SIFAT KEMBANG-SUSUT DAN KADAR AIR KESEIMBANGAN BAMBU TALI (Gigantocbloa apus Kurtz) PADA BERBAGAI UMUR DAN TINGKAT KEKERINGAN

Efrida Basri, Saefudin Saefudin

Sari


Proses kembang susut berlangsung selama kadar air bambu belum mencapai kadar air keseimbangan (KAK) dengan lingkungannya.  Oleh karena itu pengetahuan tentang sifat kembang susut dan KAK penting diketahui untuk menjaga mutu produk.  Penelitian dilakukan pada bambu tali (Gigantochloa apus Kurts) umur 3, 4 dan 5 tahun yang diambil dari bagian pangkal, tengah dan ujung batang. Pengeringan menggunakan metode oven pada suhu + 60OC. Perlakuan kadar air untuk pengujian sifat kembang susut dan KAK adalah 0%, 6% dan 12%.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa bambu tali umur 4 tahun secara fisik sudah masak tebang dan dimensinya relatif stabil. Pengeringan bambu tali sampai ke kadar air 6% menghasilkan KAK pada level sekitar 9%.


Kata Kunci


Kembang-susut; KAK; umur; tingkat kekeringan; bambu

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Anonim. 2001. Cultivation and integrated utilization on bamboo in China: Structure and properties of bamboo timber. China National Bamboo Research Center.Hangzhou, P.R. China. pp. 56 - 72.

Basri, E. dan Saefudin. 2004. Pengaruh umur dan posisi letak ruas pada batang terhadap sifat pengeringan tiga jenis bambu. Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol. 22 (3): 123-134. Pusat Litbang Teknologi Hasil Hutan, Bogor.

Basri, E. & Rahmat. 2001. Pembuatan kilang pengeringan kayu kombinasi energi surya dan tungku. Petunjuk Teknis Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Hasil Hutan. Bogor.

Kusuma, B.W. 2006. Mengangkat gengsi bambu dalam arsitektur modern. Harian Kompas terbitan 23 April 2006. PT Gramedia. Jakarta.

Fangchun, Z. 2000. Selected works of bamboo research (translate Chinese into English by Chen Xinfang). The Bamboo Research Editorial Committee. Nanjing Forestry University, Nanjing China. Chapter XII-XIV: 95-125.

Liese, W. 1985. Anatomy and properties of bamboo. Proceeding of the International

Bamboo Workshop Oct. 6 - 14, 1985. Hangzhou, People's Republic of China. pp. 196-

Sekhar, A.C. and M.S. Rawat. 1964. Some studies on the shrinkage of Bambusa nutans. Dehra Dun. Indian Forest 91: 182-188.

Steel, R.G.D. & J.H. Torrie. 1993. Prinsip dan prosedur statistik. Terjemahan. PT Gramedia

Pustaka Utama, Jakarta.

Sulastiningsih, IGM. 2006. Pembuatan produk bambu lamina. Wawancara di Radio Pertanian

Ciawi, Bogor tanggal 24 April, 2006.




DOI: https://doi.org/10.20886/jphh.2006.24.3.241-250

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


JURNAL PENELITIAN HASIL HUTAN TERINDEKS DI:

Lebih banyak...


Copyright © 2015 | Jurnal Penelitian Hasil Hutan (JPHH, Journal of Forest Products Research)
eISSN : 2442-8957, pISSN : 0216-4329
JPHH is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.