PEMANFAATAN EKSTRAK KAYU MERBAU UNTUK PEREKAT PRODUK LAMINASI BAMBU

Adi Santoso, Ignasia Maria Sulastiningsih, Gustan Pari, Jasni Jasni

Sari


Tulisan ini mengemukakan pemanfaatan perekat yang dibuat dari ekstrak kayu merbau (Intsia spp.) yang dikopolimerisasi dengan resorsinol, formaldehida  dalam kondisi basa, dan tapioka sebagai ekstendernya. Perekat tersebut  digunakan untuk membuat papan komposit tiga lapis yang lapisan belakang dan  inti terdiri dari kayu sengon (Falcataria mollucana), dan jabon (Anthocephalus chinensis), sementara lapisan  mukanya  terbuat  dari  salah satu jenis  bambu,  yaitu andong  (Gigantochloapseudoarundinacea), mayan (Gigantochloa robusta Kurz.), dan bitung (Dendrocalamus asper Schult. F.). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sifat fisis-mekanis papan komposit yang menggunakan perekat dengan formula  (perbandingan % bobot) ekstrak Merbau : Resorsinol 50% : Formaldehida 37% : Ekstender tapioka = 100 : 10 : 10 : 5) sebanding dengan produk sejenis yang menggunakan perekat fenolik sintetis, serta tergolong kualitas eksterior dengan emisi formaldehida rendah tergolong tipe E0 atau F****.


Kata Kunci


Perekat; ekstrak limbah kayu merbau; papan komposit tiga lapis

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Akzonobel. (2001). Synteko phenol-resorcinol adhesive 1711 with hardeners 2620, 2622, 2623. Jakarta: Casco Adhesive (Asia).

Brandt, T.B. (1953). Mangrove tanninformaldehyde resins as hot-press plywood adhesive. Pengumuman No. 37. Bogor: Balai Penjelidikan Kehutanan.

Cowd, M.A. (1991). Kimia polimer. Bandung: Penerbit ITB.

Fradinho, D.M., Neto, C.P., Evtuguin, D., Jorge, F.C., Irle, M.A., Gil, M.H., & Pedrosa de Jesus, J., (2002). Chemical characterisation of bark and of alkaline bark extracts from maritime pine grown in Portugal. Ind. Crops Prod. 16, 23–32.

Japanese Agricultural Standard [JAS]. (2003). Japanese Agricultural Standard for Structural Glued Laminated Timber. Notification No. 1152. Tokyo: Japanese Plywood Inspection Corporation (JPIC).

Kim, S., Lee, Y.K., & Kim, H.J., (2003). Physicomechanical properties of particleboards bonded with pine and wattle tannin-based adhesives. J. Adhes. Sci. Technol, 17 (14), 1863–1875.

Lei, H., Pizzi, A., & Du, G.B., (2008). Environmentally friendly mixed tannin/lignin wood resins. J. Appl. Polym. Sci, 107 (1), 203–209.

Malik, J. & A. Santoso. (2010). Teknik produksi resorsinol alami untuk bahan perekat produk kayu komposit. Laporan Hasil Penelitian Tahun 2009. Pustekolah, Bogor.

Maloney, T.M. (1977). Modern particleboard and dryprocess fiberboard manufacturing. San Fransisco: Miller-freeman publication.

Muthmainnah. (2011). Pembuatan cross laminated timber (CLT) dari kayu sengon dan kecapi. [Thesis]. Bogor: Sekolah Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor.

Pichelin, F., Nakatani, M., Pizzi, A., Wieland, S., Despres, A., & Rigolet, S., (2006). Structural beams from thick wood panels bonded industrially with formaldehyde-free tannin adhesives. Forest Prod. J, 56 (5), 31–36.

Panamgama, L.A., (2007). Polyphenolic extracts of Pinus radiata bark and networking mechanisms of additive-accelerated polycondensates. J. Appl. Polym. Sci, 103, 2487–2493.

Pizzi A. (1994). Tannin base wood adhesive and preservative chemistri and tecnology. New York: Marcel Dekker.

Pizzi, A., (2003). Natural phenolic adhesives I: Tannin. Handbook of adhesive technology, 2nd ed. (revised and expanded), pp. 573–587.

Pizzi, A., (2006). Recent developments in ecoefficient bio-based adhesives for wood bonding: opportunities and issues. J. Adhes. Sci. Technol, 20 (8), 829–846.

