PENGARUH ARANG DAN ASAP CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN ANAKAN Gyrinops sp.

Gusmailina Gusmailina, Sri Komarayati, Heru Satrio Wibisono

Abstract


Gyrinops merupakan salah satu genus tanaman penghasil gaharu yang penting di Indonesia, namun pertumbuhannya lambat. Penambahan stimulan merupakan salah satu cara untuk meningkatkan produksi gaharu melalui peningkatan aktivitas fisiologi tanaman. Tujuan penelitian ini mempelajari pengaruh penambahan arang dan asap cair terhadap pertumbuhan anakan Gyrinops sp. Arang kayu dengan beberapa konsentrasi 10%, 20%, dan 30%, dan asap cair dengan konsentrasi 1%, 2%, 3%, dan 4% ditambahkan secara terpisah pada media tanam. Arang kayu dan asap cair dibuat dari campuran limbah kayu sengon (Falcataria moluccana) dan kayu karet (Hevea brasiliensis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada umumnya arang kayu dan asap cair mampu meningkatkan pertumbuhan anakan Gyrinops. Penambahan 4% asap cair meningkatkan pertumbuhan anakan Gyrinops melalui pertumbuhan tinggi dan diameter anakan secara nyata. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa arang kayu dan asap cair merupakan dua bahan organik yang potensial untuk meningkatkan pertumbuhan anakan tanaman.


Keywords


Gyrinops sp.; anakan; arang; asap cair; pertumbuhan

References


Aisyah, I., Juli, N., & Pari, G. (2013). Pemanfaatan asap cair tempurung kelapa untuk mengendalikan cendawan penyebab penyakit antraknosa dan layu fusarium pada ketimun. Jurnal Penelitian Hasil Hutan, 31(2), 170–178.

Badan Pusat Statistik (2016). Produksi kayu bulat oleh Perusahaan Hak Pengusahaan Hutan menurut jenis kayu tahun 2004-2016. Jakarta.

Bahri, S. (2008). Pemanfaatan limbah industri pengolahan kayu untuk pembuatan briket arang dalam mengurangi pencemaran lingkungan di Nanggroe Aceh Darussalam. Universitas Sumatera Utara.

Dariah, A., & Nurida, N. L. (2012). Pemanfaatan biochar untuk meningkatkan produktivitas lahan kering beriklim kering. Buana Sains, 12(1), 33-52.

Glaser, B., Haumaier, L., Guggenberger, G., & Zech, W. (2001). The Terra Preta phenolmenon–A model for sustainable agriculture in the humid tropics. Naturwissenschaften, 88, 37–41.

Harun, R. (2008). Upaya dan permasalahan rehabilitasi lahan kritis. Diakses dari http:// www.bumn.go.id/perhutani/berita/436, pada 2 Februari 2017.

Haygreen, J., & Bowyer, J. (1996). Hasil hutan dan ilmu kayu: Suatu pengantar. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.

Komarayati, S., & Pari, G. (2012). Arang hayati dan turunannya sebagai stimulan pertumbuhan jabon dan sengon. Buana Sains, 12(1), 1–6.

Komarayati, S., & Wibisono, H.S. (2016). Pengaruh penambahan arang dan cuka kayu terhadap pertumbuhan anakan Shorea platycados SLoot ex Fown dan Shorea selanica Blume. Jurnal Penelitian Hasil Hutan, 34(4), 349–357.

Lehmann, J., & Rondon, M. (2005). Bio-char soil management on highly-weathered soils in the humid tropics. Dalam N. Upphof (Ed.). Boca Raton: CRC Press.

Meyer, B. S., & Anderson, D. B. (1978). Plant physiology. Tokyo: Maruzen Company Ltd.

Ott, L. (1994). Statistical methods and data analysis (4th ed.). Boston: Duxbury Press.

Roy, K., Nagasaka, S., & Ishikawa, S. (2012). Effects of charcoal-treated soils on plant growth and nutrient leaching, Environment Information Science, 26, 201–206.

Sapto, B. (2012). Si hitam biochar yang multiguna. Surabaya.

Siregar, C. (2005). Growth of Acacia mangium, Pinus merkusii, and Shorea leprosula plantation as affected by charcoal aplication in West Java. Dalam Proceeding of the 2nd Workshop on Demonstration Study on Carbon Fixing Forest Management in Indonesia.

Siregar, C., Heriansyah, I., & Yakuni, K. (2003). Preliminary study on the effect of charcoal application on the early growth. Buletin Penelitian Hutan, 634, 27–40.

Siringoringo, H., & Siregar, C. (2011). Pengaruh aplikasi arang terhadap pertumbuhan awal Michelia montana Blume dan perubahan sifat kesuburan tanah pada tipe tanah latosol. Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam, 8(1), 65–85.

Steel, R. G. D., & Torrie, J. H. (1993). Prinsip dan prosedur statistika. Jakarta: PT. Gramedia.

Sudiarti, D. (2015). Efektivitas (liquid smoke) asap cair tempurung kelapa (Cocos nucifera) terhadap pertumbuhan Escherichia coli, 4(1), 212–221.

Widiya A, Sumpono, & Rina E. (2017). Aktivitas asap cair cangkang buah Hevea braziliensis sebagai anti bakteri Staphylacoccus aureus. Alotrop, 1(1), 6–9.




DOI: https://doi.org/10.20886/jphh.2018.36.1.23-31

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


JURNAL PENELITIAN HASIL HUTAN INDEXED BY:

 

Copyright © 2015 | Jurnal Penelitian Hasil Hutan (JPHH, Journal of Forest Products Research)
eISSN : 2442-8957, pISSN : 0216-4329
JPHH is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.