PENGARUH JUMLAH LAPISAN TERHADAP SIFAT BAMBU LAMINA

l M Sulastiningsih, Nurwati Nurwati, Paribotro Sutigno

Sari


Bambu merupakan hasil hutan non kayu, banyak dijumpai dan dimanfaatkan untuk berbagai keperluan. Dalam rangka peningkatan mutu dan pemanfaatan bambu untuk bahan bangunan, telah dilakukan penelitian sifat fisis dan mekanis bambu lamina yang dibuat dari bambu betung (Dendrocalamus asper) dengan variasi jumlah lapisan (2, 3, 4 dan 5 lapis) yang direkat dengan perekat urea formaldehida cair. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sifat fisis dan mekanis bambu lamina dari bambu betung tidak dipengaruhi oleh jumlah lapisan kecuali keteguhan rekat berdasarkan uji geser tarik dalam keadaan kering (makin banyak jumlah lapisan makin tinggi keteguhan tarik). Sifat perekatan bambu lamina dari bambu betung cukup baik dan memenuhi standar Jepang untuk uji delaminasi. Berdasarkan nilai kerapatan, keteguhan lentur statis dan keteguhan tekan, bambu lamina betung setara dengan kayu kelas kuat II.


Kata Kunci


bambu lamina; perekat urea formaldehida; sifat fisis dan mekanis; keteguhan rekat

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Anonim. 1973. Japanese Agricultural Standard of Common Plywood and Its Commentary. The Japan Plywood Inspection Corporation. The Japan Plywood Manufacturers Association, Tokyo.

-----------. 1981. Annual Book of ASTM Standards. Part 22 Wood; Adhesives, Philadelphia.

-----------. 1983. Japanese Agricultural Standard for Stuctural Plywood. The Japan Plywood Inspection Corporation, Tokyo.

-----------. 1987. Mutu Dan Cara Uji Perekat Urea Formaldehyde Cair. Standar Nasional Indonesia, SNI 06-0060-1987. Dewan Standarisasi Nasional, Jakarta.

Dransfield, S. and E.A. Widjaja (editors). 1995. Plant Resources of South East Asia No 7. Bamboos. Prosea Foundation, Bogor.

Idris, A.A., A. Firmanti & Purwito. 1994. Penelitian Bambu Untuk Bahan Bangunan. Strategi Penelitian Bambu Indonesia. Yayasan Bambu Lingkungan Lestari, Bogor. Hal. 73-81.

Kliwon, S. & M.l. lskandar. 1994. Beberapa Sifat Bambu Lapis. Strategi Penelitian Bambu Indonesia. Yayasan Bambu Lingkungan Leslari, Bogor. Hal. 106-111.

Pratomo, H., S. Widarmana and P. Sutigno. 1991. Effect of Joints and Number of Plies on Bending Strength of Laminated Veneer Lumber from Paraserianthes falcataria. Indonesian Journal of Tropical Agriculture 2(2): 100-104.

Sastrapraja, S., E.A. Widjaja, S. Prawiroatmodjo dan S. Soenarko. 1977. Beberapa Jenis Bambu. Lembaga Biologi Nasional. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Bogor.

Sudjana. 1980. Disain Dan Analisis Eksperimen. Penerbit TARSITO, Bandung.

Sulastiningsih, I.M. and P. Sutigno. 1994. Some Properties of Bamboo Plywood (Plybamboo) Glued With Urea Formaldehyde. Indonesian Journal of Tropical Agriculture 5(2): 69-72.

Suryokusurno, S. & N. Nugroho. 1994. Pemanfaatan Bambu Sebagai Bahan Bangunan. Strategi Penelitian Bambu Indonesia Yayasan Bambu Lingkungan Lestari. Bogor. Hal. 82-87.

Sutigno, P. dan Masano. 1986. Pengaruh Banyaknya Lapisan Terhadap Sifat Kayu Lamina Meranti (Shorea leprosula Miq). Duta Rimba (73-74): 22-26.

-------------------------------. 1994. Beberapa Hasil Penelitian Sifat dan Pengolahan Bambu. Strategi Penelitian Bambu Indonesia. Yayasan Bambu Lingkungan Lestari, Bogor. Hal. 65-72.




DOI: https://doi.org/10.20886/jphh.1996.14.9.366-373

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


JURNAL PENELITIAN HASIL HUTAN TERINDEKS DI:

Lebih banyak...


Copyright © 2015 | Jurnal Penelitian Hasil Hutan (JPHH, Journal of Forest Products Research)
eISSN : 2442-8957, pISSN : 0216-4329
JPHH is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.