DAYA TAHAN KAYU KELAPA YANG DIIMPREGNASI DENGAN RESIN TERHADAP DUA SPESIES RAYAP TANAH Coptotermes curvignathus DAN Macrotermes Gilvus

Paimin Sukartana, Jamal Balfas

Abstract


Berdasarkan kerapatannya, papan kayu kelapa dapat dibedakan menjadi tiga kelompok yang meliputi kerapatan tinggi, kerapatan sedang dan kerapatan rendah, yang masing-masing berasal dari batang bagian luar, bagian tengah dan bagian dalarn. Mutu ketiganya pun berbeda saru dengan yang lain. Papan kayu kelapa, terutama yang berkerapatan sedang clan rendah juga lebih rentan terhadap serangan organisme perusak.

Tiga jenis resin diimpregnasikan untuk meningkatkan daya tahan kayu tersebut terhadap serangan organisme perusak. Setelah dipaparkan dalam uji simulasi lapangan selama satu bulan, terlihat bahwa perlakuan dengan ketiga jenis resin tersebut berpengaruh nyata untuk menahan serangan dua jenis rayap tanah Coptotermes curvignathus dan Macrotermes gi1vus meskipun tingkat efektivitasnya berbeda-beda. Perlakuan dengan Resin 3 adalah palinge fektif, dan selanjutnya dengan Resin 2 dan Resin 1 secara berturut-rurut kurang efektif.


Keywords


Kerapatan kayu; impregnasi resin; rayap tanah

References


Arancon Jr., R.N. 1997. Asia-Pacific forestry sector outlook study: focus on coconut wood. Working Paper Series Asia-pacific Forestry Towards 2010. Food and Agriculture Organization of the United Nations (FAO-UN). Working Paper No: APFSOS/WP/23.

ASTM. 1995. American Standard for Testing and Materials. Standard test method of evaluating wood preservatives by field tests with stakes. Annual Book of ASTM Standard, Vol. 04.09 (Wood), Philadelphia, 1995 (re-approved 1994): 246-252.

Balfas, J. 1995. Beberapa aspek teknologi pada kayu hasil pengembangan hutan tanaman industri (HTI) di Indonesia. Seminar Hasil Penelitian Balai Penelitian Kehutanan Pematang Siantar, Prapat 27-29 Nopember 1995: 37-48. Balai Penelitian Kehutanan Pematang Siantar.

Balfas, J. 2000. Penyempurnaan sifat kayu dengan perlakuan modifikasi JRP-2. Prosiding Lokakarya Penelitian Hasil Hutan, Bogar 7 Desember 2000: 325-340. Pusat Penelitian Hasil Hutan. Bogar.

Becker, G. 1976. Concerning termites and wood. Unasylva, Int. J. For. and For. Industries. 28(111): 2-11.

Cookson, L.J. 1987. 14C-lignin degradation by three Australian termite species. 1987. Wood Sci. Technol. Springer-Verlag.21: 11-25.

Frühwald, A. R.-D. Peek., and M. Schulte. 1992. Utilization of coconut timber from North Sulawesi, Indonesia. Deutsche Gesellschaft fur Technische Zasammenarbeit (GTZ) GmbH. Hamburgh.

Howes, F.N. 1949. Vegetable gums and resins. Chronica Botanica Company, Waltham, Mass., USA.

Killmann, W and D. Fink. 1996. Coconut Palm Stem Processing Technical Handbook. Protrade Deutsche Gesellschaftfur Technische Zusammenarbeit (GTZ) GmbH. Dag-ammarskjöld-Weg1-5D-65760. Eschborn Protrade. Eschborn. FAO Corporate Document Repository. 206 pp.

Kyou. K, T. Watanabe, T. Yoshimura and M. Takahashi. 1996. Ligninmodification by termite and its symbiotic protozoa. Wood. Res. 83: 50-54.

Nakayama,F. 2002. Desert shrub may help preserve wood (as reported by M. Wood), USDA, Agric. Res. Mag. 50 (4).

Nunes, L., T. Nobre, B. Gigante and A.M. Silva. 2004. Toxicity of pine resin derivates to subterranean termite (Abstract). Managem.Environ. Quality: Int.J. 15: 521-528.

Qian, L. and S. Ryu. 2005. Estimating tree resin dose effect on termites. Environmetrics, 17(2): 183-197.

Steel, R.G.D. and J.H. Torrie. 1980. Principles and Procedures of Statistics. A Biometrial Approach. McGraw-Hill Book Company, New York, pp: 188-190.




DOI: https://doi.org/10.20886/jphh.2007.25.4.303-311

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


JURNAL PENELITIAN HASIL HUTAN INDEXED BY:

More...


Copyright © 2015 | Jurnal Penelitian Hasil Hutan (JPHH, Journal of Forest Products Research)
eISSN : 2442-8957, pISSN : 0216-4329
JPHH is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.