PENINGKATAN KUALITAS BIBIT NYAMPLUNG (Calophyllum inophyllum L) DAN MALAPARI (Pongamia pinnata L) DENGAN APLIKASI MIKORIZA DAN Trichoderma spp.

Benyamin Dendang, Aditya Hani, Encep Rachman

Abstract


Nyamplung and Malapari a potential bioenergy crops on marginal land to be developed on the coastal land. The constraints of the coastal land is the less of water and soil nutrient. Input technology is needed in order to suceed the crop planting such as using bio fertilizer. Mycorrhizae plays an essential role in helping plants to absorb phosphate and increase the resistance to drought. Trichoderma spp involves in producing beneficial hormones for metabolism and helps break down organic matter. Utilization of biofertilizer is still rarely used as treatment in bioenergy plant seedlings. This study aimed to determine the quality of nyamplung and malapari seedlings after mycorrhizal and Trichoderma spp application in the nursery. Experiments were arranged in a complete randomized block design (RCBD). The treatment of media: soil as control (T), soil+organic fertilizer with ratio of 3:1(TK), soil+organic fertilizer+mycorhizae 10 g (TKM), soil+organic fertilizer+Trichoderma spp 10 g (TKT), soil+organic fertilizer+mycorrhizal 10 g+Trichoderma 10 g (TC). Application was done when the seedlings reached 1 (one) month old. Biofertilizer was sown around seedling roots. Each treatment consisted of 50 samples and 3 replications so the total seedlings were 750 seedlings. The results showed that after 6 and 12 months treatment malapari with organic fertilizer + mikoriza + Tricoderma spp (TC) gained 67.5% taller and 427% larger on dry weight of leaf than the control, whereas in nyamplung seedlings, TC treatment resulted better growth with diameter 8% larger, root length 78.56% longer, and total dry weight 7.88% heavier compared to control (T).


Keywords


Biofuel; Calophyllum inophyllum L; Pongamia pinnata L; mycorrhizal; Trichoderma spp.

Full Text:

PDF

References


Alimah, D.(2010). Budidaya dan potensi malapari (Pongamia pinnata L.) PIERRE sebagai tanaman penghasil bahan bakar nabati. Gelam IV (2),147-159.

Arnanda, M. dan Ali, M. (2016). Pertumbuhan bibit kelapa sawit yang diberi Trichokompos dengan frekuensi berbeda pada pembibitan utama. JOM Faperta, 3 (2), 1-15.

Arriagada, C., Aranda, E., Sampedro, I., Garcia-Romera, I., & Ocampo, J. A. (2009). Contribution of the saprobic fungi Trametes versicolor and Trichoderma harzianum and the arbuscular mycorrhizal fungi Glomus deserticola and G. claroideum to arsenic tolerance of Eucalyptus globulus. Bioresource technology, 100 (24), 6250-6257.

Charisma, A.M., Rahayu, Y.S. dan Isnawati. (2012). Pengaruh kombinasi kompos Trichoderma dan Mikoriza Arbuskular (MVA) terhadap pertumbuhan tanaman kedelai (Glycine max (L.) Merill) pada media tanam tanah kapur. LenteraBio, 1 (3), 111-116.

Danu, S. B., & Putri, K. P. (2013). Model produksi benih malapari (Pongamia pinnata Merril.) Di Batukaras, Ciamis, Jawa Barat. Jurnal Perbenihan Tanaman Hutan, 1(2), 61-69.

Dendang, B., & Hani, A. (2014). Efektivitas Trichoderma spp. dan pupuk kompos terhadap pertumbuhan bibit sengon (Falcataria mollucana). Jurnal Penelitian Agroforestry, 2(1), 13-19.

Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konsevasi Energi. (2014). Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Potensi dan Peluang Investasi. Jakarta.

Dwitama, M. I., Nasib, M., Sitepu, O. C., Suandi, D. A. P., & Simpen, I. N. (2016). Konversi minyak biji malapari (Pongamia pinnata L.) menjadi biodiesel melalui pemanfaatan katalis heterogen abu sekam padi termodifikasi. Journal of Chemistry, 10 (2), 236-244.

