PERTUMBUHAN BIBIT KALIANDRA PADA BEBERAPA KOMPOSISI MEDIA SEMAI CETAK DI PERSEMAIAN DAN LAPANGAN (Growth of Kaliandra Seedling on Different Block Seedling Media Compositions in Nursery and Field)

Eliya Suita, Dede J. Sudrajat, Rina Kurniaty

Sari


ABSTRACT

Planting of k aliandra (Caliandra calothyrsus Meissn.) is generally carried out by preparing the seedling using polybagwith top soil media. Large quantities of polybag may pollute the forest soil because polyethylene is difficult to be degraded. The research aimed to test ten compositions of block seedling media as a growth media for kaliandra seedlings in nursery and field. The research used randomized completely design for testing the effect o f block seedling media compositions on (1) the strength of block ed seedling media; (2) growth of k aliandra seedlings in the nursery and field test. The result showed that the media composition KM-3 (mixed media of compost 40%, rice hull charcoal 20%, soil 20%, lime 10%, tapioca 10%, rhizobium 3 g), KM-7 (compost 30%, rice hull charcoal 20%, soil 30%, lime 10%, tapioca 10%, rhizobium 3 g) and KM-8 (compost 30%, rice hull charcoal 20%, soil 30%, lime 10%, tapioca 10%, mycorrhizae 3 g) had intactness media level more than 90% after 2 months testing in nursery. Composition of KM-3 was the best growth media for kaliandra seedlings in nursery and field testing.


ABSTRAK

Penanaman kaliandra (Caliandra calothyrsus Meissn.) secara umum dilakukan dengan menyiapkan bibit dalam wadah plastik (polybag) dengan media tanah permukaan. Penggunaan polybag dalam jumlah besar dapat mencemari lahan hutan karena polybag sulit untuk terdekomposisi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji sepuluh komposisi media semai cetak terhadap  pertumbuhan bibit kaliandra di persemaian dan lapangan. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan perlakuan komposisi media semai cetak. Parameter yang diuji adalah (1) kekuatan media cetak; (2) pertumbuhan bibit di persemaian dan lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi KM-3 (campuran media kompos 40%, arang sekam 20%, tanah 20%, kaptan  10%, tapioka 10%, rhizobium 3 g), KM-7 (kompos 30%, arang sekam 20%, tanah 30%, kaptan 10%, tapioka 10%, rhizobium 3 g), dan KM-8 (kompos 30%, arang sekam 20%, tanah 30%, kaptan 10%, tapioka 10%, mikoriza 3 g) memiliki tingkat keutuhan media lebih dari 90% setelah diuji selama 2 bulan di persemaian. Komposisi KM-3 merupakan media terbaik untuk pertumbuhan tinggi dan diameter bibit kaliandra di persemaian dan lapangan.


Kata Kunci


Alternative growth media; Caliandra calothyrsus; growth; polybag; Kaliandra; media tumbuh alternatif; pertumbuhan; polybag

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Ayub, M., & Batara, I. (2015). Peran BPDAS dalam peningkatan produktivitas hutan rakyat. Prosiding Seminar Teknologi Perbenihan, Silvikultur, dan Kelembagaan dalam Peningkatan Produktivitas Hutan dan Lahan. Bandar Lampung: Pusat Penellitian dan Pengembangan Hutan, p 199-206.

Budiman, B., Sudrajat, D.J., Lee, D.K., & Kim, Y.S. (2015). Effect of initial morphology on field performance in white jabon seedlings at Bogor, Indonesia. Forest Science and Technology, 11(4), 206-211. http://doi.org/10.1080/21580103.2015.1007897

Danu, Kurniaty, R., & Nugraheni, Y.M.M.A. (2016). Penggunaan mikoriza dan pupuk NPK dalam pembibitan nyawai (Ficus variegate Blume). Jurnal Perbenihan Tanaman Hutan, 4(2), 95–107.

Elfiati, D., & Siregar, E.B.M. (2010). Pemanfaatan kompos tandan kosong sawit sebagai campuran media tumbuh dan pemberian mikoriza pada bibit mindi (Melia azedarach L.). J. Hidrolitan, 1(1), 11–19.

Ghaly A., & Ramakrishnan, V.V. (2015). Nitrogen sources and cycling in the ecosystem and its role in air, water and soil pollution: A critical review. Journal of Pollution Effects & Control, 3(2), 1-26. http://doi.org/10.4172/2375-4397.1000136

Hendrati, R.L., & Hidayati, N. (2014). Budidaya kaliandra (Calliandra calothyrsus) untuk bahan baku sumber energi. Bogor: IPB Press.

Jacobs, D.F., Landis, T.D., & Luna, T. (2015). Growing media. In Nursery manual for native plants: A guide for tribal nurseries. Washington, D.C.: U.S. Department of Agriculture, Forest Service.

Kung’u, J.B., Kihara, J., Mugendi, D.N., & Jaenicke, H. (2008). Effect of small-scale farmers’ tree nursery growing medium on agroforestry tree seedlings’ quality in Mt. Kenya region. Scientific Research and Essays, 3(8), 359–364. http://doi.org/http://dx.doi.org/10.1007/s10705-011-9423-7

Kurniaty, R., & Bustomi, S. (2013). Penggunaan rhizobium dan mikoriza dalam pertumbuhan bibit kaliandra (Calliandra callothyrsus) umur 5 bulan Jurnal Perbenihan Tanaman Hutan, 1(2), 71–81.

