PENGARUH ASAL POPULASI DAN POHON INDUK TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT MERANTI TEMBAGA (Shorea leprosula Miq.) SEBAGAI MATERI UNTUK PERBANYAKAN KLONAL

Mashudi Mashudi, Sugeng Pudjiono, Rayan Rayan, Maman Sulaeman

Abstract


Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh asal populasi dan pohon induk terhadap variasi pertumbuhan bibit meranti tembaga (S. leprosula) sebagai materi untuk perbanyakan klonal. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang disusun secara faktorial dengan 2 faktor, yaitu asal populasi (Kenangan, Kalimantan Timur; Bukit Baka, Kalimantan Tengah dan Gunung Bunga, Kalimantan Barat) dan pohon induk (19 pohon induk dari Kaltim, 4 pohon induk dari Kalteng dan 19 pohon induk dari Kalbar). Dalam penelitian ini faktor pohon induk bersarang (nested) dalam faktor asal populasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan asal populasi dan pohon induk berpengaruh sangat signifikan terhadap parameter yang diamati, yaitu tinggi, diameter batang dan jumlah percabangan. Populasi Kenangan menghasilkan bibit dengan tinggi, diameter batang dan jumlah percabangan terbesar yaitu masing-masing 132,3 cm; 10,6 mm dan 7,2 buah. Sepuluh pohon induk terbaik dalam karakter tinggi bibit adalah pohon induk nomor 7, 3, 4, 6, 18, 27, 10, 12, 1 dan 13 berturut-turut sebesar 173,3 cm; 166,1 cm; 165,8 cm; 160,8 cm; 150,0 cm; 142,1 cm; 141,6 cm; 140,5 cm, 137,7 cm dan 133,4 cm. Sepuluh pohon induk terbaik dalam karakter diameter batang adalah pohon induk nomor 7, 4, 6, 18, 3, 10, 17, 15, 19 dan 1 berturut-turut sebesar 13,63 mm; 13,00 mm; 12,93 mm; 12,42 mm;12,35 mm; 11,11 mm; 11,03 mm; 10,96 mm; 10,78 mm dan 10,63 mm. Sepuluh pohon induk terbanyak dalam karakter jumlah percabangan adalah pohon induk nomor 3, 16, 12, 6, 9, 19, 2, 1, 17 dan 11 berturut-turut sebanyak 8,7 cabang; 8,5 cabang; 8,1 cabang; 8,0 cabang; 7,9 cabang; 7,5 cabang; 7,4 cabang; 7,3 cabang; 7,3 cabang dan 7,3 cabang. 


Keywords


Shorea leprosula; asal populasi; pohon induk; variasi pertumbuhan

References


Aminah, H., J.Mc.P. Dick, and J. Grace. 1997. Rooting of Shorea leprosula Stem Cutting Decrease with Increasing Leaf Area. Forest Ecology and Management 91: 247 - 254.

Appanah, S. dan G. Weinland. 1993. Planting Quality Timber Trees in Peninsula Malaysia. Forest Research Institute Malaysia Kepong Malayan Forest Record No. 38.

Ashton, P.M.S., Givinish, T.J., and Appanah, S. 1998. Staggered Flowering in Dipterocarpaceae: New insights into floral induction and the evolution of mast flowering in the seasional tropic. American Naturalist 132 : 44 - 60.

Cao, C.P., Finkeldey, R., Siregar, I.Z., Siregar, U.J., and Gailing, O. 2006. Genetic Diversity Within and Among Population of Shorea leprosula Miq. And Shorea parvifolia Dyer (Dipterocarpaceae) in Indonesia Detected by AFLPs. Tree Genetis & Genomes Volume 2, Number 4, 225 - 239

Danu, Siregar, I.Z., Cahyo, W. dan Atok, S. 2010. Pengaruh Umur Sumber Bahan Stek terhadap Keberhasilan Stek Pucuk Meranti Tembaga (Shorea leprosula Miq.). Jurnal Penelitian Hutan Tanaman Vol.7 No.3, Juli 2010 : 131 - 139.

