Analisis Vegetasi Tengkawang di Kebun Masyarakat Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat

Muhammad Fajri, Supartini Supartini

Abstract


Penelitian bertujuan untuk menganalisis vegetasi Tengkawang dan jenis-jenis lain dalam interaksinya di kebun masyarakat khususnya Dusun Tem’bak, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat. Pembuatan plot secara purposive sampling seluas 2,16 ha pada 3 topografi (lembah, lereng, bukit). Hasil penelitian  menunjukkan bahwa di kebun masyarakat ditemukan 139 jenis yang terdiri dari 3 jenis Tengkawang (Shorea macrophylla, S. stenoptera, S. beccariana) dan 136 jenis lain bukan Tengkawang. 10 jenis tanaman dengan jumlah terbanyak yaitu Karet (Hevea braziliensis), Tengkawang putih (Shorea macrophylla), Tengkawang merah (Shorea stenoptera), Tikalung, Durian (Durio spp), Medang (Litsea sp.), Gerunggang (Cratoxylum spp.), Umpang, Pinang (Areca catechu) dan Laban (Vitex pubescens). S. macrophylla dan Karet adalah jenis Tengkawang dan bukan Tengkawang yang mendominasi di kebun masyarakat. INP tertinggi untuk jenis Tengkawang terdapat pada topografi lembah, sedangkan INP tertinggi untuk Karet terdapat pada topografi bukit. Kebun masyarakat memiliki keragaman dan kemerataan jenis yang tergolong tinggi, sedangkan pada tiap topografi memiliki keragaman jenis yang sedang dan kemerataan jenis yang tinggi.


Keywords


analisis vegetasi; Tengkawang; INP; keragaman; kemerataan jenis

References


Anonim, (1999). Undang-Undang No 41 tentang Kehutanan. Kementerian Negara Sekretaris Negara. Jakarta

Arrijani, (2012). Struktur dan Komposisi Vegetasi Zona Montana Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. BIODIVERSITAS 9 (2), 134 – 141.

Asmayannur, I., Chairul & Z. Syam. (2012). Analisis Vegetasi Dasar di Bawah Tegakan Jati Emas (Tectona grandis L.) dan Jati Putih (Gmelina arborea Roxb) di Kampus Universitas Andalas. Jurnal Biologi Universitas Andalas 1 (2), 173 – 178.

BPDAS Kapuas, (2011). Laporan Hasil Fasilitasi Penetapan Sentra HHBK Unggulan. Kegiatan DIPA BA 029 BPDAS Kapuas Tahun 2011. Pontianak.

Fajri, M. Fernandes, A., Suprianto, A. Budiono, M.. (2013). Studi Level Pemanenan Buah Tengkawang Yang Lestari. Laporan Hasil Penelitian. Balai Besar Penelitian Dipterokarpa. Samarinda. Tidak diterbitkan.

Indriyanto, (2008). Ekologi Hutan. Penerbit Bumi Aksara.Jakarta.

Kuswanda, W. dan B.S. Antoko. (2008). Keanekaragaman Jenis Tumbuhan Pada Berbagai Tipe Hutan Untuk Mendukung Pengelolaan Zona Rimba di Taman Nasional Batang Gadis. Jurnal Penelitian dan Konservasi Alam V (4), 337 – 354.

Latifah, S. (2005). Analisis Vegetasi Hutan Alam. e-USU Repository©2005 Universitas Sumatera Utara.

Lumangkun, A., U. Natalina dan Ratih. (2012). Pengelolaan Tembawang Oleh Masyarakat Di Dusun Landau Desa Jangkang Benua Kecamatan Jangkang Kabupaten Sanggau. Prosiding Seminar Nasional Agroforestri III, 29 Mei 2012, 38 – 442.

Magurran, A.E., (1988). Ecological Diversity and Its Measurement croom. Chapman and Hall. Ltd. London.

Martono, S.D. (2012). Analisis Vegetasi dan Asosiasi Antara Jenis-jenis Pohon Utama Penyusun Hutan Tropis Dataran Rendah di Taman Nasional Gunung Rinjani Nusa Tenggara Barat. Agri-tek 13 (2), 18 – 27.

Mawazin & Subiakto, A. (2013). Keanekaragaman Dan Komposisi Jenis Permudaan Alam Hutan Rawa Gambut Bekas Tebangan Di Riau. Forest Rehabilitation Journal 1 (1), September 2013, 59 - 73.

Momberg, F. (2003). Tembawang Di Kalimantan Barat Dalam Agroforestri Di Indonesia. Hal 58-70. World Agroforestry Centre (ICRAF) Southeast Asia. Bogor

Mueller-Dombois, D. & H. Ellenberg. (1974). Aims and Method of Vegetation Ecology. John Wiley & Sons Inc. Toronto.

Mukrimin, (2011). Analisis Potensi Tegakan Hutan Produksi di Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa. Jurnal Hutan dan Masyarakat 6 (1), 67 – 72.

Odum, E.P. (1996). Dasar-dasar ekologi (T. Samingan, Terjemahan). Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. Pratiwi dan R. Garsetiasih. (2007). Sifat fisik dan Kimia Tanah Tanah serta Komposisi Vegetasi Di Taman Wisata Alam Tangkuban Parahu, Provinsi Jawa Barat. Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam, Bogor.

Samingan, T. (1997). Teknik Pengelolaan Keanekaragaman Flora. Materi Pelatihan Teknik Perencanaan dan Pengelolaan Kawasan Pelestarian Plasma Nuftah di Areal Hutan Produksi. Angkatan IV. Pusat Pengkajian Keanekaragaman Hayati Tropika, Lembaga Penelitian Institute Pertanian Bogor, Bogor.

Soegianto, A. (1994). Ekologi Kuantitatif : Metode Analisa Populasi Dan Komunitas. Usaha Nasional. Surabaya.

Soeharto, B. (2010). Tembawang: Bukan Sekedar Sistem Agroforesti; Asia In : Kiprah Agroforestri 7.3. Bogor, Indonesia. World Agroforestry Centre – ICRAF, SEA Regional Office, 10 – 11.

Suhendang, E. (2013). Pengantar Ilmu Kehutanan. Penerbit IPB Press. Bogor

Supeksa, K., N.P.E. Deviana, N.L.G.K. Dewi, N.M. Ratmini & Y. Karolina. (2012). Analisis Vegetasi Dengan Metode Kuadrat pada Plot yang Dibuat dalam Bentuk Lingkaran di Kebun Raya Eka Karya Bali. https://supeksa.files.wordpress.com/2012/07/analisis-vegetasidengan-metode-kuadrat-pada-plot-yangdibuat-dalam-bentuk-lingkaran-di-kebun-rayaeka-karya-bali.pdf. Diakses pada tanggal 28 Januari 2014 pukul 8.58 Wita.

Sutisna, U. (1981). Komposisi jenis hutan bekas tebangan di Batulicin, Kalimantan Selatan. Deskripsi dan Analisis. Laporan No.328, Balai Penelitian Hutan. Bogor.




DOI: https://doi.org/10.20886/jped.2015.1.2.55-62

Copyright (c) 2017 Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Published by: Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Ekosistem Hutan Dipterokarpa

Address: Street A. Wahab Syahrani No.68, Sempaja, Samarinda, East Kalimantan, Indonesian

Phone: 0541-206364 | Faximile: 0541-742298

Website: http://www.diptero.or.id

Email: publikasidiptero@gmail.com

 

 

Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa Indexed By:

      

   

 

 

Copyright © 2018 | Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa.

Creative Commons License
The JPED is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.