ANATOMI DAN KUALITAS SERAT TUJUH JENIS KAYU KURANG DIKENAL DARI JAWA BARAT

Krisdianto Krisdianto

Sari


Salah satu alternatif sumber bahan baku kayu untuk industri perkayuan nasional adalah memanfaatkan kayu dari hutan tanaman dan menggunakan kayu dari jenis yang kurang dikenal. Dalam pemanfaatan kayu kurang dikenal diperlukan informasi struktur anatomi dan kualitas seratnya untuk keperluan pengenalan jenis dan pemanfaatannya sebagai pulp dan kertas.

Untuk keperluan identifikasi, ciri utama dari ketujuh jenis tersebut adalah:

  1. Kayu Hymenaea courbaril, berwarna agak kemerahan dengan corak bergaris-garis, memiliki susunan parenkim bersayap dan lingkaran tumbuh yang dibentuk oleh parenkim pita konsentris.
  2. Kayu Tamarindus indica keras, berwarna kuning keputihan. Parenkim bersayap dan lingkaran tumbuh dibentuk oleh parenkim pita konsentris dan adanya lapisan yang tidak berpembuluh.
  3. Kayu Ehretia accuminata agak lunak dengan warna coklat pucat dengan pembuluh membentuk susunan pori tata lingkar.
  4. Kayu Litsea odorifera agak lunak dengan warna coklat kekuningan, dengan bau yang khas. Parenkimnya selbung sebagian dan parenkim pita konsentris. Terdapat sel minyak.
  5. Kayu Colona javanica keras dengan warna coklat agak kemerahan. Jari-jarinya memiliki 2 macam ukuran, parenkim berkelompok membentuk garis-garis pendek antar jari-jari.
  6. Kayu Melicope lunu-ankenda keras, berwarna kuning pucat. Parenkim paratrakea bentuk sayap yang bergabung membentuk garis konsentris yang tidak terputus, seperti berlapis-lapis diluar lingkaran tumbuh.
  7. Kayu Pouteria duclitan keras, berwarna putih kekuningan. Parenkim tersusun bentuk jala dan pembuluhnya ganda radia 2 6 (9) sel.

Kualitas serat dari ketujuh jenis kayu yang dipelajari termasuk dalam kelas kualitas II dan III untuk produk pulp dan kertas. Kayu marasi, kendal, huru gading dan sampora termasuk dalam kelas kualitas II, sedangkan kayu asam jawa, ki sampang dan nyatu termasuk dalam kelas kualitas III. 


Kata Kunci


Kayu kurang dikenal; anatomi identifikasi; serat

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Balan Menon, P.K. 1967. Structure and identification of Malayan woods. Malayan Forest Records No. 25. Forest Research Institute Malaysia, Kepong, Malaysia.

Boer, E. (1998). Wood anatomy of Ehretia In Sosef, M.S.M., L.T. Hong and S. Prawirohatmodjo (Eds.). Plant Resources of South East Asia No. 5(3). Timber trees: Lesser-known timbers. Backhuys Publisher, Leiden.p.202-204.

Burkill, I.H. 1935. A dictionary of the economic products of the Malay Peninsula. Vol.II. Gov.of the Straits settlements and Federated Malay States by the Crown Agents for The Colonies. MillBank, London.

Den Berger, L.G. 1949. Determinatietabel voor houtsoorten van Malesie tot op Famile of geslacht. Balai Penjelidikan Kehutanan Bogor Indonesia.

Food and Agricultural Organization (FAO). 1983. Food and fruit bearing forest species 3. Examples from Latin America FAO-Forestry Paper #4413, Roma, Italia.

Heyne, K. 1950. Tumbuhan berguna Indonesia. Vol. I-IV. Terjemahan. Badan Penelitian dan Penggunaan Kehutanan, Jakarta.

Karyawati, A.T. dan D, Darmakusuma. 2003. In Brink M. dan R.P. Escobin (Eds.). Plant Resources of South East Asia No. 17. Fibre plants. PROSEA foundation, Bogor. P. 103 105.

Klaassen, R. 1995. Wood anatomy of Pouteria. In Soerianegara I., and R.H.M.J. Lemmens (Eds.). Plant Resources of South East Asia 5 (1). Timber trees: Major Comercial Timbers. PROSEA Foundation, Bogor. P.362-374.

Laban, B. Y. 2005. Prospek produk industri hasil hutan Indonesia. Paper dalam Seminar Kesiapan Indonesia dalam implementasi ISPM #15: Solid Wood Packaging Material. Pusat Standardisasi dan Lingkungan, Sekjen Departeman Kehutanan, Jakarta, 27 April.

Lemmens, R.H.M.J. 1664. General part of Pouteria. In Soerianegara I., and R.H.M.J. Lemmens (Eds.). Plant Resources of South East Asia 5(1). Timber trees: Major Commercial Timbers. PROSEA Foundation, Bogor. P362-374.

Martawijaya, A. dan I. Kartasudjana. 1977. Ciri umum, sifat dan kegunaan jenis-jenis kayu Indonesia. Publikasi Khusus No. 41, Lembaga Penelitian Hasil Hutan, Bogor.

Metcalfe, C.R. dan I. Chalk. 1983. Anatomy of the Dicotyledons. 2nd edition. Vol.II. Wood structure and conclussion of the general introduction. Oxford: Clarendon Press.

Nur Rachman dan R.M. Siagian. 1976. Dimensi serat jenis kayu Indonesia. Laporan No. 75. Lembaga Penelitian Hasil Hutan, Bogor.

Oey Djoen Seng. 1964. Berat jenis kayu Indonesia dan pengertian berat jenisnya untuk keperluan praktek. Pengumuman No.13, lembaga Penelitian Hasil Hutan, Bogor.

Rahman, A.N. dan R. M. Siagian. 1976. Dimensi serat jenis kayu Indonesia. Laporan No.75. Lembaga Penelitian Hasil Hutan, Bogor.

Sass, J.E. 1961. Botanical microtechnique. The IOWA State University Press.

Soerianegara, I. 1995. General part of Litsea. In R.H.M.J.. Lemmens, I. Soerianegara and W.C. Wong (Eds.). Plant Resources of South East Asia 5(2). Timber trees: Minor Commercial Timbers. PROSEA Foundation, Bogor. p. 306-323.

Van Tue, H, E. Boer and M.S.M. Sosef. 1998. General part of Melicope. In In Sosef, M.S.M., L.T. Hong and S. Prawirohatmodjo (Eds.). Plant Resources of South East Asia No. 5 (3). Timber trees: Lesser-known timbers. Backhuys. Publisher, Leiden.p. 364-366.

Watson, L. dan M.J. Dallwitz. 1993. The Genera of Leguminosae Caesalpinioideae and Swartzieae Description, Identification and Information Website:http://biodiversity.uno.edu./delta/. Diakses tanggal 29 November 2000.

Wheeler, E.A., P. Baas adn E. Gasson. 1989. IAWA list of microscopic features for hardwood identification. IAWA Bulletin. N.s. 10 (3): 219-332.




DOI: https://doi.org/10.20886/jphh.2005.23.4.259-282

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


JURNAL PENELITIAN HASIL HUTAN TERINDEKS DI:

Lebih banyak...


Copyright © 2015 | Jurnal Penelitian Hasil Hutan (JPHH, Journal of Forest Products Research)
eISSN : 2442-8957, pISSN : 0216-4329
JPHH is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.