PEMBUATAN BIODIESEL DARI BIJI KEMIRI SUNAN

Djeni Hendra

Sari


Ketersediaan bahan bakar minyak semakin menipis, oleh karena itu dibutuhkan bahan bakar alternatif. Biji kemiri sunan (Aleurites trisperma Blanco) merupakan salah satu bahan yang memiliki potensi cukup besar untuk dijadikan biodiesel, karena inti bijinya memiliki kandungan minyak mentah yang cukup tinggi yaitu sebesar 43,3%. Proses pembuatan biodiesel dilakukan secara laboratorium dengan tujuan untuk menetapkan kondisi optimum. Penambahan katalis H3PO4 (proses degumming) sebesar 0,5%, 0,75%, 1%, perlakuan esterifikasi menggunakan campuran katalis metanol sebesar 10%, 15%, 20% dengan HCl, dan H2SO4 sebesar 0,5%, 0,75% dan 1%. Pada perlakuan transesterifikasi digunakan campuran katalis metanol sebesar 10%, 15%, 20% dengan KOH dan NaOH sebesar 0,2%, 0,4%, 0,6%. Hasil yang optimum akan diterapkan pada pembuatan biodiesel skala besar. Pembuatan biodiesel dari minyak biji kemiri sunan, mutunya sudah sesuai dengan persyaratan ketentuan standar biodiesel (SNI-2006) dengan menggunakan campuran metanol 20% (v/v) dan katalis NaOH 0,6% (b/v), menghasilkan nilai kadar air sebesar 0,05%, bilangan asam 0,76 mg KOH/g, kadar asam lemak bebas 0,38%, densitas 865 kg/m3, viskositas kinematik pada suhu 40°C 5,41 mm2/s (cSt), bilangan penyabunan 101,49 mg KOH/g, kadar alkil ester 104,55% massa, bilangan Iod 109,73 g I2/100.


Kata Kunci


Biji kemiri sunan, minyak, biodiesel, bahan bakar diesel

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


BSN. (2006). Biodiesel. SNI 04-7182-2006. Jakarta: Badan Standarisasi Nasional.

Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (2009). Tanaman perkebunan penghasil bahan bakar nabati (BBN). Bogor: IPB Press.

Bajpai, D., & Tyagi, V.K. (2006). Biodiesel Source, Production, Composition, Pro-perties and its Benefits. Journal of Oleochemical Science, 10, 487 502.

Demiebas, A. (2008). Biodiesel a realistic fuel alternative for diesel fuel. London: Springer-Verlag.

Fukuda, H., Kondo, A., & Noda, H. (2001). Biodiesel fuel production by trans-esterification of oil. Journal of Bioscience and Bioengineering, 92, 405 - 416.

Pasae, Y., Jalaluddin, N., Harlim, T., &Firman. (2010). Pembuatan ester metil dan ester isopropil dari minyak kepoh sebagai produk antara aditif biodiesel. Jurnal Industri Hasil Pertanian, 5(2), 98-103.

Reinjders, L. (2006). Conditions for the sustainability of biomass based fuel use. Energy Policy, 34 863-876.

Sontag, N. (1982). Fat Splitting, Esterifiation and Interesterification. Interesterification. Sons.

Srivastava, a. P. (2000). Triglycerides base diesel fuels. Journal of Renewable Sustainability Energy 4, 111 - 133.

Sudradjat, R., Widyawati, Y., & Setiawan, D. (2007). Optimasi proses esterifikasi pada pembuatan biodiesel dari biji jarak pagar. Jurnal Penelitian Hasil Hutan., 25(3), 203-224.

Tyson, K.S.(2004). Energy efficiency and renewable energy. U.S. Department of Energy. http://www.osti.gov/bridge, Diakses 24 Mei 2006.

Kay, KH.& Yasir, SM. (2012). Biodiesel production from low quality crude jatropha oil using heterogeneous catalyst. APCBEE Procedia, 3, hal. 23-27.




DOI: https://doi.org/10.20886/jphh.2014.32.1.37-45

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


JURNAL PENELITIAN HASIL HUTAN TERINDEKS DI:

Lebih banyak...


Copyright © 2015 | Jurnal Penelitian Hasil Hutan (JPHH, Journal of Forest Products Research)
eISSN : 2442-8957, pISSN : 0216-4329
JPHH is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.