Hartati, D., Rimbawanto, A., Taryono, Sulistyaningsih, E. dan Widyatmoko, AYPBC. 2007. Pendugaan Keragaman Genetik di dalam dan Antar Provenan Pulai (Alstonia scholaris (L.) Br.) Menggunakan Penanda RAPD. Jurnal Pemuliaan Tanamann Hutan Vol. 1 No. 2. pp : 89 - 98.

Herdiana, H., Lukman, A.H. dan Mulyadi, K. 2008. Pengaruh Dosis dan Frekuensi Aplikasi Pemupukan NPK Terhadap Pertumbuhan Bibit Shorea ovalis Korth. (Blume) Asal Anakan Alam di Persemaian. Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol. V Nomor 3 Tahun 2008. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan dan Konservasi Alam, Bogor.

Heriyanto, N.M., dan Masano. 1997. Pengaruh Media Serbuk Gergaji Terhadap Pertumbuhan Semai Shorea selanica Bl. dan Shorea leprosula Miq. Buletin Penelitian Hutan No. 607/1997. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan dan Konservasi Alam, Bogor.

Hodgson, L.M. 1976. Some Aspects of Flowering and Reproductive Behaviour in Eucalyptus grandis (Hill) Maiden at J.D.M. Keet Forest Researh Station. 2. The Fruit, Seed, Seedlings, Self Fertility, Selfing and Inbreeding Effects. South African Forestry Journal 98 : 32 - 43.

IFSP. 2002. Informasi Singkat Benih Shorea leprosula Miq. Direktorat Perbenihan Tanaman Hutan kerjasama dengan Indonesia Forest Seed Project (IFSP) T. H. R. Ir. H. Juanda, Dago Pakar . Bandung

Irwanto. 2006. Pengaruh Perbedaan Naungan Terhadap Pertumbuhan Semai Shorea spp. di Persemaian. Sekolah Pascasarjana UGM Jurusan Ilmu-Ilmu Pertanian.

Kosasih, A. S., dan Heryati, Y. 2006. Pengaruh Medium Sapih Terhadap Pertumbuhan Bibit Shorea selanica Bl. di Persemaian. Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam Vol. III Nomor 2 Tahun 2006. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan dan Konservasi Alam, Bogor.

Krishnapillay and Tompsett, P.B. 1998. Seed Handling. A Review of Dipterocarps : Taxonomy, Ecology, and Silvyculture. 73-88p. CIFOR. Bogor.

Leppe, D. dan Smits, W.T.M. 1988. Metoda Pembuatan dan Pemeliharaan Kebun Pangkas Dipterocarpaceae. Balai Penelitian dan Pengembangan Kehutanan Samarinda.

Lestyaningsih, I., Na'iem, M. dan Winarni, W.W. 2005. Variasi Isozim Meranti Merah (Shorea leprosula Miq.) dari Sumatera pada Tegakan Konservasi Ex-situ. Seminara Nasional Peningkatan Produktivitas Hutan. International Tropical Timber Organization dan Fakutas Kehutanan Universitas Gadjah Mada.

Na'iem, M., Raharjo, P. dan Wardana, E.K. 2005. Evaluasi Awal Uji Keturunan Shorea leprosula di PT. ITCIKU, Kalimantan Timur. Seminara Nasional Peningkatan Produktivitas Hutan. International Tropical Timber Organization dan Fakutas Kehutanan Universitas Gadjah Mada.

Prihatini, I., Rimbawanto, A., Isoda K. 2001. Population genetic study of Shorea leprosula using RAPDs (Random Amplied Polymorphic DNAs). In : Thielges, B.A., Sastrapraja, S.D., and Rimbawanto, A. (Eds):In-situ and ex-situ conservation tropical trees. Proceeding International Seminar. Faculty of Forestry, Gadjah Mada University, Yogyakarta, 505-510.