Landis, T.D., & Morgan, N. (2009). Growing media alternatives for forest and native plant nurseries. In: Dumroese RK, Riley LE (eds) National Proceedings: Forest and Conservation Nursery Associations. USDA Forest Service Proceedings, 26–31.

Margarettha. (2010). Pemanfaatan tanah bekas tambang batubara dengan pupuk hayati mikoriza sebagai media tanam jagung manis. J. Hidrolitan, 1(3), 110.

Mathowa, T., Hababa, K., Mpofu, C., Legwaila, G.M., & Mojeremane, W. (2014). Influence of different potting media on the growth of pod mahogany (Afzelia quanzensis) seedlings. Int. J. Adv. Res. Biol.Sci. International Journal of Advanced Research in Biological Sciences, 1(7), 105–113. Retrieved from www.ijarbs.com

Nofrianti. (2011). Peranan rhizobium dalam meningkatkan ketersediaan nitrogen bagi tanaman kedelai. AgronobiS, 3(5), 35–42.

Orwa, C., Mutua, A., Kindt, R., & Jamnadass, R. (2009). Calliandra calothyrsus Meissner. Agroforestree Database:a tree reference and selection guide, pp. 1–6.

Osaigbovo, A.U., Nwaoguala, C.N.C., & Falodun, J.E. (2010). Evaluation of potting media for the production of pepper fruit (Dennetia tripetala) seedlings, African Journal of General Agriculture, 6(2), 47–51.

Prayudyaningsih, R., & Sari, R. (2016). Aplikasi fungi mikoriza arbuskula (FMA) dan kompos untuk meningkatkan pertumbuhan jati (Tectona grandis Linn f.) pada media tanah bekas tambang kapur. Jurnal Penelitian Kehutanan Wallaceae, 5(1), 37–46.

Rabileh, M.A., Shamshuddin, J., Panhwar, Q.A., Rosenani, A.B., & Anuar, A.R. (2015). Effects of biochar and/or dolomitic limestone application on the properties of Ultisol cropped to maize under glasshouse conditions. Canadian Journal of Soil Science, 95(1), 37–47. http://doi.org/10.4141/cjss-2014-067

Sari, R. & Prayudyaningsih. (2015). Rhizobium : Pemanfaatannya sebagai bakteri penambat nitrogen. Info Teknis EBONI, 12(1), 51–64.

SEAMEO BIOTROP. (2014). Blok media semai, media penanaman bibit lebih praktis. SEAMEO BIOTROP, Bogor.

Ritika, B., & Utpal, D. (2014). Biofertilizer, a way towards organic agriculture: A review. African Journal of Microbiology Research, 8(24), 2332–2343. http://doi.org/10.5897/AJMR2013.6374

Soewandita. (2008). Studi kesuburan tanah dan analisis kesesuian lahan untuk komoditas tanaman perkebunan di Kabupaten Bengkalis. Jurnal Sains dan Teknologi Indonesia, 10(2), 128–133.

Sonbai, J.H.H., Prajitno, D., & Syukur. A. (2013). Pertumbuhan dan hasil jagung pada berbagai pemberian pupuk nitrogen di lahan kering regosol. Jurnal Pertanian, 16(1), 77–89.

Sudrajat, D, J., Nurhasybi, Suita, E. & Kurniaty, R. (2015). Teknologi biopot dan direct seeding untuk rehabilitasi lahan kritis. Laporan Hasil Penelitian Tahun 2015, Balai Penelitian Teknologi Perbenihan Tanaman Hutan. Bogor.

Syamsuwida, D., Kurniaty, R., Putri, K.P., & Suita, E. (2014). Kaliandra (Calliandra callothyrsus) as a timber for energy: In a point of view of seeds and seedlings procurement. Energy Procedia, 47, 62–70. http://doi.org/10.1016/j.egypro.2014.01.197

Tsakaldimi, M., & Ganatsas, P. (2016). A synthesis of results on wastes as potting media substitutes for the production of native plant species, 147–163. http://doi.org/10.21750/REFOR.1.08.8

Tikupadang, H., Nursyamsi, Toaha, A.Q., & Hajar, P. (2011). Pemanfaatan mikroba dalam biopoting untuk mendukung bioreklamasi lahan bekas tambang kapur. Laporan Hasil Penelitian Balai Penelitian Kehutanan Makasssar.

Vaverková, M., Adamcová, D., Kotovicová, J., & Toman, F. (2014). Evaluation of biodegradability of plastics bags in composting conditions. Ecological Chemistry and Engineering S, 21(1), 45–57. http://doi.org/10.2478/eces-2014-0004

Wahyudi. (2009). Karakteristik pati ubi kayu (Manihot esculenta Crantz) varietas mentega untuk pembuatan edible film dengan penambahan sodium tripolyphosphate. Surakarta Fakultas Pertanian, Universitas Sebelas Maret. Retrieved from https://digilib.uns.ac.id/ ...=/Karakterisasi-pati-ubi-kayu-manihot-esc

Wijaya, A. (2011). Pengaruh pemupukan dan pemberian kapur terhadap pertumbuhan dan daya hasil kacang tanah (Arachis hypogaea L.). Bogor: Departemen Agronomi dan Holtikultura,Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor. p 1–60.




DOI: http://dx.doi.org/10.20886/jpht.2017.14.1.73-84

##submission.copyrightStatement##

 

Copyright of Jurnal Penelitian Hutan Tanaman  (e-ISSN 2442-8930,  p-ISSN 1829-6327).

    Creative Commons License