KARAKTERISTIK BIO-OIL DARI LIMBAH INDUSTRI HASIL HUTAN MENGGUNAKAN PIROLISIS CEPAT

Santiyo Wibowo

Sari


Konsumsi minyak bumi semakin meningkat, sementara cadangannya semakin menurun. Saat ini, biofuel alternatif seperti bioetanol, biodiesel dan bio-minyak telah berkembang dari berbagai sumber alami, termasuk limbah hasil hutan. Tulisan ini mempelajari karakteristik bio-oil yang terbuat dari limbah dari industri kehutanan dengan proses pirolisis cepat. Serbuk kayu mahoni, kulit kayu mahoni dan sludge kertas dipanaskan pada suhu 400ºC, 450ºC, 500ºC, dan 550ºC untuk menghasilkan bio-oil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bio-oil dapat diproduksi dari ketiga bahan tersebut. Serbuk kayu mahoni yang dipanaskan pada 550oC menghasilkan rendemen liquid tertinggi sebesar 25%, rendemen bio-oil sebesar 5%, fenol 3,66%, pH 2,98, berat jenis 1,092 g/cm3, nilai kalor 9,28 MJ/kg.  Proses pirolisis cepat menghasilkan bio-oil yang sebagian besar didominasi oleh asam asetat dan fenol.


Kata Kunci


Bahan bakar alternatif; bio-oil; limbah; pirolisis cepat

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Ardiana, R., & Mitarlis. (2012). Pemanfaatan kulit buah siwalan (Borassus flabellifer L.) sebagai bahan dasar pembuatan furfural. UNESA Journal of Chemistry, 1(2), September 2012.

Brown, R.C. & Holmgren, J. (2012). Fast Pyrolisis and bio-oil upgrading. http://www.ascensionpublishing.com/BIZ/HD50.pdf, diakses 27 Februari 2012.

Djatmiko, B., Ketaren, S., & Setyahartini, S. (1985). Pengolahan arang dan kegunaan-nya. Bogor: Agro Industri Press.

Easterly J.L. (2002). Assessment of bio-oil as a replacement for heating oil. CONEG Policy Research Center, Inc.

Ellens, C.J., & Brown, R.C. (2012). Optimization of a free-fall reactor for the production of fast pyrolysis bio-oil. Bioresources Technology, 103, 374-380.

Fessenden, R.J., & Fessenden, J.S. (1992). Kimia organik, Terjemahan oleh Aloysius Hadyana Pudjaatmaka, (Edisi Kedua). Jakarta: Penerbit Erlangga.

Girard, J.P. & Morton, I. (1992). Smoking. Dalam Girard J.P. & I. Morton (Eds). Teknologi of meat and meat products. New York: Ellis Horwood Limited.

Hambali, E., Mujdalifah, S., Tambunan, A.H., Pattiwiri, A.W., & Hendroko, R. (2007). Teknologi bioenergi. Jakarta: Agro Media Pustaka.

Haygreen, J.G. & Bowyer, J.L. (1996). Hasil hutan dan ilmu kayu Suatu pengantar.

Hadikusomo S.A., (Penerjemah); Yogyakarta. Gajah Mada University Press. Terjemahan dari: Forest product and wood science, an introduction.

Kanellos M. (2009). Fuel from vinegar? Zeachem Gets $34M to Try it Out. http://www. greentechmedia.com/articles/read/fuelfrom-vinegar-zeachem-gets-34m-to-try-itout-5472/, diakses tanggal 3 Desember 2012.

Krause, R. (2001). Bio and alternative fuels for mobility. Enhancing biodiesel development and use. Proceedings of the International Biodiesel Workshop, Tiara Convention Center, Medan. 24 Oktober 2001. Ditjen Perkebunan, Departemen Pertanian. Jakarta.

Luo, Z., Wang, S. & Cen, K. (2005). A model of wood flash pyrolysis in fluidized bed reactor. Renewable Energy, 30, 377-392.

Mohan, D., Pittman, Jr., C.U. & Steele, P.H. (2006). Pyrolysis of wood/biomass for bio oil: A critical review. Energy and Fuels, 20, 848-889.

Onay, O. & Kockar, O.M. (2006). Pyrolysis of rapeseed in a free fall reactor for production of bio-oil. Fuel,85 , 1921–1928.

Outlook Energy Indonesia. (2011). Energi masa depan di sektor transportasi dan kelistrikan. Pusat Teknologi Pengembangan Sumber Daya dan Energi. Jakarta: BPPT-Press.

Pubchem. (2009). 2-butanone. http://pubchem.ncbi. nlm.nih.gov/compound/2-Butanone, diakses 10 Januari 2015.

Reksowardoyo, R. P. (2005, November). Melaju kendaraan berkat biji-bijian. Trubus, XXXVI/November 2005

Riswiyanto. (2009). Kimia organik. Jakarta: Erlangga.

Samiarso, L. (2001). Indonesian policy on renewable energy development Enhancing biodiesel development and use. Proceedings of the International Biodiesel Workshop, Tiara Convention Center, Medan. 24 Oktober 2001. Jakarta: Ditjen Perkebunan, Departemen Pertanian.

Sensoz, S. (2003). Slow pyrolisis of wood bark from Pinus bruti Ten. end product compositions. Jurnal Bioresource Technology, 89, 307-311.

Standari Nasional Indonesia (SNI). (1996). Arang tempurung kelapa. (SNI 01-1682-1996). Badan Standarisasi Nasional.

Standar Nasional Indonesia (SNI). (1991). Metode pengujian kadar padatan dalam air. (SNI 062413-1991). Badan Standarisasi Nasional.

Standar Nasional Indoensia (BSN). (1991). Metode pengujian kadar fenol. (SNI 06-24691991). Badan Standarisasi Nasional.

Solopos. (2014). Konsumsi BBM. http://www.solopos.com/2013/01/06/konsumsibbm-kebutuhan-terus-meningkat-imporm iny a k- in d on es ia- 20 13 -b ak almembengkak -365108, diakses tanggal 30 April 2014.

Sudjana. (1980). Disain dan analisis eksperimen. Bandung: Tarsito.

Sudradjat, R., & Hendra, D. (2011). Teknologi pengolahan bahan bakar nabati berbasis selulosa dan hemiselulosa (bio-oil). Laporan Hasil Penelitian. Bogor. Pusat Penelitian dan Pengembangan Keteknikan Kehutanan dan Pengolahan Hasil Hutan.

Wibowo, S. (2013). Karakteristik bio-oil serbuk gergaji sengon (Paraserianthes falcataria L. Nielsen) menggunakan proses pirolisis lambat. Jurnal Penelitian Hasil Hutan, 31, 4, 258-270.

Ucar, S., & Karagoz, S. (2009). The slow pyrolysis of pomegranate seeds: The effect of temperature on the product yields and biooil properties. Jurnal Analytical Applied Pyrolysis, 84, 151–156.




DOI: https://doi.org/10.20886/jphh.2016.34.1.61-76

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


JURNAL PENELITIAN HASIL HUTAN TERINDEKS DI:

Lebih banyak...


Copyright © 2015 | Jurnal Penelitian Hasil Hutan (JPHH, Journal of Forest Products Research)
eISSN : 2442-8957, pISSN : 0216-4329
JPHH is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.