Teknik Pengendalian Gulma Pada Pertumbuhan Meranti Merah (Shorea johorensis) di KHDTK Labanan, Berau, Kalimantan Timur

Ngatiman Ngatiman, M. Fajri

Abstract


Pengendalian gulma sangat diperlukan dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan teknik pengendalian gulma yang terbaik dan jenis-jenis gulma pada tanaman Shorea johorensis. Variabel respon dalam penelitian ini adalah pertumbuhan tinggi dan diameter per enam bulan dan variabel penduga adalah teknik pengendalian gulma pola lajur (P1), pola lajur + mulsa (P2), pola melingkar setempat (P3), pola melingkar setempat + mulsa (P4) dan kontrol (P0), kelas sinar rumpang dan naung, dan komponen geomorfik lembah, lereng dan punggung. Analisis data menggunakan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tanaman S. johorensis semua perlakuan tidak berbeda nyata atau memberikan pengaruh yang sama per enam bulan. Pada tanaman S. johorensis lebar jalur 5 meter lebih baik daripada lebar 3 meter. Tanaman S. johorensis pada rumpang dan naung tidak berbeda nyata dan komponen geomorfik tidak berbeda nyata. Pada tanaman S. johorensis jenis gulmanya terdapat 85 jenis gulma. Jenis gulma yang merugikan pada tanaman S. johorensis adalah A. trinervis, Aristolochia tagala, Cryptocarya crassinervia, Limacia ceracifera, Lygodium circinnatum, Merremia umbellata, Mikania micrantha dan Millettia spendidissima.


Keywords


Teknik pengendalian gulma; S. johorensis; jenis gulma dominan

References


Abdurachman, Apriani, H., & Noor, M. (2013). Pengaruh pemulsaan terhadap pertumbuhan meranti tembaga (Shorea leprosula Miq) di Semoi, Penajam Pasir Utara, Kalimantan Timur. Jurnal Penelitian Dipterokarpa, 7(2).

B2PD. (2010). Laporan akhir penyusunan master plan KHDTK (Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus) Labanan. Samarinda. Retrieved from www.diptero.or.id

Effendi, R. (2007). Kemungkinan penggunaan mulsa plastik perak hitam pada pemeliharaa hutan tanaman. Mitra Hutan Tanaman, 2(1).

Ginting, A. N., & Darmawan, I. W. S. (2007). Konservasi tanah dan fungsi hidrologi hutan tanaman Dipterokarpa. In Prosiding Seminar Pengembangan Hutan Tanaman Dipterokarpa dan Ekspose TPTII/Silin. Samarinda: Balai Besar Penelitian Dipterokarpa.

Indrawan, A. (2003). Model sistem pengelolaan hutan alam setelah penebangan dengan sistem Tebang Pilih Tanam Indonesia (TPTI). Jurnal Manajemen Hutan Tropika, 10(2).

Ngatiman, Armansah, & Budiono, M. (2011). Teknik pengendalian gulma dan kebakaran Hutan tanaman penghasil kayu pertukangan. Samarinda.

Ngatiman, & Susanty, F. H. (2015). Teknik pengendalian gulma terhadap pertumbuhan Shorea leprosula dan S. Johorensis di KHDTK Labanan, Kabupaten Berau. In Prosiding Seminar Nasional Silvikultur 3. Samarinda: Balai Besar Penelitian Dipterokarpa.

Octaria, D. (2010). Respon beberapa varietas padi terhadap naungan dan seresah sebagai kajian untuk menigkatkan produktivitas hutan rakyat sengon dalam mendukung ketahanan pangan. In Prosiding Seminar Nasional; Kontribusi litbang dalam mendukung peningkatan produktiitas dan kelestarian hutan. Bogor: Pusat Litbang Peningkatan Produktivitas Hutan.

Omon, R. M., & Adman, B. (2007). Pengaruh jarak tanam dan teknik pemeliharaan terhadap pertumbuhan kenuar (Shorea jqhorensis Foxw) di hutan semak belukar Wanariset Samboja, Kalimantan Timur. Jurnal Penelitian Dipterokarpa, 1(1).

Panjaitan, S., Reni, S. W., & Robiatul, A. (2012). Kondisi tempat tumbuh Shorea johorensis Foxw di areal HPH PT Aya Yayang Indonesia, Kalimantan Selatan. Jurnal Penelitian Dipterokarpa, 6(1).

Ruchaemi, A. (2002). Dynamic and structure of lowland dipterocarps forest after fire in Bukit Suharto East Kalimantan, Indonesia. In an International Symposium Cum Workshop. Hanoi.

Soekotjo. (2009). Silvikultur Intensif: Konsep dan penerapannya. Gelar Teknologi. Badan Litbang Kehutanan. Jakarta: Badan Litbang Kehutanan.

Susanty, F. H., & Suhendang, E. (2010). Riap produksi dan tegakan periodik hutan Dipterokarpa Setelah Penebangan. In Prosiding Kementrian Kehutanan. Samarinda: Balai Besar Penelitian Dipterokarpa.

Wibowo, A. (2006). Gulma di hutan tanaman dan pengendaliannya. Bogor: Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan Tanaman.




DOI: https://doi.org/10.20886/jped.2016.2.2.49-56

Copyright (c) 2016 Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Published by: Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Ekosistem Hutan Dipterokarpa

Address: Street A. Wahab Syahrani No.68, Sempaja, Samarinda, East Kalimantan, Indonesian

Phone: 0541-206364 | Faximile: 0541-742298

Website: http://www.diptero.or.id

Email: publikasidiptero@gmail.com

 

 

Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa Indexed By:

      

   

 

 

Copyright © 2018 | Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa.

Creative Commons License
The JPED is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.