Roffael, E. (1993). Formaldehyde release from particle board and other wood-based panels. Forest Research Institute Malaysia (FRIM) with technical assistance from Malaysia-German Forestry Research Project (GTZ), Kuala Lumpur, Malaysia.

Santoso, A. (2003). Sintesis dan pencirian resin lignin resorsinol formaldehida untuk perekat kayu lamina. [Disertasi]. Bogor: Sekolah Pascasarjana, Institut Pertania Bogor, Bogor.

Santoso, A. (2005). Pemanfaatan lignin dan tanin sebagai alternatif substitusi bahan perekat kayu komposit. Prosiding Simposium Nasional Polimer V, 22 November 2005 Bandung: 155 – 164.

Santoso, A. (2011). Tanin dan lignin dari Acacia mangium Willd. sebagai bahan perekat kayu majemuk masa depan. Orasi Pengukuhan Profesor Riset Bidang Pengolahan Hasil Hutan, 25 Oktober 2011 Jakarta: Badan Litbang Kehutanan, Kementerian Kehutanan.

Santoso, A & Malik, J. (2011a). State of the art penelitian perekat dan perekatan kayu di Pusat Litbang Keteknikan Kehutanan dan Pengolahan Hasil Hutan. Makalah pada Diskusi Perekatan, 30 Juni 2011, Bogor.

Santoso, A & Malik, J. (2011b). Perekat berbasis resorsinol dari ekstrak kayu merbau. Prosiding Seminar Nasional: Teknologi Mendukung Industri Hijau Kehutanan, 9 November 2011. Bogor: Pusat Penelitian dan Pengembangan Keteknikan Kehutanan dan Pengolahan Hasil Hutan.

Santoso, A & Malik, J. (2011c). Teknik produksi resorsinol alami untuk bahan perekat produk kayu komposit. Laporan Hasil Penelitian Tahun 2011. Bogor: Pusat Penelitian dan Pengembangan Keteknikan Kehutanan dan Pengolahan Hasil Hutan.

Santoso, A., Hadi, Y. S. & Malik, J. (2012). Tannin resorcinol formaldehyde as potential glue for the manufacture of ply-bamboo. J. Forestry Res, 9(1), 10–15.

Santoso A, Hadi, Y.S. & Malik, J. (2014). Composite flooring quality of combined wood species using adhesive from merbau wood extract. Forest Products Journal, 64(5/6): 179 -186.

Sowunmi, S., Ebewele, R.O., Conner, A.H., & River, B.H., (1996). Fortified mangrove tannin-based plywood adhesive. J. Appl. Polym. Sci, 62, 577–584.

Standar Nasional Indonesia (SNI) 06-4567-1998. (1998). Fenol formaldehida cair untuk perekat kayu lapis. (SNI 06-4567-1998). Badan Standardisasi Nasional.

Standar Nasional Indonesia (SNI). (2005). Venir Lamina. SNI 01-7147-2005. Jakarta: Badan Standardisasi Nasional.

Sudjana. (2006). Desain dan analisis eksperimen. Bandung: Tarsito.

Supartini. (2012). Karakteristik Cross laminated timber dari kayu cepat tumbuh dengan jumlah lapisan yang berbeda. [Thesis]. Sekolah Pascasarjana Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Tondi, G. & Pizzi, A. (2009). Tannin-based rigid foams: characterization an d modification.Ind. Crops Prod, 29 (2–3), 356–363.

Underwood, A.L. & Day, Jr. R.A. (1987). Analisa kimia kuantitatif. Edisi Ke-4. Terjemahan oleh R. Soendoro, Widaningsih W., & Sri Rahadjeng, Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga. Surabaya: Penerbit Erlangga.

Vazquez, G., Freire, S., Gonzalez, J., & Antorrena, G., (2000). Characterization of Pinus pinaster bark and its alkaline extracts by diffuse reflectance Fourier transform infrared (DRIFT) spectroscopy. Holz Roh Werkst, 58, 57–61.

Vick, C.B. (1999). Adhesive bonding of wood material. Chapter IX. Wood Handbook, Wood as an engineering material. New York: Forest Product Society.




DOI: https://doi.org/10.20886/jphh.2016.34.2.89-100

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


JURNAL PENELITIAN HASIL HUTAN TERINDEKS DI:

Lebih banyak...


Copyright © 2015 | Jurnal Penelitian Hasil Hutan (JPHH, Journal of Forest Products Research)
eISSN : 2442-8957, pISSN : 0216-4329
JPHH is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.