RIAP DIAMETER HUTAN BEKAS TEBANGAN SETELAH 20 TAHUN PERLAKUAN PERBAIKAN TEGAKAN TINGGAL DI LABANAN BERAU, KALIMANTAN TIMUR

Abdurachman Abdurachman

Abstract


Prinsip dasar pengelolaan hutan yang lestari adalah panen hutan sama dengan riap hutan itu sendiri, sehingga informasi riap ini menjadi sangat penting. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan informasi riap diameter hutan bekas tebangan setelah 20 tahun perlakuan penjarangan di Labanan Berau, Kalimantan Timur. Penelitian dilakukan di Labanan, Berau. Pengukuran dilaksanakan pada 6 plot, dengan masing-masing plot seluas 4 ha. Terdapat tiga perlakuan yaitu Pembebasan, Penjarangan selektif dan perlakuan kontrol. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap berblok. Hasil penelitian menunjukkan rataan diameter pertahun untuk grup dipterocarpaceae adalah 0,53 cm/thn (kontrol), 0,84 cm/thn (Pembebasan) dan 0,55 cm/thn (Penjarangan selektif), sedangkan non dipterocarpaceae adalah 0,29 cm/thn (kontrol), 0,36 cm/thn (Pembebasan) dan 0,33 cm/thn (Penjarangan selektif). Tidak terdapat perbedaan yang nyata antara perlakuan penjarangan 20 tahun yang lalu yang ditunjukkan dengan hasil nilai F dari analisa keragaman. 


Keywords


Riap; penjarangan; dipterocarpaceae; non dipterocarpaceae

References


Abdurachman, 2008. Struktur Tegakan Pada Hutan Alam Bekas Tebangan. Info Teknis Dipterokarpa. Balai Besar Penelitian Dipterokarpa. Vol.2 No1. Samarinda.

Anonim, 1999. PT Inhutani Labanan Menuju Pengelolaan Hutan Lestari (tidak diterbitkan).

Dephut. 1992. Manual Kehutanan. Departemen Kehutanan. Jakarta.

Evans, J. 1982. Plantatioan Forestry In the Tropiics. Clarendon Press- Oxford, New York.

Hanafiah, K.A 1994. Rancangan Percobaan: Teori dan Aplikasi. PT Raja Grafindo Persada. Jakarta.

Schmidt, F. H. & J. H. A. Ferguson. 1951. Rainfall Type Based on Wet and Dry Period Ratios for Indonesia with Western New Guinea. Verhand 42. Direktorat Meteorologi dan Geofisika. Jakarta.

Sist, P. and A. Saridan. 1998. Description of the Primary Low Land Forest of Berau. Silvicultural Research in a Low Land Mixed Dipterocarp Forest of East Kalimantan. Cirad Foret France

Snedecor, G. and W.G. Cochran. 1967. Statistical Methods Sixth Ed. The Iowa State University Press. Ames Iowa. USA

Sutisna, M 1992. Silvikultur Hutan Alam Indonesia. Fakutas Kehutanan Universitas Mulawarman. Samarinda.

Sutisna, M. dan A. Suyana.1997. Pengaruh Intensitas Sistem Tebang Pilih Tanam Indonesia Terhadap struktur Tegakan Tinggal. Report Kerjasama Litbanghut - Unmul. Samarinda

Sutisna, M. dan D. Ruhiyat 2000. Pengkajian Sistem Tebang Pilih Tanam Indonesia (TPTI). Riap pohon Binaan dan Saran Penyempurnaan sistem TPTI. Laporan Tahunan Kerjasama antara Balai Penelitian Kehutanan Samarinda dengan Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman. Samarinda (tidak diterbitkan).




DOI: https://doi.org/10.20886/jped.2012.6.2.121-130

Copyright (c) 2016 Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Published by: Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Ekosistem Hutan Dipterokarpa

Address: Street A. Wahab Syahrani No.68, Sempaja, Samarinda, East Kalimantan, Indonesian

Phone: 0541-206364 | Faximile: 0541-742298

Website: http://www.diptero.or.id

Email: publikasidiptero@gmail.com

 

 

Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa Indexed By:

      

   

 

 

Copyright © 2018 | Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa.

Creative Commons License
The JPED is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.