PENGAWETAN TUJUH JENIS KAYU SECARA RENDAMAN DINGIN DENGAN BAHAN PENGAWET IMPRALIT 16 SP DAN IMPRALIT CKB

Sasa Abdurrohim

Sari


Tujuh jenis  kayu dalam keadaan kering udara berukuran 5 x 5 x 50 cm, diawetkan dengan proses rendaman dingin menggunakan bahan pengawet lmpralit 16 SP dan  lmpralit CKB. Lama rendaman dingin yang digunakan 3 dan 5 hari dengan  konsentrasi  larutan 5 % dan 10 %.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari tujuh jenis kayu yang diieliti, dua jenis, yaitu sengon  dan tusam, dapat diawetkan bahan pengawet  Impralit 16 SP dengan kondisi yang digunakan dalam penelitian ini, sedangkan Lima jenis kayu lainnya, yaitu damar, gmelina, rengas, sumpung dan suren, tidak ada yang mencapai persyaratan yang ditentukan. Dengan bahan pengawet  Impralit CKB hanya  berhasil baik pada satu jenis  kayu, yaitu pada kayu tusam.

Bahan pengawet lmpralit 16 SP dengan konsentrasi 10 % dan lama perendaman masing-masing 5 hari dan 3 hari hanya dapat digunakan mengawetkan kayu sengon dan tusam yang dipasang di bawah atap tanpa berhubungan dengan tanah. Kayu tusam yang digunakan di bawah atap dan di udara terbuka tanpa berhubungan dengan tanah dapat diawetkan bahan pengawet lmpralit CKB masing-masing dengan konsentrasi 5 %  dan 10 %  selama 5 hari dan 3 hari.


Kata Kunci


rendaman dingin; lmpralit 16 SP; lmpralit CKB; retensi; penembusan

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Anonim. 1962. Tim her preservative. Borax Consolidated Limited, Borax House, Cerlisle Place, London.

______. 1994. Pengawetan kayu untuk perumahan dan gedung. SNI. 03-3528-94. Dewan Standarisasi Nasional, Jakarta.

______. 1995. Pestisida untuk pertanian dan kehutanan. Komisi Pestisida, Departemen Kehutanan, Jakarta.

______. tt. Technical manual. Boeax Consolidated Limeted, Borax House, Cerlisle Place, London, SwiPlHP.

Hunt, G. M. and G. A. Garrat. 1967. Wood preservation. McGraw Hill Book Co. New York.

Marianto, A. 1994. Evaluasi hasil pengawetan pada proyek perumahan di Daerah Jabotabek , Pusat Penelitian dan Pengemhangan Hasil Hutan dan Sosial Ekonomi Kehutanan, Bogor. Manuskrip.

Martawijaya, A. dan Barly. 1995. Sifat dan kegunaan kayu Gmelina arborea. Prosiding Ekspose Hasil Penelitian dan Pengernhangan Hasil Hutan dan Sosial Ekonomi Kehutanan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan dan Sosial Ekonomi Kehutanan, Bogor.

____________; I. Kartasudjana; K. Kadir dan S.A. Prawira. 1981. Atlas kayu Indonesia. Jilid I. Badan Penelitian dan Pengernbangan Kahutanan, Jakarta.

____________; I. Kartasudjana; Y.I. Mandang; S.A. Prawira dan K. Kadir. 1989. Atlas kayu Indonesia. Jilid II. Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan, Jakarta.

Oey Djoen Seng. 1964. Berat jenis dari jenis-jenis kayu Indonesia dan pengertian beratnya untuk keperluan praktek , Pengumuman No. 1. Lembaga Penelitian Hasil Hutan, Bogor.

Steel, R.G.D. and J. H. Torrie. 1960. Principles and prosedures of statistic. McGraw-Hill Book Co. Inc. New York, Toronto, London.




DOI: https://doi.org/10.20886/jphh.1996.14.10.467-479

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


JURNAL PENELITIAN HASIL HUTAN TERINDEKS DI:

Lebih banyak...


Copyright © 2015 | Jurnal Penelitian Hasil Hutan (JPHH, Journal of Forest Products Research)
eISSN : 2442-8957, pISSN : 0216-4329
JPHH is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.