EFEKTIVITAS PENGAWETAN BAMBU PETUNG DAN GEWANG MENGGUNAKAN BORON DAN CCB SECARA RENDAMAN DINGIN DAN BOUCHERIE YANG DIMODIFIKASI

Made Widiadnyana Wardiha, Rudi Setiadji Agustiningtyas, I Wayan Avend Mahawan Sumawa

Abstract


Tulisan ini mempelajari mengenai efektifitas pengawetan terhadap bambu petung dan gewang untuk meningkatkan ketahanan terhadap organisme perusak. Tujuannya untuk mengetahui tingkat keawetan yaitu ketahanan terhadap rayap tanah, rayap kayu kering, jamur pelapuk, dan kumbang bubuk kayu kering, serta keterawetan yaitu retensi dan penetrasi dari bambu petung dan gewang. Pengawetan menggunakan bahan pengawet boron dan copper-chrome-boron (CCB) serta metode pengawetan boucherie modifikasi dan perendaman dingin. Pengujian keawetan dan keterawetan dilakukan di laboratorium. Hasil pengujian menunjukkan, tingkat keterawetan bambu petung dan gewang yang diawetkan dengan boron lebih tinggi daripada saat diawetkan dengan CCB. Efektifitas pengawetan dengan menggunakan boron dan CCB serta metode boucherie modifikasi dan perendaman tidak jauh berbeda dimana dapat meningkatkan ketahanan dari kelas IV atau tidak tahan menjadi kelas I atau sangat tahan. Kelebihan pengawetan dengan boucherie modifikasi adalah cocok untuk bahan bambu yang masih segar, tidak menimbulkan bau saat proses pengawetan, serta penetrasi bahan pengawet lebih tinggi daripada perendaman. Kelebihan pengawetan dengan perendaman dingin adalah cocok untuk bahan bambu dan gewang yang kadar airnya rendah, nilai retensi lebih tinggi, memerlukan biaya rendah untuk investasi alat, dapat digunakan untuk berbagai bentuk bahan baik bambu buluh, bambu bilah, maupun batang gewang.

Keywords


pengawetan, boron, copper-chrome-boron, perendaman, boucherie modifikasi

References


Abdurrohim, S. (1996). Pengawetan Lima Jenis Kayu secara Pelaburan memakai Dua Jenis bahan Pengawet. Buletin Penelitian Hasil Hutan, 14(5), 204-210.

Aini, N., Morisco, & Anita. (2009). Pengaruh Pengawetan Terhadap kekuatan dan keawetan Produk Laminasi Bambu. Prosiding Forum Teknik Sipil XIX (hal. 979 – 986).

Barly, Lelana, N.E., Ismanto, A. (2010). Keefektifan Campuran Garam Tembaga-Khromium-Boron Terhadap Rayap Dan Jamur Perusak Kayu. Jurnal Penelitian Hasil Hutan, 28 (3), 222-230

Budiana, I.B.G.P., & Pranata, Y.A. (2013). Pemodelan Metode Elemen Hingga Nonlinier Dinding Panel Gewang Laminasi 2D Terhadap Beban Lateral (192S). Konferensi Nasional Teknik Sipil 7 (KoNTekS 7) (hal. S-209 – S-217).

Djauhari, D. (2012). Pengaruh Konsentrasi Bahan Pengawet Boron Terhadap Retensi Dan Penetrasi Pada Kayu Rakyat (Tesis Master). Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Haris, A. (2009). Pengujian Sifat Fisis dan Mekanis Buluh Bambu Sebagai Bahan Konstruksi menggunakan ISO 22157-1:2004 (Skripsi Sarjana). Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Irawaty, W.O.L. (2000). Pengawetan Bambu Betung (Dendrocalamus asper (Schult f.) Backer ex Heyne) Secara Boucherie (Skripsi Sarjana). Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Lelana, N.E., Barly, & Ismanto, A. (2011). Toksisitas Bahan Pengawet Boron-Kromium Terhadap Serangga Dan Jamur Pelapuk Kayu. Jurnal Penelitian Hasil Hutan, 29 (2), 142-154.

Muslich, M, & Rullianty, S. (2014). Ketahanan Bambu Petung (Dendrocalamus asper backer) Yang Diawetkan Dengan CCB Terhadap Serangan penggerek di Laut. Jurnal Penelitian Hasil Hutan, 32 (3), 199-208.

Ridwanti, B. (2006). Teknologi Pengawetan kayu perumahan dan gedung dalam upaya pelestarian hutan (Karya Tulis). Universitas Sumatera Utara, Medan.

Subyakto, dkk. (2008). Gewang Biologi, Manfaat Permasalahan Dan Peluang Domestika. Bogot: Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia.

Sumaryanto, A., Hadikusumo, S.A., & Lukmandaru, G. (2013). Pengawetan Kayu Gubal Jati Secara Rendaman Dingin dengan Pengawet Boron Untuk Mencegah Serangan Rayap Kayu Kering (Cryptotermes cynocephalus Light.). Jurnal Ilmu Kehutanan, VII (2), 93-107.

Susanti, E. (2001). Pengawetan Bambu Tali (Gigantochloa apus Kurz) Dengan Menggunakan Metode Bucherie (Skripsi Sarjana). Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Wahyudi, I., Febrianto, F., Karlinasari, L., Suryana, J., Nawawi, D.S., & Nurhayati. (2007). Kajian Potensi Unit Pengawetan Kayu Forest product Teaching Center Fakultas Kehutanan IPB dalam rangka Mendukung Unit Teaching Industry Institut Pertanian Bogor. Laporan Akhir. Tidak Diterbitkan.

Yamauchi, S., Sakai, Y., Watanabe, Y., Kubo, M.K., & Matsue, H. (2007). Distribution boron in wood treated with aqueous and methanolic Boron acid solutions. J. Wood Sci., 53, 324-331.




DOI: https://doi.org/10.20886/jphh.2018.36.2.159-170

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


JURNAL PENELITIAN HASIL HUTAN INDEXED BY:

More...


Copyright © 2015 | Jurnal Penelitian Hasil Hutan (JPHH, Journal of Forest Products Research)

eISSN : 2442-8957        pISSN : 0216-4329

       

JPHH is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.