IRADIASI SINAR GAMMA ( Co) UNTUK MENINGKATKAN PERKECAMBAHAN 60 DAN PERTUMBUHAN BIBIT TEMBESU ( Roxb.)Fagraea fragran

Muhammad Zanzibar, Megawati Megawati, Endang Pujiastuti, Dede J. Sudrajat

Sari


Iradiasi sinar gamma dengan dosis rendah telah banyak digunakan untuk memperbaiki perkecambahan benih dan pertumbuhan bibit untuk banyak tanaman pertanian, namun teknik ini masih terbatas untuk diaplikasikan pada jenis- jenis tanaman hutan. Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) mempelajari pengaruh iradiasi benih dan periode simpan terhadap perkecambahan benih tembesu, serta (2) mengetahui pengaruh iradiasi benih segar terhadap pertumbuhan bibit tembesu. Percobaan pertama menggunakan Rancangan Faktorial dalam Rancangan Acak Lengkap dengan 2 faktor, yaitu faktor iradiasi dan faktor periode simpan. Percobaan kedua menggunakan rancangan acak lengkap dengan perlakuan dosis iradiasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk meningkatkan daya simpan, benih segar dapat diradiasi dengan dosis maksimal 120 Gy. Hasil iradiasi terhadap pertumbuhan tinggi dan diameter bibit jenis tembesu dicapai pada dosis 30 Gy, dimana perlakuan ini dapat meningkatkan pertumbuhan tinggi sebesar 205,84% dan diameter sebesar 133,33%. Iradiasi sinar gamma 30 Gy dapat meningkatkan kualitas bibit jenis tembesu.


Kata Kunci


Benih tembesu; iradiasi; penyimpanan; perkecambahan; pertumbuhan

Teks Lengkap:

pdf

Referensi


Ahmad, I., Khan, R.A., & Siddiqui, M.T. (2012).

Incidence of dieback disease following fungal inoculations of sexually and asexually propagated shisham (Dalbergia sissoo). For. Path., 43, 77-82. Akses tanggal 30 Oktober 2012, dari http://onlinelibrary. wiley.com/doi/10.1111/efp.12001/pdf.

Akrofi, A.Y., & Amoah, F.M. (2009). Pestalotia spp. causes leaf spot of Vitellaria paradoxa in Ghana. Afr.J.Agric.Res., 4(4), 330-333. Akses t a n g g a l 7 M a r e t 2 0 1 3 , d a r i h t t p : / / - www.academicjournal.org/article/article 1380793191_Akrofi and Amoah.pdf.

Anggraeni, I. (2009). Colletotrichum sp. penyebab penyakit bercak daun pada beberapa bibit tanaman hutan di persemaian. Mitra Hutan Tanaman, 4(1), 29-35. Akses tanggal 9 Februari 2012, dari http://forplan.or.id/images/File/ Mitra/MITRA HT Vol4 No 1 th 2009.pdf.

Atia, M.M.M., Aly, A.Z., Tohamy, R.M.A., El-Shimi, H., & Kamhawy, M.A. (2003). Histopathological studies on grapevine die-back. Journal of Plant Diseases and Protection, 110(2), 131-142. Akses tanggal 19 Juni 2012, dari http://www.jpdponline.com/artikel.dll/2003-02-s131-142-atia-histo_NTc3NJA.PDF.

Barnet, H.L., & Hunter, B.B. (1998). Illustrated genera of imperfect fungi. 4th ed. Minessota: APS Press.

Douglas, S.M. (2009). Combating plant diseases in the nursery. New England Grows. New England. Akses tanggal 7 Juli 2012, dari http://www.newenglandgrows.org/handouts/2009/SharonDouglasHandout.pdf.

Ismail, A.M., Cirvilleri, G., Polizzi, G., & Crous, P.W. (2012). Lasiodiplodia species associated with dieback disease of mango (Mangifera indica) in Egypt. Australasian Plant Pathol, 41, 649-

Akses tanggal 21 Februari 2013, dari http://www.plant managementnetwork.org/ pub/php/diagnostic guide/2004/mango/.

