PENGEMBANGAN METODE PENILAIAN KESEHATAN HUTAN RAKYAT SENGON (Miq.) Barneby & J.W. Grimes)

Rahmat Safe'i, Hardjanto Hardjanto, Supriyanto Supriyanto, Leti Sundawati

Sari


Kriteria dan indikator, khususnya kesehatan hutan untuk Pengelolaan Hutan Lestari (PHL) baru dikembangkan terhadap hutan alam dan hutan tanaman; sedangkan untuk hutan rakyat belum dikembangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan metode penilaian kesehatan hutan rakyat sengon ( (Miq.) Falcataria moluccana Barneby & J.W. Grimes) berbasis indikator indikator ekologis kesehatan hutan. Studi kasus ini dilakukan pada klaster plot Forest Health Management (FHM) hutan rakyat monokultur sengon di Wilayah Provinsi Lampung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesehatan hutan rakyat sengon dapat dinilai dengan menggunakan metode FHM dengan indikator prioritas adalah produktivitas, kualitas tapak, dan vitalitas. Dalam pengembangan metode penilaian kesehatan hutan rakyat sengon dapat menggunakan nilai tertimbang dan nilai skor darimasingmasing indikator prioritas tersebut.


Kata Kunci


Forest Health Management (FHM); hutan rakyat; indikator ekologis; sengon

Teks Lengkap:

pdf

Referensi


Cline, S.P. (1995). FHM: Environmental monitoring and assessment program. Washington D.C.: U.S. Environmental Protection Agency, Office of Research and Development.

Daniel, T.W., Helms, J.A., & Baker, F.S. (1987).Prinsip-prinsip silvikultur. D. Marsono & O.H.Soeseno. (Eds.). Terjemahan dari: Principlesof silviculture. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Darmawan, U.W., & Anggraeni, I. (2012). Telaah kerentanan tanaman cepat tumbuh terhadap serangan hama serangga. Tekno Hutan Tanaman, 5(2), 43-52.

Davis, L.S., & Johnson, K.N. (1987). Forest Management. Third edition. New York: Mc Graw Hill Book Company, Inc.

Husaeni, E.A., & Haneda, N.F. (2010). Infestation of Xystrocera festiva in Paraserianthes falcataria plantation in East Java, Indonesia. J. Trop. For. Sci., 22, 397-402.

Gintings, A.N., & Nuhamara, S.T. (2001). Soil indicator: Present status of site quality. Di dalam: Forest Health Monitoring to Monitor the Sustainability of Indonesian Tropical Rain Forest. Volume I. Bogor: ITTO, Japan and SEAMEO-BIOTROP.

Hardjanto. (2001). Kontribusi hutan rakyat terhadap pendapatan rumah tangga di sub DAS Cimanuk hulu. Jurnal Manajemen Hutan Tropika, 7(2), 7-12.

Hardjowigeno, S. (2007). Ilmu tanah. Jakarta: Akademika Pressindo.

Hartati, W. (2008). Evaluasi distribusi hara tanah dan tegakan mangium, sengon dan leda pada akhir daur untuk kelestarian produksi hutan tanaman di UMR Gowa PT. Inhutani I Unit III Makasar. Jurnal Hutan dan Masyarakat, 3(2), 111-234.

Irwanto. (2006). Penilian kesehatan hutan tegakan jati (Tectona grandis) dan eucalyptus (Eucalyptus pellita) pada Kawasan Hutan Wanagama I. Pascasarjana: Universitas Gajah Mada. Yogyakarta.

ITTO. (1998). Criteria and Indicators for Sustainable Management of Natural Tropical Forests. ITTO Policy Development Series Nomor 7. Yokohama: ITTO.

ITTO & SEAMEO BIOTROP. (2001). Forest Health Monitoring to Monitor the Sustainability of Indonesia Tropical Rain Forest. Volume I, II, III. ITTO.

Kasno, Haneda, N.F., Syaufina, L., & Putra, E.I. (2007). Pengembangan metode penilaian kesehatan hutan lindung dan hutan tanaman. Akses tanggal 5 Juni 2011, dari http://www. resposi tory.ipb.ac.id/614.

Lestari, P., Rahayu, S., & Widiyanto. (2013). Dynamics of gall rust disease on sengon (Falcataria moluccana) in various agroforestry patterns. Procedia Environmental Sciences, 17, 167-171.

Mangold, R. (1997). Forest Health Monitoring: Field Methods Guide. USA: USDA Forest Service. Mindawati. (2006). Tinjauan tentang pola tanam hutan rakyat. Info Hutan Tanaman, 1(1), 32 39.

Mindawati. (2006). Tinjauan tentang pola tanam hutan rakyat. Info Hutan Tanaman, 1(1), 32-39.

Mile, M.Y. (2010). Produktivitas hutan rakyat di Jawa Barat, permasalahan teknis dan kebijakan yang diperlukan. Prosiding seminar nasional Kontribusi Litbang dalam Peningkatan Produktivitas dan Kelestarian Hutan, Bogor, 29 November 2010 (p. 37-48). Bogor: Pusat Litbang Peningkatan Produktivitas Hutan, Badan Penelitian dan Pengembangan Hutan, Kementerian Kehutanan.

Nuhamara, S.T. & Kasno. (2001). Present status of crown indicators. Dalam Forest Health Monitoring to Monitor The Sustainability of Indonesian Tropical Rain Forest. Volume I. Bogor: ITTO, Japan and SEAMEO-BIOTROP.

Nuhamara, S.T., & Kasno. (2001). Present Status of Forest Vitality. Dalam Forest Health Monitoring to Monitor The Sustainability of Indonesian Tropical Rain Forest. Volume II. Bogor: ITTO, Japan and SEAMEO-BIOTROP.

