estimating Seed Quality of Southern Pines by Leachate Conductivity. United States Departement of Agriculture. New Orleans, Louisiana.

Djaman, D.F., D. Priadi dan E. Sudarmonowati. (2006). Penyimpanan Benih Damar (Agathis damara Salisb.) dalam Nitrogen Cair . Biodiversitas. 7 (2) : 164-167

Girija, T. and S. Srinivasan. (1998). Metabolic Changes Associated with Dessication in Calamus Seeds. IUFRO Seed Symposium Recalcitrant Seeds 12 – 15 October 1998. Kualalumpur. Malaysia.

ISTA. (1985). Seed Science and Technology. 13. Zurich, Switzerland.

. (2006). International Rules for Seed Testing. The International Seed Testing Association (ISTA) P.O. Box 308, 8303 Bassersdorf, CH – Switzerland.

Halimursyadah. (2012). Pengaruh Kondisi Simpan Terhadap Viabilitas dan Vigor Benih Avicennia marina (Forsk.)Vierh. Pada Beberapa Periode Simpan. Jurnal Agrotropika 17 (2): 43-51,

Hartawan, R. dan Y. Nengsih. (2012). Karbohidrat dan Kadar Air Berperan Penting Dalam Mempertahankan Kualitas Benih Karet. Agrivigor 5 (2): 103-111

Istomo dan Hidayati. (2010). Studi Potensi dan Penyebaran Tengkawang (Shorea spp.) di Areal IUPHHK-HA PT. Intracawood Manufacturing Tarakan, Kalimantan Timur. Jurnal Silvikultur Tropika 1 (1) : 11 – 17

Justice, O. L. dan Louis, N. Bass. (2002). Prinsip dan Praktek Penyimpanan Benih. Rajawali Pers.

Kartiko, H.D.P. 1987. Suhu dan Lama Pengeringan untuk Penyimpanan Benih Rotan Manau (Calamus manan MIQ). Buletin Teknologi Perbenihan. Bogor.

. (1998). Teknik Penyimpanan Sederhana Benih Cepat Rusak dari Tanaman Langka : Ramin (Gonystylus bancanus Kurtz). Buletin Teknologi Perbenihan 5 (2) : 1-8. Bogor.

Khrisnan, P., S. Nagarajan & A.V. Moharir. (2005). Biophysical Characteristation of Seed Water Status and Its Relationship with Seed Water Status. Proc. Indian Natl. Sci. Acad, 71 (3) : 163-179.

Lodong, O., Y. Tambing dan Adrianton. (2015). Peranan Kemasan dan Media Simpan Terhadap Ketahanan Viabilitas Dan Vigor Benih Nangka (Artocarpus heterophyllus Lamk) Kultivar Tulo-5 Selama Penyimpanan. e-J. Agrotekbis 3 (3) : 303 – 315.

Maemunah dan E. Adelina. (2009). Lama Penyimpanan dan Invigorasi Terhadap Vigor Bibit Kakao (Theobroma cacao L.). Media Litbang Sulteng 2 (1) : 56 – 61.

Mahjabin, S. Bilal and A.B. Abidi. (2015). Physiological and Biochemical Changes During Seed Deterioration: A Review. International Journal of Recent Scientific Research, 6 (4) : 3416-3422.

Martawijaya, A., I. Kartasujana, K. Kadir dan S. A. Prawira. (1981). Atlas Kayu Indonesia Jilid I. Pusat Penelitian dan Pengembangan Kehutanan. Direktur Jendral Kehutanan.

Manju, V. & S. Kumar. (2015). Seed Leachate Conductivity and its Correlation With The Seed Viability and Germination of Tnau Papaya Cv. Co8 Seeds Stored Under Different Environmental Conditions. International Journal of Agricultural Science and Research (IJASR), 5 (4) : 127-130.