Rimbawanto, A., and Isoda, K. 2001. Genetic structure of Shorea leprosula in a single population revealed by microsatellite markers. In : Thielges, B.A., Sastrapraja, S.D., and Rimbawanto, A. (Eds):In-situ and ex-situ conservation tropical trees. Proceeding International Seminar. Faculty of Forestry, Gadjah Mada University, Yogyakarta, 333-340.

Rimbawanto, A. dan Suharyanto. 2005. Keragaman Genetik Populasi Shorea leprosula Miq. dan Implikasinya untuk Program Konservasi Genetik. Seminar Nasional Peningkatan Produktivitas Hutan. Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Rudjiman dan Adriyanti, D.T. 2002. Identification Manual of Shorea spp. ITTO Project PD 16/96 Rev. 4. Faculty of Forestry Gadjah Mada University, Yogyakarta.

Sagala, P. 1994. Mengelola Lahan Kehutanan Indonesia. Yayasan Obor Indonesia. Jakarta.

Sasaki, S. 1980. Storage and Germination of Dipterocarps Seeds. Forester 46(2) : 175 - 185.

Setiadi, D., Adinugraha, H.A., dan Suwandi. 2002. Pengaruh Dosis dan Frekuensi Pemupukan SNN (Super Natural Nutrition) Terhadap Pertumbuhan Semai Meranti Merah (Shorea selanica) di Persemaian. Buletin Penelitian Pemuliaan Pohon. Vol. 6 No. 1, 2002.

Siregar, U.J. 2001. Genetical studies for conservation of tropical timber species in Indonesia. In : Thielges, B.A., Sastrapraja, S.D., and Rimbawanto, A. (Eds): In-situ and ex-situ conservation tropical trees. Proceeding International Seminar. Faculty of Forestry, Gadjah Mada University, Yogyakarta, 207-212.

Soekotjo. 2009. Teknik Silvikultur Intensif (SILIN). Gadjah Mada University Press.

Soeseno, O.H. 2001. Current status of tree improvement in Indonesia. In Thielges, B.A., Sastrapraja, S.D., and Rimbawanto, A. (Eds):In-situ and ex-situ conservation tropical trees. Faculty of Forestry, Gadjah Mada University, Yogyakarta, 231-261.

Sudarmonowati, E., Hartati, N.S., Narendra, B.H., Basyuni, M., Siregar, U.J., Iriantono, D. 2001. Genetic markers for assessing genetic diversity and improvement of several tropical forest tree species to support conservation program. In : Thielges, B.A.,

Sastrapraja, S.D., and Rimbawanto, A. (Eds):In-situ and ex-situ conservation tropical trees. Proceeding International Seminar. Faculty of Forestry, Gadjah Mada University, Yogyakarta, 357-370.

Steel, R.G.D. dan Torrie, J.H. 1981. Principles and Procedures of Statistics : A Biometrical Approach. Second Edition. Mc Graw-Hill Book Company. Singapore.

Wyk, V.G. 1981. Inbreeding Effects in Eucalyptus grandis in Relation to Degree of Relatedness. South African Forestry Journal 116 : 60 - 63.

Yasman, I., and Natadiwirya, M. 2001. Dipterocarps plantation: the strategy and the approach of PT Inhutani I. In Thielges, B.A., Sastrapraja, S.D., and Rimbawanto, A. (Eds):In-situ and ex-situ conservation tropical trees. Faculty of Forestry, Gadjah Mada University, Yogyakarta, 407-412.

Zobel, B.J dan Talbert, J.T. 1984. Applied Forest Tree Improvement. John Wiley & Sons Inc. Canada.




DOI: https://doi.org/10.20886/jped.2012.6.2.97-110

Copyright (c) 2016 Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Published by: Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Ekosistem Hutan Dipterokarpa

Address: Street A. Wahab Syahrani No.68, Sempaja, Samarinda, East Kalimantan, Indonesian

Phone: 0541-206364 | Faximile: 0541-742298

Website: http://www.diptero.or.id

Email: publikasidiptero@gmail.com

 

 

Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa Indexed By:

      

   

 

 

Copyright © 2018 | Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa.

Creative Commons License
The JPED is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.