PERTUMBUHAN SEMAI Shorea leprosula Miq. DARI BERBAGAI POHON INDUK ASAL KALIMANTAN BARAT DI PERSEMAIAN

Deddy Dwi Nurcahyono, Rayan Rayan

Abstract


Pembangunan hutan tanaman menjadi alternatif untuk mencukupi penyediaan bahan baku industri perkayuan khususnya jenis yang bernilai ekonomi tinggi seperti Shorea leprosula Miq. Penggunaan benih bermutu perlu dilakukan untuk pembangunan hutan tanaman yang berproduktifitas tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan semai S. leprosula Miq. dari berbagai pohon induk asal Gunung Bunga Kalimantan Barat di persemaian Balai Besar Penelitian Dipterokarpa Samarinda. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan pohon induk sebagai perlakuan dan tiga kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya kecambah benih, pertumbuhan tinggi dan diameter bibit yang tertinggi adalah dari pohon induk nomor 7. Sebaliknya, daya kecambah benih terendah, pertumbuhan tinggi dan diamaterterkecil berturut-turut berasal dari pohon induk nomor 1, 4 dan 5. Setelah dianalisis secara statistik parameter daya kecambah, pertumbuhan tinggi dan diameterdari berbagai pohon induk menunjukkan hasil berbeda nyata. 


Keywords


Shorea leprosula; pohon induk; pertumbuhan

References


Anonim. 2010. Statistik Kehutanan Indonesia 2009. Kementerian Kehutanan. Jakarta

Ashton, P.S. 1982. Dipterocarpaceae. Flora Malesiana. Ed ke-I (9).

Danu, I.Z.Siregar, C. Wibowo dan A. Subiakto. 2010. Pengaruh umur sumber bahan stek terhadap keberhasilan stek pucuk meranti tembaga (Shorea leprosula Miq). Jurnal Penelitian Hutan Tanaman Vol. 7 No. 3, Juli 2010.

Direktorat Jenderal RRL. 1990.Perlakuan pendahuluan benih cendana (Santalum album L.) dengan air (H2O), asam giberelin (GA3) dan asam sulfat (H2SO4). Bogor.

Loveless, A.R. 1991. Prinsip-Prinsip Biologi Tumbuhan untuk Daerah Tropika. Terjemahan. PT. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.

Newman, M.F, P.F. Burgess dan T.C. Whitmore. 1999. Pedoman Identifikasi Pohon-Pohon Dipterocarpaceae Pulau Kalimantan. PROSEA Indonesia. Bogor

Purwaningsih. 2004. Sebaran ekologi jenis-jenis Dipterocarpaceae di Indonesia. Jurnal of Biological Diversity Volume 5 Nomor 2. Universitas Sebelas Maret Surakarta

Schmidt, L. 2002. Pedoman Penanganan Benih Tanaman Hutan Tropis dan Sub Tropis 2000 (Versi Bahasa Indonesia). Direktorat Jenderal Rehabilitasi Lahan dan Perhutanan Sosial. Departemen Kehutanan. Jakarta

Steel,R.G.D & J.H. Torrie. 1995. Prinsip dan Prosedur Statistik Suatu Pendekatan Biometrik. Penerbit PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Sumarna, Y. 2008. Pengaruh Diameter dan Luas Tajuk Pohon Induk Terhadap Potensi Permudaan Alam Tingkat Semai Tumbuhan Penghasil Gaharu Jenis Karas (Aquilaria malaccensis Lamk). Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol. V No. 1:21-27. Pusat Litbang Hutan dan Konservasi Alam. Bogor.

Hardi T.W., Teguh dan B. Ismail. 2008. Uji daya kecambah biji sengon dari berbagai pohon induk benih. Wana Benih Vol. 9 No. 2 September. Balai Besar Penelitian Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan. Yogyakarta

Wawo, A.H. 2008. Studi Perkecambahan Biji dan Pola Pertumbuhan Semai Cendana (Santalum album L) dari Beberapa Pohon Induk di Kabupaten Belu NTT. Jurnal of Biological Diversity Volume 9 Nomor 2:177-122. Universitas Sebelas Maret Surakarta




DOI: https://doi.org/10.20886/jped.2012.6.1.23-30

Copyright (c) 2016 Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Published by: Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Ekosistem Hutan Dipterokarpa

Address: Street A. Wahab Syahrani No.68, Sempaja, Samarinda, East Kalimantan, Indonesian

Phone: 0541-206364 | Faximile: 0541-742298

Website: http://www.diptero.or.id

Email: publikasidiptero@gmail.com

 

 

Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa Indexed By:

      

   

 

 

Copyright © 2018 | Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa.

Creative Commons License
The JPED is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.