SIFAT FISIS DAN MEKANIS KAYU JATI SUPER DAN JATI LOKAL DARI BEBERAPA DAERAH PENANAMAN

Nurwati Hadjib, Mohammad Muslich, Ginuk Sumarni

Sari


Penelitian sifat fisis dan mekanis kayu jati (Tectona grandis L.f.) jenis lokal dan super dari daerah Binjai, Maros, Parung, Panajam, Kutai, Lampung, Bengkulu dan Palembang bertujuan untuk melihat perbedaan karakteristik sifat fisis dan mekanis kayunya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata berat jenis (BJ) kayu jati super lebih tinggi daripada kayu jati lokal, sedangkan BJ tertinggi pada kayu jati super adalah dari Binjai dan terendah dari Maros. Jenis jati lokal dan super berpengaruh nyata terhadap berat jenis basah kayu tersebut, sedangkan lokasi penanaman jati tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap berat jenis. Kayu yang terkuat adalah jati lokal dari Palembang, diikuti berturut-turut kayu jati super dari Lampung, jati lokal dari Kutai, jati super dari Bengkulu, jati super dari Kutai, jati lokal dari Binjai, jati super dari Parung, jati super dari Binjai, jati supr dari Palembang, jati lokal dari Lampung, jati lokal dari Sulawesi dan yang terendah jati super dari Sulawesi. Perbedaan BJ tersebut berpengaruh nyata pada kekakuan dan keteguhan tekan sejajar serat, sedangkan lokasi tanaman berpengaruh nyata terhadap kekakuan dan kekuatan patahnya. Kayu jati yang diteliti tergolong kelas kuat III-IV.


Kata Kunci


Kayu jati; lokal; super; fisis; mekanis

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


ASTM. 1991. Annual Book of ASTM Standards 22. American Society for Testing and

Materials. Philadelphia. USA

Berger, L.G. Den. 1923. Mechanische-technische eigenschappen van Indische Houtsorten.

Tectona XIV. 358-36. Buitenzorg.

Brown, H.P., A.J.Panshin and C.C.Forsaith. 1952. Textbook of Wood Technology. Vol. II.

Mc Graw-Hill Book Co. New York.

Haygreen, J.G. and J.L. Bowyer. 1982. Forest Product and Wood Science. An introduction.

Iowa State Univ. Press. USA.

Herawan, T. dan L.H. Rina. 1996. Petunjuk teknis kegiatan kultur jaringan. Badan Litbang Kehutanan, Balai Penelitian dan Pengembangan Pemuliaan Benih Tanaman Hutan, Yogyakarta.

Herena, P. 1982. Perbandingan antar nilai tengah perlakuan dan masalah-masalah data. Pusat

Pengolahan Data dan Statistik Pertanian. Badan Litbang Pertanian.

Karnasudirdja, S., Kurnia S. dan R. Kusumodiwiryo. 1974. Pedoman pengujian sifat fisik dan mekanik kayu. Publikasi Khusus No. 20. Lembaga Penelitian Hasil hutan. Ditjen Kehutanan. Dept. Pertanian. Bogor.

Martawijaya, A. , I. Kartasudjana, K. Kadir dan S. Amongprawira. 1981. Atlas Kayu Indonesia

Jidlid I. Balai Penelitian Hasil Hutan. Badan Litbang Kehutanan. Bogor, Indonesia. Pp

-47.

Martawijaya, A. 1990. Sifat dasar beberapa jenis kayu yang berasal dari hutan alam dan hutan tanaman. Proceedings Diskusi Hgutan Tanaman Industri. Jakarta, 13-14 Maret 1990. Badan Litbang Kehutanan, Jakarta.

Oey, D. S. 1964. Berat Jenis Kayu-kayu Indonesia dan Pengertian dari Berat Kayu Untuk

Keperluan Praktek. Pengumuman LPHH No. 1. Bogor.




DOI: https://doi.org/10.20886/jphh.2006.24.4.359-369

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


JURNAL PENELITIAN HASIL HUTAN TERINDEKS DI:

Lebih banyak...


Copyright © 2015 | Jurnal Penelitian Hasil Hutan (JPHH, Journal of Forest Products Research)
eISSN : 2442-8957, pISSN : 0216-4329
JPHH is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.