EVALUASI UJI COBA PENERAPAN SISTEM SILVIKULTUR TEBANG PILIH TANAM INDONESIA INTENSIF (TPTII/TPTJ INTENSIF) PADA IJIN USAHA PEMANFAATAN HASIL HUTAN KAYU (IUPHHK) DI KALIMANTAN

Karmilasanti Karmilasanti, Tien Wahyuni

Abstract


Sistem silvikultur Tebang Pilih Tanam Jalur (TPTJ) dengan teknik silvikultur intensif (SILIN) diperkenalkan pada tahun 2005 untuk merehabilitasi dan meningkatkan produktivitas Logged Over Area (LOA) hutan hujan tropis dengan pola penanaman pengkayaan jenis-jenis tanamam hutan bernilai komersil pada jalur tanam. Tulisan ini akan memberikan gambaran uji coba penerapan sistem silvikultur TPTJ dengan teknik SILIN dengan mengevaluasi beberapa kegiatan diantaranya penyiapan lahan, pemanfaatan hasil tebangan dalam jalur tanam, kecenderungan penanaman jenis-jenis yang sama, kegiatan penyiapan bibit dan dampak sosial ekonomi. Metode pengambilan data dilakukan melalui pengamatan atau observasi lapangan, wawancara, studi pustaka dan telaah dokumen. Penelitian dilaksanakan pada dua lokasi Ijin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu-Hutan Alam (IUPHHK-HA) Model Uji Coba Penerapan Sistem TPTJ yaitu di PT. Sarminto Parakantja Timber Kalimantan Tengah; PT. Intraca Wood Manufacturing dan PT. ITCI Kayan Hutani di Kalimantan Timur dan PT. Suka Jaya Makmur di Kalimantan Barat. Hasil evaluasi setelah beberapa tahun diterapkan sistem silvikultur TPTJ dengan teknik SILIN bahwa ada 2 (dua) tahapan kegiatan yang menjadi kunci awal keberhasilan kegiatan tersebut adalah pada tahapan penyiapan lahan yang berpengaruh pada efektifitas pemeliharaan serta tahapan penyiapan bibit mulai asal usul bibit, kualitas bibit, pengangkutan bibit sampai pada penanaman bibitnya. Pada tahapan-tahapan tersebut juga akan berdampak pada peningkatan penyerapan tenaga kerja.


References


Junaedi A., Asep Hidayat, dan Dodi Frianto. 2010. Kualitas Fisik Bibit Meranti Tembaga (Shorea leprosula Miq.) Asal Stek Pucuk pada Tiga Tingkat Umur. Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam. Vol VII No.3 Hal 281-288.

B2PD (Balai Besar Penelitian Dipterokarpa). 2012. Kajian Efektifitas Sistem-sistem Silvikultur TPTJ/TPTI/TR Terhadap Peningkatan Produktivitas Hutan Ditinjau Dari Aspek Produksi/Ekonomi, Ekologi dan Sosial. Laporan Hasil Penelitian Dipterokarpa, Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan, Kementerian Kehutanan. Samarinda.

B2PD (Balai Besar Penelitian Dipterokarpa). 2013. Analisis Kelayakan Finansial Pengembangan Usaha Tanaman Jenis Dipterokarpa (Di Hutan Alam dengan Sistem Silvikultur Intensif/TPTII). Laporan Hasil Penelitian Balai Besar Penelitian Dipterokarpa, Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan, Kementerian Kehutanan. Samarinda.

Departemen Kehutanan. 2005. SK Direktur Jenderal Bina Produksi Kehutanan SK No. Sk.226/VI-BPHA/2005 tentang: Pedoman Tebang Pilih Tanam Indonesia Intensif (TPTII). Departemen Kehutanan. Jakarta.

Joker D. 2002. Informasi Singkat Benih: Shorea leprosula Miq. Jakarta (ID): Direktorat Perbenihan Tanaman Kehutanan, Departemen Kehutanan Republik Indonesia.

Karmilasanti dan Wiati.,C.B., 2013. Penyediaan Bibit Dalam Pelaksanaan Sistem Silvikultur Tebang Pilih Tanam Jalur (TPTJ) Di PT Sarmiento Parakantja Timber. Prosiding Restorasi Ekosistem Dipterokarpa dalam Rangka Peningkatan Produktivitas Hutan, Samarinda, 22 Oktober 2013.

Karmilasanti, 2017. Hubungan Manipulasi Lingkungan Dengan Teknik SILIN Dengan Upaya Teknik Silvikultur Untuk Rehabilitasi Hutan Rawang. Prosiding Seminar Optimalisasi Peran Litbang dan Inovasi dalam Mendukung Kesejahteraan Masyarakat Di Dalam dan Sekitar Hutan. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Badan Penelitian, Pengembangan dan Inovasi. Balai Besar Penelitian Dan Pengembangan Ekosistem Hutan Dipterokarpa. Samarinda 22 Mei 2017.

Ngatiman. 2012. Rayap tanah Coptotermes Sp. hama potensial pada tegakan meranti merah (Shorea leprosula Miq). Prosiding Ekspose Hasil Penelitian. Rekontruksi Pengelolaan Hutan Alam Produksi. Tinjauan aspek teknis Silvikultur, Sosial Ekonomi, Ekologi dan Kebijakan. Balai Besar Penelitian Dipterokarpa, Samarinda.

Ngatiman, Susanty FH. 2016. Teknik pengendalian gulma terhadap pertumbuhan Shorea leprosula miq. dan S. Johorensis foxw. di KHDTK Labanan, Kabupaten Berau. Prosiding Seminar Nasional Silvikultur. Agustus 2015. Bogor.

Ngatiman dan Cahyono., D.D.N., 2017. Serangan Rayap Coptotermes Sp. Pada Tanaman Shorea Leprosula Miq. Di PT Suka Jaya Makmur, Kalimantan Barat. Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa Vol 3 No.1, Juli 2017. Hal 33-42.

Pamoengkas P. 2006. Kajian Aspek Vegetasi dan Kualitas Tanah Sistem Silvikultur Tebang Pilih Tanam Jalur (disertasi). Bogor (ID): Fakultas Kehutanan, Institut Pertanian Bogor.

Soekotjo. 2009. Teknik Silvikultur Intensif. Gajah Mada University Press. Yogyakarta.

Widiyatno; Soekotjo; Suryatmojo, H; Supriyo, H, Purnomo, S dan Jatmoko. 2014. Dampak Penerapan Sistem Silvikultur Tebang Pilih Tanam Jalur Terhadap Kelestarian Kesuburan Tanah Dalam Menunjang Kelestarian Pengelolaan Hutan Alam. Jurnal Manusia dan Lingkungan, Vol. 21, No.1, Maret 2014. 50-59.




DOI: https://doi.org/10.20886/jped.2018.4.2.83-94

Copyright (c) 2018 Journal of Dipterocarp Ecosystem Research

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Published by: Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Ekosistem Hutan Dipterokarpa

Address: Street A. Wahab Syahrani No.68, Sempaja, Samarinda, East Kalimantan, Indonesian

Phone: 0541-206364 | Faximile: 0541-742298

Website: http://www.diptero.or.id

Email: publikasidiptero@gmail.com

 

 

Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa Indexed By:

      

   

 

 

Copyright © 2018 | Jurnal Penelitian Ekosistem Dipterokarpa.

Creative Commons License
The JPED is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.