ESTIMASI NILAI EKSTERNALITAS KONVERSI HUTAN MANGROVE MENJADI PERTAMBAKAN DI DELTA MAHAKAM KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA

Yunianto Setiawan, Dietriech G. Bengen, Cecep Kusmana, Setyo Pertiwi

Sari


Penurunan manfaat dari ekosistem mangrove baik secara langsung maupun tidak langsung disebabkan oleh konversi hutan mangrove menjadi tambak. Untuk mengembalikan kondisi lingkungan, pemerintah melakukan rehabilitasi tambak dengan menerapkan sistem tambak wanamina. Penelitian ini bertujuan mengestimasi nilai sylvofishery eksternalitas kawasan mangrove yang dikonversi menjadi tambak di Delta Mahakam dan menghitung analisis usaha budidaya tambak dengan sistem ekstensif-tradisional serta sistem wanamina. Hasil penelitian menunjukkan nilai manfaat yang hilang mencapai Rp 209.688.551.071 per tahun dari hutan mangrove yang telah dikonversi menjadi tambak seluas 75.311 hektar. Nilai BCR tambak sistem ekstensif-tradisional menunjukan nilai negatif dan tambak sistem wanamina bernilai positif artinya bahwa pemanfaatan tambak dengan sistem wanamina akan mendatangkan keuntungan dan layak dilaksanakan pada saat ini.


Kata Kunci


BCR; mangrove; tambak sistem ekstensif-tradisional; tambak sistem wanamina

Teks Lengkap:

pdf

Referensi


Abubakar. (2008). Efisiensi pengelolaan kawasan tambak udang dan dampaknya terhadap aspek ekonomi sosial dan ekologi di wilayah Pesisir Kabupaten Dompu. Bogor: Pascasarjana: Institut Pertanian Bogor. Disertasi. Tidak dipublikasikan.

Adrianto, L. (2004). Ekonomi dan pengelolaan mangrove dan terumbu karang. Program Pascasarjana Ekonomi Sumberdaya Kelautan Tropika: Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan- IPB. Institut Pertanian Bogor. pp 54-59.

Adrianto, L. (2006). Pengenalan konsep dan metodologi valuasi ekonomi sumberdaya pesisir dan laut sinopsis. PSPL. Bogor: Institut Pertanian Bogor.

Azis, N. (2006). Analisis ekonomi alternative pengelolaan sistem mangrove kecamatan barru kabupaten barru. Tesis. Tidak diterbitkan. Bogor: Institut Pertanian Bogor.

Badan Perencana dan Pembangunan Daerah Kutai Kartanegara. (2003). Rencana detail tata ruang kawasan Delta Mahakam. Kerjasama antara Bappeda Kutai Kartanegara dengan LAPI Institute Teknologi Bandung. Tenggarong.

Badan Perencana dan Pembangunan Daerah Kutai Kartanegara. (2010). Rencana rehabilitasi dan konservasi mangrove di Delta Mahakam Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Tenggarong.

Bengen, D.G., Widiarso, D., Ibrahim, M., & Arif, M. (2011). Mangrove Delta Mahakam. Bogor: Penerbit P4L.

Badan Pusat Statistik Kutai Kartanegara. (2010). Kutai Kartanegara dalam Angka 2009. Tenggarong.

Bosma, R., Sidik, A.S., Van Zwieten, P.A.M., Aditya, A., & Visser, L. (2012). Challenges of a transition to a sustainably managed shrimp culture agro-ecosystem in the Mahakam Delta, East Kalimantan, Indonesia. Wetlands Ecology and Management, 20(2), 88-99.

Budiana, A. (2005). Valuasi ekonomi ekosistem mangrove berbagai pola tambak tumpangsari pada status lahan negara dan lahan milik (Studi kasus: di Karawang-Jawa Barat) Tesis. Tidak diterbitkan. Bogor: Institut Pertanian Bogor.

Departemen Kelautan dan Perikanan Kutai Kartanegara. (2010). Statistik Perikanan 2009. Tenggarong, Indonesia.

David, H., & Mirera, O. (2008). Enhancing mangrove wetland conservation through silvofisheries opportunities in two coastal communities, kenya. Final Report. Rufford Small Grants Program.

Fitzgerald, B., & Savitri, L.A. (2002). Integration of silvofisheries into coastal management and mangrove rehabilitation in Java Indonesia. Food and Agriculture Organization (FAO), the World Bank Group, World Wildlife Fund (WWF), and the Network of Aquaculture Centres in Asia-Pacific (NACA).

Harahab, N. (2010). Penilaian ekonomi ekosistem hutan mangrove dan aplikasinya dalam perencanaan wilayah pesisir. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Naamin, N. 1991. Penggunaan hutan mangrove untuk budidaya tambak keuntungan dan kerugian. Prosiding Seminar IV Ekosistem Hutan Mangrove MAB Indonesia LIPI. Bandar Lampung.13 -14 Mei 1991.

Noryadi, Bambang, I.G., Maidie, A., Suyatna, I., & Sidik, A.S. (2006). Studi produktifitas tambak di delta mahakam. Kalimantan Timur. FPIK: Universitas Mulawarman, Samarinda.

Nurfiarini, A. (2003). Kajian pengembangan budidaya perikanan pesisir dan pengaruhnya terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat di Teluk Saleh Kabupaten Dompu. Pascasarjana. Institut Pertanian Bogor. Tesis. Tidak dipublikasikan.

Kadariah. (1978). Pengantar evaluasi proyek. Fakultas Ekonomi: Universitas Indonesia. Jakarta: Penerbit L.P.

Koeshendrajana, S. (2009). Riset identifikasi, karakterisasi, valuasi sosial-ekonomi sumberdaya pesisir. Laporan Teknis. Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan. Jakarta: Badan Riset Kelautan dan Perikanan, DKP.

Rachmawati. (2003). Nilai ekonomi mangrove dan kepedulian masyarakat terhadap mangrove di Delta Mahakam. Jakarta: PPK-LIPI.

Sankar, U. (2008). Environmental eksternalities. Akses tanggal 2 Februari 2015, dari: http//coe.msc. ac.in/dp/envt-ext-sankar.pdf.

Sidik, A.S. (2010). The changes of mangrove ecosystem in Mahakam Delta, Indonesia: A Complex social – Environmental pattern of linkages in resources utilization. Borneo Research Journal, 4, 27- 46.

Suryati, S.H. (2012). Model resiliensi masyarakat di Laguna Segara Anakan. Pascasarjana: Institut Pertanian Bogor. Disertasi. Tidak dipublikasikan.

Suryono, T. (2006). Penilaian ekonomi lingkunganmterhadap konversi hutan mangrove menjadi tambak dan pemukiman. Tesis. Tidak dipublikasikan. Institut Pertanian Bogor.

Van Zwieten, P.A.M., Sidik, A.S. Noryadi, Suyatna, I., & Abdunnur. (2006). Aquatic Food Production in the Coastal Zone: Data-based Perceptions on the Trade-Off between Mariculture and Fisheries Production of the Mahakam Delta and Estuary, East Kalimantan, Indonesia. In: Hoanh C.T., Tuong T.P., Gowing J.W., Hardy B. (eds) Environmental and Livelihoods in

Tropical Coastal Zones: Managing Agriculture- Fishery-Aquacultue Conflicts (pp. 219- 236). CABI, Oxfordshire.




DOI: http://dx.doi.org/10.20886/jpht.2015.12.3.201-210

##submission.copyrightStatement##

 

Copyright of Jurnal Penelitian Hutan Tanaman  (e-ISSN 2442-8930,  p-ISSN 1829-6327).

    Creative Commons License