Identifikasi Pohon Inang Epifit di Hutan Bekas Tebangan Pada Dataran Rendah Daerah Aliran Sungai (DAS) Malinau

Akas Pinaringan Sujalu, Sigit Hardwinarto, Chandradewana Boer, Sumaryono Sumaryono

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pohon inang epifit (porofit) pada hutan bekas tebangan setelah 6 tahun pembalakan seluas 12 hektar di Hutan Penelitian Malinau (MRF-CIFOR) pada hutan dataran rendah DAS Malinau. Pohon inang epifit di hutan bekas tebangan ditemukan 50 pohon per hektar, yang terdiri dari 162 spesies dalam 42 suku dengan 484 pohon (79.9%) berdiameter 20-51 cm.  Pohon inang dari family Dipterokarpa di temukan paling banyak di hutan bekas tebangan (± 50%). Shorea parvifolia Dyer. merupakan pohon inang paling banyak ditemukan (34 pohon).


Keywords


pohon inang epifit, Dipterokarpa, hutan bekas tebangan, hutan dataran rendah, Daerah Aliran Sungai

References


CIFOR. (2008). Analisis Vegetasi Keanekaragaman Anggrek Epifit Pada Hutan Bekas Tebangan Di Hutan Penelitian Malinau (MRF) – CIFOR. Media Konservasi, (XIII) 3, 38 - 48. Depart. Konservasi SD Hutan dan Ekowisata. IPB.

CIFOR. (2011). Keanekaragaman Epifit Berkayu Pada Hutan Bekas Tebangan Di Hutan Penelitian Malinau (MRF) – CIFOR. Jurnal PHKA 8 (3), 211-216. Puslit Hutan dan Konservasi Alam. Bogor.

CIFOR. (2011). Diversity Orchid After 6 Years of Forest Logging at Malinau Research Forest (MRF)-CIFOR Seturan-Malinau Regency.Proceeding International Conference on Biologycals Science. Fakulty of Biology. Gadjah Mada University.

Esses, P. A., & Renhorn, K.E. (1996). Epiphytic Lichen Biomass In Managed and Old-Growth Boreal Forests; effect of branch quality. Ecology Appl. 6, 228 – 238.

Gandawidjaja, D. (1997). Wooding dalam Kuswanda M., Paul Chai, P.K. & I.N. Surati, J. 1999. ITTO

Borneo Biodiversity Expidition 1997. Scientific Report. 1st ed. 88-93. ITTO Yokohama. Japan.

Machfudh, K., Kartawinata, Priyadi H., & Sheil, D. (2001a). Fields Guide To The CIFOR’S permanent Sample Plots: Conventional Impact Logging Treatments (Plot’s 28 dan 29). Bulungan Research Forest Field Guide Series, 2. CIFOR. Bogor.

Machfudh & Kartawinata, K. (2001b). A Guide To The Bulungan/Malinau Research Forest. Bulungan Research Forest Field Guide Series, 3. CIFOR. Bogor.

Migenis, L.E. and J.D. Ackerman. (1993). Orchid Phorophytes Relationships in a Forest Watershed in Puerto Rico. Journal of Tropical Ecology. 9, 231-234.

Mitchell, A. (1989). Between The Trees-The Canopy Community. Dalam Silcock, L. 1989. The Rainforest: A Celebrition. The Living Earth Foundation. 153-157. Cresset Press. London.

Parker, G. G. (1995). Structure and Microclimate of Forest canopies. Dalam M.D. Lowman and N.M. Nadkarni (Eds.). Forest Canopies. 73 -106. Academic Press. San Diego. California.

Partomihardja, T. (1991). Kajian Komunitas Epifit di Hutan Dipterocarpaceae Lahan Pamah, Wanariset – Kalimantan Timur Sebelum Kebakaran Hutan. Media Konservasi, III (3), 57-66. Jurusan Konservasi Sumberdaya Hutan Fakultas Kehutanan – IPB. Bogor.

Sujalu, A. P. (2007). Identifikasi Keanekaragaman Paku-Pakuan (Pteridophyta) Epifit Pada Hutan Bekas Tebangan di Hutan Penelitian Malinau (HPM) – CIFOR Seturan. Media Konservasi, XII (1), 1 - 9.




DOI: https://doi.org/10.20886/jped.2015.1.1.1-6

Copyright (c) 2017 Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Published by: Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Ekosistem Hutan Dipterokarpa

Address: Street A. Wahab Syahrani No.68, Sempaja, Samarinda, East Kalimantan, Indonesian

Phone: 0541-206364 | Faximile: 0541-742298

Website: http://www.diptero.or.id

Email: publikasidiptero@gmail.com

 

 

Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa Indexed By:

      

   

 

 

Copyright © 2018 | Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa.

Creative Commons License
The JPED is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.