KOMBINASI PEMBERIAN ARANG HAYATI DAN CUKA KAYU TERHADAP PERTUMBUHAN JABON DAN SENGON

Sri Komarayati, Gustan Pari

Abstract


Arang hayati (biochar) merupakan arang yang berkemampuan menyimpan karbon secara stabil di
dalam tanah dan mampu meningkatkan kelembaban dan kesuburan tanah. Tulisan ini menyajikan hasil
penelitian pemanfaatan arang hayati berupa arang serbuk gergaji, arang kompos serasah dan cuka kayu
sebagai media tumbuh anakan jabon dan sengon selama lima bulan di persemaian. Cuka kayu dengan
konsentrasi 2% disiramkan pada anakan jabon dan sengon. Untuk mencegah serangan hama dan
penyakit cuka kayu disemprot pada batang, tangkai dan daun. Tujuan penelitian untuk mengetahui
pengaruh penambahan arang serbuk gergaji, arang kompos serasah dan cuka kayu terhadap
pertumbuhan anakan jabon dan sengon. Hasil penelitian menunjukkan arang serbuk gergaji, arang
kompos serasah, campuran arang serbuk gergaji dengan cuka kayu serta campuran arang kompos
serasah dan cuka kayu, dapat meningkatkan pertumbuhan tinggi dan diameter anakan jabon dan
sengon. Konsentrasi 5% arang serbuk gergaji, 5% campuran arang serbuk gergaji dan 2% cuka kayu
serta 10% arang kompos serasah, dapat meningkatkan pertumbuhan tinggi dan diameter anakan jabon
sebesar 16,38 kali; 21,05 kali dan 62,74 kali serta 1,7 kali dan 3,1 kali. Untuk pertumbuhan tinggi dan
diameter anakan sengon berturut-turut sebesar 22,5 kali; 21,1 kali dan 40,8 kali serta 1,03 kali dan 1,04
kali.

Keywords


Arang serbuk gergaji, arang kompos serasah, cuka kayu, anakan, konsentrasi

References


Gani, A. (2009). Potensi arang hayati sebagai ko mponen teknologi p erbaikan produktivitas lahan pertanian. Penelitian Pertanian Tanaman Pangan (Vol. 4). Jakarta: Puslitbang Tanaman Pangan. Badan Litbang Pertanian.

Gusmailina, S. Komarayati & G. Pari. (2004). Assesment on the utilization of charcoal and compost charcoal as an enhancement of soil fertility. Proceeding of The International Workshop on ” Better Utilization of Forest Biomass for Local Community and Environment. Bogor: Kerjasama Puslitbang Teknologi Hasil Hutan dan JIFRO.

Gusmailina. (2010). Pengaruh arang kompos bioaktif terhadap pertumbuhan anakan bulian (Eusyderoxylon zwageri) dan gaharu (Aquilaria malaccensis) Jurnal Penelitian Hasil Hutan, 28 (2), 93 - 110.

Hidayat. (2010). Pemanfaatan arang sebagai biochar yang ramah lingkungan. Arief Hidayat Blog, 16 Desember 2010. Di akses tanggal 14 April 2012.

Imanuddin, R., C.A. Siregar and I. Nobuo., (2005). Growth of Shorea leprosula and Shorea macrophylla plantation as affected by charcoal application in West Kalimantan. Proceeding of the 2nd workshop on demonstration study on carbon fixing forest management in Indonesia. Bogor: Kerjasama Forda dan JICA.

Komarayati, S., Gusmailina & G. Pari. (2003). Aplikasi arang kompos pada anakan tusam (Pinus merkusii) Buletin.Penelitian Hasil Hutan, 21 (1), 15 - 21.

Komarayati, S. Gusmailina., & G. Pari., (2004). Application of compost charcoal on two species of forestry plants. Proceeding of The International Workshop on “Better Utilization of Forest Biomass for Local Community and Environment. Bogor: Research and Development Center for Forest Products Technology (RDCFPT, Indonesia) in collaboration with Japan International Forestry Promotion and Cooperation Center (JIFPRO, Japan).

Komarayati, S. (2004). Penggunaan arang kompos pada media tumbuh anakan mahoni. Jurnal Penelitian Hasil Hutan, 22(4), 193-203.

Komarayati. S., & E. Santoso., (2011). Arang dan cuka kayu : Produk HHBK untuk stimulan pertumbuhan mengkudu (Morinda citrifolia) . Jurnal Penelitian Hasil Hutan , 29 (2), 155-178.

Komarayati. S.,Gusmailina., & G. Pari. (2011). Produksi cuka kayu hasil modifikasi tungku arang terpadu. Jurnal Penelitian Hasil Hutan, 29(3), 234-247.

Nurhayati, T. (2007). Produksi arang terpadu dengan cuka kayu dan pemanfaatan cuka kayu pada tanaman pertanian. Makalah disampaikan pada Pelatihan pembuatan arang terpadu dan produk turunannya. Di Dinas Kehutanan Kabupaten Bulungan, Kalimantan Timur, tanggal 17-26 Juli, 2007.

Pari, G. (2009). Laporan mengikuti 1st Asia Pasific Biochar Conference Gold Coast. Australia, 17-20 Mei 2009. Bogor. Pusat Litbang Keteknikan Kehutanan dan Pengolahan Hasil Hutan. Tidak Diterbitkan.

Sinar Tani. (2012). Biochar yang tepat untuk tanah yang tepat. Majalah Sinar Tani Edisi No. 3433, 22 Pebruari 2012.

Siregar, Ch. A.I., Heriansyah and M. Kyoshi.(2003). Studi pendahuluan efek aplikasi arang terhadap pertumbuhan awal Acacia mangium, Pinus merkusii, dan Shorea leprosula. Buletin Penelitian Hutan (Vol. 634, hal. 27-40). Bogor: Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan dan Konservasi Alam.

Siregar, C. ( 2005). Effect of charcoal application on early growth stage of Acacia mangium and Michelia montana. Proceeding of the 2nd workshop on demonstration study on carbon fixing forest management in Indonesia. Bogor: Kerjasama FORDA dan JICA.

Snedecor, G.W & W.G. Cochran. (1990). Statistical Methods. Ames, USA: Iowa State College Press.

Yatagai. (2002). Utilization of charcoal and wood vinegar in Japan. Tokyo: Graduate School of Agricultural and Life Sciences. The University of Tokyo.




DOI: https://doi.org/10.20886/jphh.2014.32.1.12-20

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


JURNAL PENELITIAN HASIL HUTAN INDEXED BY:

More...


Copyright © 2015 | Jurnal Penelitian Hasil Hutan (JPHH, Journal of Forest Products Research)
eISSN : 2442-8957, pISSN : 0216-4329
JPHH is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.