Elfiati, D., & Siregar, E. B. M. (2010). Pemanfaatan Kompos Tandan Kosong Sawit Sebagai Campuran Media Tumbuh Dan Pemberian Mikoriza Pada Bibit Mindi (Melia azedarach L.). Jurnal Hidrolitan, 1(3), 11 -19.

Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konsevasi Energi. (2014). Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Potensi dan Peluang Investasi. Jakarta.

Dwitama, M. I., Nasib, M., Sitepu, O. C., Suandi, D. A. P., & Simpen, I. N. (2016). Konversi minyak biji malapari (Pongamia pinnata L.) menjadi biodiesel melalui pemanfaatan katalis heterogen abu sekam padi termodifikasi. Journal of Chemistry, 10 (2), 236-244.

Elfiati, D., & Siregar, E. B. M. (2010). Pemanfaatan Kompos Tandan Kosong Sawit Sebagai Campuran Media Tumbuh Dan Pemberian Mikoriza Pada Bibit Mindi (Melia azedarach L.). Jurnal Hidrolitan, 1(3), 11 -19.

Hadi, W. A. (2009). Pemanfaatan Minyak Biji Nyamplung (Calophyllum inophyllum L) sebagai Bahan Bakar Minyak Pengganti Solar. Jurnal Riset Daerah, 8(2), 1044-1052.

Hendromono. (2003). Kriteria penilaian mutu bibit alam waah yang siap tanam untuk rehabilitasi hutan an lahan. Buletin Penelitian dan Pengembangan Kehutanan, 4 (1), 11-20.

Herliyana, E. N., Jamilah, R., Taniwiryono, D., & Firmansyah, M. A. (2015). In-vitro Test of Biological Control by Trichoderma spp. Toward Ganoderma that attacked Sengon. Jurnal Silvikultur Tropika, 4(3), 190-195.

Kusuma, M.E. (2016). Efektivitas pemberian kompos Trichoderma sp terhadap pertumbuhan dan hasil rumput setaria (Setaria spachelata). Jurnal Ilmu Hewan Tropika, 5 (2), 76-81.

Latifah, L., Hendrival, H., & Mihram, M. (2014). Asosiasi Cendawan Antagonis Trichoderma Harzianum Rifai dan Cendawan Mikoriza Arbuskular untuk Mengendalikan Penyakit Busuk Pangkal Batang pada Kedelai. Jurnal Hama dan Penyakit Tumbuhan Tropika, 14(2), 160-169.

López-Bucio, J., Pelagio-Flores, R., & Herrera-Estrella, A. (2015). Trichoderma as biostimulant: exploiting the multilevel properties of a plant beneficial fungus. Scientia Horticulturae, 196, 109-123.

Mahdiannoor. (2012). Efektivitas Pemberian Trichoderma Spp. dan Dosis Pupuk Kandang Kotoran Ayam Pada Lahan Rawa Lebak Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kacang Panjang (Vignasinensis L.). Ziraa’ah 33 (1), 91-98.

Marbun, L., Yunasfi, Y., & Mulya, M. B. (2015). Pemanfaatan fungi Aspergillus flavus, Aspergillus terreus, dan Trichoderma harzianum untuk meningkatkan pertumbuhan bibit Avicennia marina. Peronema Forestry Science Journal, 4(3), 192-198.

Nurbaity, A., Herdiyantoro, D., & Mulyani, O. (2009). Pemanfaatan bahan organik sebagai bahan pembawa Inokulan fungi mikoriza arbuskula. Jurnal Biologi, 13(1).,7-11.

Purwati, M.S. (2013). Respon pertumbuhan bibit kelapa sawit terhadap pemberian dolomit dan pupuk phospor. Ziraa’ah, 36 (1), 25-31.

Ramesh, M.S., Birajdar, G.M., Tanaji,G.M. & Bhale, U.N. (2017). Prevalence and effect of mycorizae on growth Pongamia pinnata nursery plant. Asian Journal of Plant Pathology, 11 (2), 89-94.

Roidah, I.S. (2013). Manfaat penggunaan pupuk organik untuk kesuburan tanah. Jurnal BONOROWO, 1 (1), 30-42.

