PENGARUH PEMBERIAN PUPUK PADA POSISI VERTIKAL BATANG TERHADAP SIFAT FISIK DAN MEKANIK BAMBU PETUNG (Dendrocalamus asper (Schult. F.) Backer ex Heyne)

Abdurachman Abdurachman, Saefudin Saefudin

Sari


Penelitian ini bertujuan menganalisa pengaruh pemberian pupuk kompos plus mikoriza dan posisi vertikal batang terhadap sifat fisik dan mekanik bambu petung (Dendrocalamus asper (Schult. F.) Backer ex Heyne). Respon yang diamati adalah kerapatan, kadar air, modulus elastisitas (MOE) dan modulus patah (MOR). Pemupukan dilakukan pada awal penanaman dengan pupuk kompos plus mikoriza sebanyak 5 kg/lubang tanam dengan ukuran setiap rumpun 5 x 5 m2. Bambu percobaan diambil 20 batang dari 3 rumpun untuk penelitian sifat fisik dan mekanik. Contoh uji diambil pada ruas ke-3 (40-50 cm) dari Penelitian Hasil Hutan Vol. 27 No. 4, Desember 2009: 323-336 bagian pangkal batang sepanjang lebih kurang 7 m. Kemudian dibagi 3 menurut ketinggian batang (pangkal, tengah dan ujung). Hasil penelitian menunjukkan, diameter dan tebal bambu yang diberi perlakuan jauh lebih besar dibandingkan dengan bambu petung yang tidak diberi perlakuan. Nilai rata-rata kerapatan dan kadar air tidak menunjukkan konsistensi antara perlakuan dengan kontrol pada posisi vertikal batang. Nilai rata- rata MOE hasil pemupukan pada bagian pangkal menurun 46% dan bagian tengah 44%, namun pada bagian ujung meningkat sebesar 10%. Demikian pula MOR, pada bagian pangkal menurun 44%, bagian tengah 44% dan bagian ujung meningkat sebesar 2%.

Kata Kunci


Bambu; pemupukan; sifat fisik; sifat mekanik

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Garland L., 2003. Cara Mengawetkan Bambu dengan Vertical Soak Diffusion (VSD), Environmental Bamboo Foundation, Bali. Indonesia.

Komarayati, S., 2005. Karakteristik Pupuk Organik Limbah Padat Industri Pulp Plus Arang Serbuk Gergaji. Jurnal Penelitian Hasil Hutan. Vol. 26(4):313-322. Pusat Litbang Hasil Hutan. Bogor.

Latif A., M., W.A.W. Tarmeze and A. Fauzidah. 1990. Anatomical features and mechanical properties of three Malaysian bamboos. Journal Tropical Sciense. 2(3):227-234. Kuala Lumpur.

Liese W. 1985. Anatomy and properties of bamboo. Proceeding of the International Bamboo Workshop. Oct. 6 14, 1985. Hangzhou, People's Republic of Chine. Pp. 196-208.

Manuhuwa E., dan M. Loiwatu. 2007. Komponen Kimia dan Anatomi Tiga Jenis Bambu. Jurnal Ilmiah. Jurusan Kehutanan No. 11. Fakultas Pertanian Universitas Patimura. Ambon.

Morisco, 1999. Rekayasa Bambu. Nafiri Offset. Yogjakarta

Nuryatin N., 2004. Studi Sifat Anatomi pada Lima Jenis Bambu. Jurnal Penelitian UNIB Vol. X(1): 11-19. UNIB.

Saifudin, S. 1989. Fisika Kimia Tanah. Pustaka Buana. Jakarta.

Sharma, Y.M.L., 1987. Inventory and resources of bamboo : 4 17, In Rao, A.N.,: Dhanarajan, G. & Shastry, C.B., Recent Research on Bamboo, C.A.F., China and IDRC. Canada.

Sioponco, J.O., and Munandar, M., 1987. Technology Manual on Bamboo as Building Material. RENAS-BMTCS. Philippines.

Sulastiningsih, I.M., Nurwati H dan Karnita Y. 2005. Prosiding Seminar Hasil Litbang Hasil Hutan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan. Bogor.

Suranto Y. (1992). Pengaruh Umur dan Posisi Vertikal Batang Terhadap Beberapa Sifat Mekanik Bambu Apus (Gigantochloa apus Kurz.). Buletin No. 22 Fahutan UGM Yogjakarta.

Uchimura, E., 1980. Bamboo Cultivation; 151-160. In Lessard, G. & Chouinard, A., Bamboo Research in Asia, IDRC. Canada.




DOI: https://doi.org/10.20886/jphh.2009.27.4.323-336

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


JURNAL PENELITIAN HASIL HUTAN TERINDEKS DI:

Lebih banyak...


Copyright © 2015 | Jurnal Penelitian Hasil Hutan (JPHH, Journal of Forest Products Research)
eISSN : 2442-8957, pISSN : 0216-4329
JPHH is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.