EFEKTIVITAS BAHAN PENGISI KAYU PADA TIGA JENIS KAYU

Jamal Balfas, Efrida Basri, Adi Santoso

Sari


Penggunaan wood filler adalah sangat penting dalam pekerjaan finishing kayu.  Namun wood filler komersil yang tersedia di pasar dewasa ini umumnya terbuat dari resin yang menggunakan pelarut kimia, seperti poliuretan dan nitroselulosa.  Produk ini mengandung bahan yang dapat melepas polutan, yang dapat merusak lingkungan dan berbahaya bagi kesehatan.  Dalam penelitian ini dilakukan eksplorasi penggunaan dan performa bahan wood filler alternatif dan komersial.  Wood filler alternatif dalam penelitian ini dibuat dari campuran tepung dempul dengan resin organik yaitu sirlak, akrilik dan polivinil asetat.  Performa wood filler alternatif diuji secara fisis, mekanis dan kimia pada kayu tusam, jabon dan karet, serta dibandingkan dengan performa bahan dempul komersial, yaitu nitroselulosa.  Contoh uji ketiga jenis kayu dilabur dengan larutan wood filler kemudian dikeringkan.  Perubahan berat dan dimensi contoh uji akibat laburan ditentukan pada kondisi basah dan kering.  Ketahanan film wood filler terhadap pereaksi kimia dan pelarut diuji menurut prosedur ASTM.  Ketahanan gores pada film wood filler diuji untuk mengetahui sifat mekanis dari formula wood filler.  Kedekatan warna antar perlakuan wood filler  dengan warna kayu kontrol dievaluasi dengan menggunakan prosedur Cielab.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertambahan berat dan perubahan dimensi akibat laburan wood filler beragam menurut jenis kayu.  Contoh kayu tusam mengalami perubahan berat dan dimensi lebih besar daripada kayu jabon dan karet.  Semua formula dempul organik mampu melindungi kayu dari intrusi air, setara dengan wood filler  komersial (WF).  Formula wood filler organik memiliki ketahanan gores lebih tinggi, ketahan lebih rendah terhadap larutan kimia serta penampilan warna lebih baik daripada wood filler komersial (WF).      


Kata Kunci


Finishing, wood filler organik, sirlak, akrilik, polivinil asetat, tusam, jabon, karet

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


ASTM. (2013). Standard test methods for effect of household chemicals on clear and pigmented organic finishes (D1308-2nd ed.). ASTM International. West Conshohocken, PA.

ASTM. (2016). Standard test methods for hardness of organic coatings by pendulum damping tests (D4366 ed.). ASTM International. West Conshohocken, PA.

Balfas, J. (2017). Kualitas dempul organik dari serbuk kayu jati dan sirlak. Jurnal Penelitian Hasil Hutan, 35(3), 155–170.

Basri, E., Balfas, J., Hendra, D., Yuniarti, K. ... Santoso, A. (2015). Formulasi bahan impregnan dan finishing kayu. Laporan Hasil Penelitian. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan, Bogor.

Basri, E. & Balfas, J. (2014). Impregnasi ekstrak jati dan resin pada kayu jati cepat tumbuh dan karet. Jurnal Penelitian Hasil Hutan, 32(4), 283–296.

Bowyer, J.L., Shmulsky, R. & Haygreen, J. G. (2007). Forest products & wood science: An introduction (5th Ed). Iowa, USA: Iowa State Press.

Darmono. (2010). Aplikasi teknik finishing mebel dengan bahan berbasis ramah lingkungan. Inotek, 14(2), 208–223.

shrinkage across variatons in temperature, in humidity, and within wood species. Los Angeles: Western Carolina University.

Hansmann, C., Gindl, W., Wolfgang, G., & Teischinger, A. (2002). Permeability of wood - A review. Wood Research, 47(4), 1–16.

Hawks, L. K. (1995). Sealing, staining and filling. Diakses dari https://extension.usu.edu/ files/publications/publication/HI_27.pdf pada tanggal 20 Februari 2014.

Jewitt, J. (2014). Selecting a finish; Before you start your next furniture project, consider a finish’s appearance, its method of application and its durability. Diakses dari http://vegasguitars.com/selecting- a-finish-by-jeff-jewett pada tanggal 15 Agustus 2015.

Kaci, M., Djidjelli, H., Boukerrou, A., & Zaidi, L. (2007). Effect of wood filler treatment and EBAGMA compatibilizer on morphology and mechanical properties of low density polyethylene/olive husk flour composites. Express Polymer Letters, 1(7), 467–473.

Kim, S. (2010). Control of formaldehyde and TVOC emission from wood-based flooring composites at various manufacturing processes by surface finishing. Journal of Hazardous Materials, 176(1–3), 14–19.

Krisdianto. (2013). Pengukuran warna kayu dengan sistem Cielab. FORPRO, 2(1), 28– 31.

Malassenet L., George, B., Merlin, A. & Podgorski, L. (2015). Persoz hardness: A useful property to study performance of exterior wood coatings. International Wood Products Journal, 6(4), 174–180.

Natasya, D. (2015). Material ramah lingkungan. Diakses dari http://www.academia.edu/9015306/material_ramah_lingkungan, pada tanggal 3 Februari 2016.

Singh A., Park B., Nuryawan, A. & Kazayawoko, M. (2013). Advances in probing wood- coating interface by microscopy: A review. Journal of Surface Engineered Materials and Advanced Technology, 3(1A), 49–54.

Tobing, T. L. & Febrianto, F. (1993). Pembuatan tabel konversi retensi dalam rangka penyempurnaan spesifikasi pengawetan kayu bangunan di Indonesia. Buletin Jurusan Teknologi Hasil Hutan, 6(1), 12–19.

Vollmer S. & Evans, P. D. (2013). Performances of clear coatings on modified wood exposed to weather for 2 years in Australia. International Wood Products Journal, 4(3), 177–182.

Williams, R. S., Jourdain, C., Daisey, G. I., & Springate, R. W. (2000). Wood properties affecting finish service life. Journal of Coatings Technology, 72(3), 35–42.

Williams, R. S., Railings, D., & Cleaners, W. (2010). Chapter 16 - Finishing of wood. In Wood Handbook - Wood as an engineering material (pp. 1–39). Wisconsin: Forest Products Laboratory, USDA Forest Service.




DOI: https://doi.org/10.20886/jphh.2018.36.2.113-128

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


JURNAL PENELITIAN HASIL HUTAN TERINDEKS DI:

Lebih banyak...


Copyright © 2015 | Jurnal Penelitian Hasil Hutan (JPHH, Journal of Forest Products Research)
eISSN : 2442-8957, pISSN : 0216-4329
JPHH is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.