Mng’omba, S.A., Toit, E.S., & Akinnifesi, F.K. (2007). Germination Characteristics of Tree Seeds: Spotlight on Southern African Tree Species. Tree and Forestry Science and Biotechnology 1(1) : 1-8.

Mugnisjah, W. Q., A. Setiawan, C. Santiwa dan Suwarto. (1994). Panduan Praktikum dan Penelitian Bidang Ilmu dan Teknologi Benih. PT. Raja Grafindo Persada. Jakarta.

Neto, N.M., E.V. Lamarca, & C.J. Barbedo. (2014). Kinetics of solute leachate from imbibing Caesalpinia echinata Lam. (Brazilwood) seeds. Rev. Ceres, Viçosa, 61 (1) : 090-097.

Nkang, A. (1988). Some Aspects of Biochemical Basis of Viability Loss in Stored Guilfoxylia monostylis Seeds. Seed Science and Technology 16: 247–260.

Nugroho, A. A. (1998). Pendugaan Kualitas Benih Sengon Buto (Enterolobium cyclocarpum Griseb) dan Sengon Laut (Paraserianthes falcataria (L) Nielsen) Berdasarkan Uji Daya Hantar Listrik. Skripsi. Jurusan Manajemen Hutan IPB. Bogor.

Nurhasybi, D. J. Sudrajat dan N. Widyani. (2007). Pengaruh Pengeringan dan Kondisi Penyimpanan Terhadap Daya Berkecambah Benih Meranti Merah (Shorea leprosula). Jurnal Penelitian Hutan Tanaman 4 (1). Puslitbang Hutan Tanaman. Badan Litbang Kehutanan. Bogor.

Nurhasybi , Suita E. (2012). Perkecambahan dan Vigor benih Suren (Toona sureni (Blume) Merr.) Pada Berbagai Metode Perkecambahan dan Pengeringan. Prosiding Seminar Hasil-Hasil Penelitian “Teknologi Perbenihan Jenis-Jenis Potensial untuk Rehabilitasi Lahan Bekas Tambang di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.” 3 Oktober 2012. Balai Penelitian Teknologi Perbenihan Tanaman Hutan. Pangkal Pinang.

Pammenter, N.W. (1994). Why Do Stored Hydrated Recalcitrant Seeds Die?. Seed Science. Research 4: 187-191.

Payung, D., E. Prihatiningtyas dan S. H. Nisa. (2012). Uji Daya Kecambah Benih Sengon (Paraserianthes falcataria (L.) Nielsen) di Green House. Jurnal Hutan Tropis, 13 (2) : 133-138

Purwaningsih. (1999). Pengaruh Kondisi Ruang Simpan, Lama Penyimpanan dan Invigorasi Terhadap Viabilitas Benih Tengkawang Tungkul (Shorea stenoptera BURCK). Tesis. Institut Pertanian Bogor. Bogor. Tidak diterbitkan.

Ramos, K.M.O., J.M.M.Matos, R..C.C.Martins, & I.S. Martins. (2012). Electrical Conductivity Testing as Applied to the Assessment of Freshly Collected Kielmeyera coriacea Mart. Seeds. International Scholarly Research Network (ISRN) Agronomy : 1-5.

Rohandi, A dan N. Widyani. (2010). Dampak Penurunan Kadar Air Terhadap Respon Fisiologis dan Biokimia Propagul Rhizophora apiculata BI. Jurnal Penelitian Hutan Tanaman 7 (4) : 170-179.

Rohandi, A dan N. Widyani. (2011). Analisis Perubahan Fisiologi dan Biokimia Benih Tengkawang Selama Pengeringan. Jurnal Penelitian Hutan Tanaman 8 (1). Pusat Penelitian dan Pengembangan Peningkatan Produktivitas Hutan. Bogor.

Siskasari, E. (2001). Studi Pendugaan Viabilitas Benih Gmelina (Gmelina arborea Linn) Berdasarkan Uji Daya Hantar Listrik. Skripsi. Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor. Bogor. 32 Hal.