Khanzada, M.A., Lodhi, A.M., & Shahzad, S. (2004).

Mango dieback and gummosis in Sindh, Pakistan Caused by Lasiodiplodia theo- bromae. Akses tanggal 22 Februari 2013, dari h t t p : / / w w w . p l a n t m a n a g e m e n t n e t - work.org/pub/php/diagnosticguide/2004/ mango/.

Kirisits, T., Kritsch, P., Kräutler, K., Matlakova, M., & Halmschlager, E. (2012). Ash Dieback Associated with Hymenoscyphus pseudoalbi- dus in Forest Nurseries in Austria. J.Agric.Ext. Rural.Dev., 4(9), 230-235. Akses tanggal 10

Februari 2014, dari http://www.academic journals.org/article/article1379689263_Kiri-sits et al.pdf.

Mansur, I., & Tuheteru, F.D. (2010). Kayu jabon. Jakarta: Penebar Swadaya.

Muehlbach, H.P., Tantau, H., Renk, S., Schultz, D., Woelki, S., Meyer, H., Schulze, J., et al. (2010). Molecular detection and characterization of biotic agents associated with dieback disease of Dalbergia sissoo Roxb. in Bangladesh. dalam: Islam AS et al., editor. Role of biotechnology in food security and climate change. Proc. Sixth Intl. Plant Tissue Cult. & Biotech, 2010 Desember 3-5; Dhaka. Bangladesh Assoc. Dhaka: Plant Tissue Cult. & Biotech. p. 131-143.

Novaes, E., Kirst, M., Chiang, V., Sederoff, H.W., & Sederoff, R. (2010). Lignin and biomass: A Negative correlation for wood formation and lignin content in trees. Plant Physiol, 154, 555-

Akses tanggal 22 Oktober 2013, dari http://www.plantphysiol.org/content/154/2/555. full.pdf+html.

Rahman, M.A., Baksha, M.W., & Ahmed, F.U. (1997). Diseases and pests of tree species in forest nurseries and plantations in Bangladesh. Bangladesh Agricultural Research Council. Dhaka. Akses tanggal 21 Januari 2013, dari http://mapbangla.com/mapadmin/publica tion/149_040_Diseases and pests of tree species in forest nurseries and plantations in Bangladesh.pdf.

Rajput, N.A., Pathan, M.A., Jiskani, M.M., Rajput, A.Q., & Arain, R.R. (2008). Pathogenicity and host range of Fusarium solani (Mart.) Sacc. causing dieback of shisham (Dalbergia sissoo Roxb.). Pak J Bot, 40(6), 2631-2639. Akses tanggal 20 November 2012, dari http://(6)/ PJB40(6)2631.pdf.

Saeed, S., Khan, M.I., & Masood, A. (2011). Symptom development after artificial inoculation of Botryodiplodia the obromae, a possible causal organism to quick decline in mango trees. Pak. J.Agri.Sci., 48(4), 289-294. Akses tanggal

Juni 2012, dari http://pakjas.com.pk/papers|1960.pdf.

Safriati. (2012). Respon pertumbuhan jabon terhadap sumber benih dan dosis pupuk yang berbeda pada daerah bekas tambang batubara di PT Kaltim Prima Coal, Sangatta, Kalimantan Timur. Skripsi. Tidak dipublikasikan. Fakultas Kehutanan: Institut Pertanian Bogor.

Sinaga, M.S. (2006). Dasar-dasar ilmu penyakit tumbuhan. Jakarta: Penebar Swadaya.

Watanabe, T. (1994). Pictorial atlas of soil and seed fungi morphologies of cultured fungi and key to species. London: CRC Press Inc.

Widyastuti,S.M.,Sumardi, & Harjono. (2005). Patologi hutan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Wiguna, I., & Yajri, F. (2010, Juli). Berpacu kejar kayu lapis. Trubus. Topik. p. 18-19.




DOI: http://dx.doi.org/10.20886/jpht.2015.12.3.165-174

##submission.copyrightStatement##

 

Copyright of Jurnal Penelitian Hutan Tanaman  (e-ISSN 2442-8930,  p-ISSN 1829-6327).

    Creative Commons License