Sajimin, Y.C. Raharjo, N.D. Purwantari dan E. Sutedi. (2007). Penggunaan probiotik pada kotoran domba sebagai pupuk organik untuk rumput benggala. Prosiding Seminar Nasional Teknologi dan Veternier, 700-705. 21-22 Agustus 2007. Bogor: Balai Besar Penelitian Veteriner.

Sari, A., Mardhiansyah, M., & Sribudiani, E. (2014). Waktu potensial aplikasi mikoriza dan Trichoderma spp. pada medium gambut untuk meningkatkan pertumbuhan semai meranti tembaga (Shorea leprosula Miq.). PEST Tropical Journal, 2(1), 1-10.

Soerawidjaja,T.H. (2006). Raw Material Aspects of Biodisel Production in Indonesia. Seminar “Business Opportunities of Biodisel into the Fuel Market in Indonesia“,8 Maret 2006. Jakarta: BPPT.

Sugiyono, A. (2005). Pemanfaatan Biofuel dalam Penyediaan Energi Nasional Jangka Panjang. In Seminar Teknologi untuk Negeri ,78-86. Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi. Jakarta. 22 Desember 2005.

Suprapti, S., Santoso, E, Djarwanto dan Turjaman, M. (2012). Pemanfaatan kompos kulit mangium untuk media pertumbuhan cendawan mikoriza arbuskula dan bibit Acacia mangium Willd. Jurnal Penelitian Hasil Hutan, 30 (2), 114-123.

Suprapti, S., Santoso, E., Djarwanto, D., & Turjaman, M. (2012). Pemanfaatan kompos kulit kayu mangium untuk media pertumbuhan cendawan mikoriza arbuskula dan bibit Acacia mangium Willd. Jurnal Penelitian Hasil Hutan, 30 (2), 114-123.

Suryawan, A. (2014). Pengaruh media dan penanganan benih terhadap pertumbuhan semai nyamplung (Calopyllum inophylum). Jurnal WASIAN, 1 (2), 57-64.

Syamsuwida, D., Putri, K. P., Kurniaty, R., & Aminah, A. (2015). Seeds and Seedlings Production of Bioenergy Tree Species Malapari (Pongamia pinnata (L.) Pierre). Energy Procedia, 65, 67-75.

Tamin, R. P. (2016). Pertumbuhan semai jabon (Anthocephalus cadamba roxb miq.) pada media pasca penambangan batubara yang diperkaya fungi mikoriza arbuskula, limbah batubara dan pupuk NPK. Jurnal Penelitian Universitas Jambi: Seri Sains, 18(1).

Tchameni, S. N., Ngonkeu, M. E. L., Begoude, B. A. D., Nana, L. W., Fokom, R., Owona, A. D.,Mbara, J.B., Tchana, T, Tondje, P.R., Etoa, F.X. & Kuaté, J. (2011). Effect of Trichoderma asperellum and arbuscular mycorrhizal fungi on cacao growth and resistance against black pod disease. Crop protection, 30(10), 1321-1327.

Tripathi, P., Singh, P.C., Mishra, A., Chaunhan, P.S., Dwivedi, S., Bais, R.T., and Tripathi, R.D. (2013). Trichoderma: a potential bioremediatior for environmental clean up. Clean Techn Environ Policy, 15, 541-550.

Widiastuti, H., Guhardja, E., Soekarno, N., Darusman, L. K., Goenadi, D. H., & Smith, S. (2002). Optimasi simbiosis cendawan mikoriza arbuskula Acaulospora tuberculata dan Gigaspora margarita pada bibit kelapa sawit di tanah masam. Menara Perkebunan, 70(2), 50-57.




DOI: https://doi.org/10.20886/jpth.2018.12.1.75-84

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2019 Jurnal Pemuliaan Tanaman Hutan

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Jurnal Pemuliaan Tanaman Hutan Indexed By:

 

Copyright of Jurnal Pemuliaan Tanaman Hutan (JPTH)

eISSN : 2527-8665   pISSN : 1693-7147

48