Shaban, M. (2013). Biochemical aspects of protein changes in seed physiology and germination. International Journal of Advanced Biological and Biomedical Research, 1 (8) : 885-898.

Sudjindro. (1994). Indikasi Kemunduran Viabilitas Oleh Dampak Guncangan Pada Benih Kenaf (Hibiscus cannabinus L.). Disertasi Program Pasca Sarjana. IPB.

Sulaiman, F., M. U. Harun dan A. Kurniawan. (2010). Perkecambahan Benih Tanaman Karet (Hevea Brasiliensis Muell. Arg.). Yang Disimpan Pada Suhu dan Periode Yang Berbeda. Prosiding Seminar Nasional, 13-14 Desember 2010 : 1593-1603. Palembang.

Sukesh & K.R. Chandrashekar. (2013). Effect of Temperature on Viability and Biochemical Changes During Storage of Recalcitarant Seeds of Vatica chinensis L. International Journal of Botany, 9 (3) : 73-79.

Sutopo, L. (2002). Teknologi Benih edisi revisi. Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya. PT. Raja Grafindo Persada. Malang.

Syamsuwida, D; N. Yuniarti; E.R. Kartiana, A. Muharam dan E. Ismiati. (2002). Biokimia Benih: Kemunduran benih yang disebabkan oleh perubahan fisiologi dan biokimia benih orthodok. LHP No. 375. BPPTP. Bogor.

Tatipata, A, P. Yudono, A. Purwantoro dan W. Mangoendidjojo. (2004). Kajian Aspek Fisiologi dan Biokimia Deteriorasi Benih Kedelai Dalam Penyimpanan. Jurnal Ilmu Pertanian 11 (2) : 76-87.

Tresniawati, C., E. Murniati dan E. Widajati. (2014). Perubahan Fisik, Fisiologi dan Biokimia Selama Pemasakan Benih dan Studi Rekalsitransi Benih Kemiri Sunan. J. Agron. Indonesia 42 (1) : 74 – 79.

Umarani, R., E. K. Aadhavan and M. Faisal. (2015). Understanding Poor Storage Potential of Recalcitrant Seeds, Current Science, 108 (11) : 2023-2034.

Yuniarti, N. D. Syamsuwida, A. R. Hidayat dan E. Ismiati. (2005). Laju Kemunduran Benih Ditinjau Dari Perubahan Fisiologi dan Biokimia Benih Orthodok. Laporan Hasil Penelitian. BPPTP. Bogor.

Yuniarti, N. D. Syamsuwida dan A. Aminah. (2013). Dampak Perubahan Fisiologi dan Biokimia Benih Eboni (Diospyros celebica Bakh.) Selama Penyimpanan. Jurnal Penelitian Hutan Tanaman 10 (2) : 65-71.

Yuniarti, N. dan D.F. Djaman. (2015), Teknik pengemasan yang tepat untuk mempertahankan viabilitas benih bakau (Rhizophora apiculata) selama penyimpanan. Prosiding Seminar Nasional Masyarakat Biodiversitas Indonesia 1 (6) : 1438-1441

Zanzibar, M. (2011). Efektivitas Perlakuan Primming dan Pendugaan Mutu Fisiologis Secara Cepat Pada Benih Tusam (Pinus merkusii Jungh et de Vriese). Jurnal Standarisasi, 13(1): 90-97.




DOI: https://doi.org/10.20886/jped.2016.2.1.9-20

Copyright (c) 2016 Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Published by: Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Ekosistem Hutan Dipterokarpa

Address: Street A. Wahab Syahrani No.68, Sempaja, Samarinda, East Kalimantan, Indonesian

Phone: 0541-206364 | Faximile: 0541-742298

Website: http://www.diptero.or.id

Email: publikasidiptero@gmail.com

 

 

Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa Indexed By:

      

   

 

 

Copyright © 2018 | Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa.

Creative Commons License
The JPED is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.