Nuhamara, S.T., Kasno, & Irawan, U.S. (2001). Assessment on Damage Indicators in Forest Health Monitoring to Monitor the Sustainability of Indonesian Tropical Rain Forest. Dalam: Forest Health Monitoring to Monitor The Sustainability of Indonesian Tropical Rain Forest. Volume II. Bogor: ITTO, Japan and SEAMEO-BIOTROP.

Peterson, G.D., Allen, C.R., & Holling, C.S. (1998). Ecological resilience, biodiversity, and scale. Journal Ecosystems, 1(1), 6-18.

Pranata, R.A. (2012). Ekologi tumbuhan: Vitalitas. Akses tanggal 15 Juli 2013 pada: http://rianbio. wordpress.com/ rianhilyawan12-2/page/4/.

Philip, M.S. (1994). Measuring trees and forest. CAB Int. Wallingford.

Purwanto, S., Wati, E., & Cahyono, S.A. (2004). Kelembagaan untuk mendukung pengembangan hutan rakyat produktivitas tinggi. Prosiding Ekspose Terpadu Hasil Penelitian; Yogyakarta, 11-12 Oktober 2004 (p. 53-65). Yogyakarta: Pusat Litbang Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan.

Putra, E.I. (2004). Pengembangan metode penilaian kesehatan hutan alam produksi. Tesis. Tidak dipublikasikan. Program Pasca Sarjana: Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Putra, E.I., Supriyanto, & Purnomo, H. (2010). Metode penilaian kesehatan hutan alam produksi berbasis indikator ekologis. Prosiding seminar nasional Kontribusi Litbang dalam Pening-katan Produktivitas dan Kelestarian Hutan; Bogor, 29 November 2010. Pusat Litbang Peningkatan Produktivitas Hutan. Badan Penelitian dan Pengembangan Hutan, Kementerian Kehutanan. Bogor. p. 89-94.

Rahayu, S., Lee, S.S., & Shukor, N.A.Ab. (2010). Uromycladium tepperianum, the gall rust fungus from Falcataria moluccana in Malaysia and Indonesia. Mycoscience 51, 149-153.

Riyanto, H.D. (2009). Penjarangan selektik dalam upaya peningkatan riap diameter hutan rakyat sengon. Tekno Hutan Tanaman, 2(3),115-120.

Riyanto, H.D. & Pamungkas, B.P. (2010). Model pertumbuhan tegakan hutan tanaman sengon untuk pengelolaan hutan. Tekno Hutan Tanaman, 3(3),113-120.

Saaty, T.L. (1996). The Analytic hieararchy process: Planning, priority setting, resource allocation. Pittsburgh: RWS Publications.

Saaty, T.L. (2003). Decision-Making with the AHP: Why is the proncipal eigenvector necessary. European Journal of Operational Research, 145, 85-91.

Saaty, T.L. (2005). Theory and applications of the analytic network process. Pittsburgh: RWS Publications.

Safe'i, R. (2005). Penilaian areal hutan bekas terbakar berdasarkan metode Fire Severity dan Forest Health Monitoring. Tesis. (Tidak dipublikasikan). Program Pasca Sarjana: Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Sahid. (2009). Penafsiran Luas Bidang Dasar Tegakan Pinus merkusii menggunakan foto udara di KPH Kedu Perum Perhutani Unit I Jawa Tengah. Jurnal Forum Geografi, 23(2), 112- 122.

Sittadewi, E.H., Kristijono, A., & Sudiana, N. (2013). Penerapan teknologi bitumman untuk menatasi lahan kritis pasca penambangan. Jurnal Sains dan Teknologi Indonesia, 15(1), 8-16.

Suhaendah, E., Siarudin, M., & Rachman, E. (2007). Serangan hama dan penyakit pada lima provenan sengon di Kabupaten Tasikmalaya. Warna Benih, 8(1),1-6.

Suhendang, E. (2002). Pengantar ilmu kehutanan. Bogor: Yayasan Penerbit Fakultas Kehutanan.

Supriyanto, Soektjo, & Justianto, A. (2001). Assessment of Production Indicator in Forest Health Monitoring to Monitor the Sustainability of Indonesian Tropical Rain Forest. Dalam: Forest Health Monitoring to Monitor The Sustainability of Indonesian Tropical Rain Forest. Volume II. Bogor: ITTO, Japan and SEAMEO-BIOTROP.

Tuhumury, A. (2007). Inventarisasi jenis hama pada tanaman sengon di Lokasi Hutan Kemasyarakatan Waesamu, Kecamatan Kairatu, Kabupaten Seram Bagian Barat. Jurnal Pembangunan Pedesaan, 2(1), 13-18.

USDA-FS. (1999). Forest health monitoring: Field methods guide (International 1999). Asheville NC: USDA Forest Service Research Triangle Park.

Winarni, E., Payung, D., & Naemah, D. (2012). Monitoring kesehatan tiga jenis tanaman pada areal hutan tanaman rakyat. Laporan penelitian akhir BOPTN 2012. Fakultas Kehutanan: Universitas Lambung Mangkurat, Banjarbaru.

Wolfslehner, B., Vacik, H., & Lexer M.J. (2005). Application of the analytic networks process in multi-criteria analysis of sustainable forest management. Forest Ecology and Management, 207, 157-170




DOI: http://dx.doi.org/10.20886/jpht.2015.12.3.175-187

##submission.copyrightStatement##

 

Copyright of Jurnal Penelitian Hutan Tanaman  (e-ISSN 2442-8930,  p-ISSN 1829-6327).

    Creative Commons License