PERBANDINGAN PENYARADAN KAYU DENGAN SISTEM MANUAL DAN EKSAVATOR DI HUTAN RAWA, BAGIAN II: PENGARUH SISTEM TERHADAP KERUSAKAN TEGAKAN TINGGAL DAN KETERBUKAAN LAHAN

Sona Suhartana, Dulsalam Dulsalam, Maman M Idris

Sari


Penelitian tentang cara penyaradan kayu telah dilakukan pada tahun 1998 di dua perusahaan hutan di Riau. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penyaradan kayu dengan cara manual dan eksavator terhadap kerusakan tegakan tinggal dan keterbukaan lahan.

Data yang dikumpulkan adalah jumlah pohon ditebang, jumlah tiang dan pohon berdiameter 20 cm ke atas, tiang dan pohon yang rusak dan luas lahan terbuka. Data dianalisis menggunakan uji-t.

Basil penelitian menunjukkan ha! sebagai berikut:

1. Kerusakan tegakan tinggal rata-rata pada sistem manual untuk tingkat tiang sebesar 38,66% dan untuk tingkat pohon 28,54%. Pada sistem eksavator besamya kerusakan tersebut adalah 20,92% untuk tiang dan 15,78% untuk pohon. Terjadi penurunan kerusakan untuk tiang sebesar 17,74% dan pohon sebesar 12,76%.

2. Keterbukaan lahan rata-rata yang terjadi pada sistem manual 19,84% dan untuk eksavator 13,5%. Terjadi penurunan keterbukaan lahan sebesar 6,34%.

Berdasarkan hasil penelitian, maka penyaradan kayu di hutan rawa, seyogyanyalah menggunakan sistem eksavator, sebab dapat meminimalkan kerusakan tegakan tinggal dan keterbukaan lahan yang terjadi.


Kata Kunci


penyaradan; eksavator; kerusakan tegakan tinggal; keterbukaan lahan

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Buenaflor, F. and R. Heindrich. 1980. - FMC tracked skidder logging study in Indonesia. Forest and Forest Products Development Project of FAO the UN, Bogor.

Direktorat Jenderal Pengusahaan Hutan. 1994. Petunjuk Teknis TPTI pada Hutan Alam Daratan. Departemen Kehutanan, Jakarta

Endom,W., Z. Basari dan M.M. Idris.1997. Laporan teknis pengamatan kegiatan eksploitasi di hutan rawa di Propinsi Dati I Sumatera Selatan. Pusat Litbang Hasil Hutan dan Sosial Ekonomi Kehutanan. Tidak diterbitkan.

Idris, M.M., dan S. Suhartana. 1997. Dilema penetapan sistem eksploitasi yang sesuai di hutan rawa. Prosiding diskusi nasional pengelolaan hutan rawa dan ekspose hasil-hasil penelitian kehutanan di Sumatera, Balai Penelitian Kehutanan Pematang Siantar, Aek Nauli.

Muharam, H dan Dulsalam. 1983. Konstruksi jalan rel di hutan rawa pada beberapa perusahaan hutan di Kalimantan dan Sumatera. Laporan No. 163 Balai Penelitian Hasil Hutan, Bogor.

Samingan, T. 1971. Type-type vegetasi, pengantar dendrologi. Bagian Ekologi Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Soerianegara, I. 1977. Pengelolaan sumberdaya alam. Bagian Pertama. Sekolah Pasca Sarjana, Jurusan PSL, lnstitut Pertanian Bogor, Bogor.

Soerianegara, I. dan A. lndrawan. 1984. Ekologi hutan Indonesia. Jurusan Manajemen Hutan. Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Steel, R.G.D. and J.H. Torrie. 1976. Principles and procedure of statistics. Mc.Graw-Hill Book Co., New York.

Suhartana, S dan Dulsalam. 1994. Kerusakan tegakan tinggal akibat kegiatan penebangan dan penyaradan: Kasus di suatu perusahaan hutan di Riau. Jurnal Penelitian Hasil Hutan: 12 (1): 25-29.

Suhartana, S. 2000. Perbandingan penyaradan kayu dengan sistem manual dan eksavator di hutan rawa. Bag. I : Produktivitas kerja. Info Hasil Hutan: 6 (1): 31-37.

Thaib, J. 1985. Pengaruh penyaradan sistern traktor terhadap kerusakan tegakan tinggal di Perusahaan hutan di Kalimantan Timur. Jurnal Penelitian Hasil Hutan: 2(3): 10-14.

Thaib, J. 1986. Pengaruh kelerengan dan kerapatan penebangan terhadap keterbukaan lahan. Jurnal Penelitian hasil Hutan: 2(4): 28-32.




DOI: https://doi.org/10.20886/jphh.2000.17.4.231-241

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


JURNAL PENELITIAN HASIL HUTAN TERINDEKS DI:

Lebih banyak...


Copyright © 2015 | Jurnal Penelitian Hasil Hutan (JPHH, Journal of Forest Products Research)
eISSN : 2442-8957, pISSN : 0216-4329
JPHH is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.